OUR NETWORK

Asyiknya Berpetualang Sambil Menambah Pengetahuan di Hutan Mangrove Dumai Riau

“Pengantin Berseri yang Sehat”, demikian motto Kota Dumai yang memiliki arti “Kota Pelabuhan, Perdagangan, Wisata, Industri yang Sejahtera, Harmonis, Aman dan Tenteram”. Dengan motto itulah masyarakat Dumai diajak untuk membangun daerahnya, salah satunya melalui sektor pariwisata berbasis ecotourism alias wisata alam berupa pelestarian hutan mangrove yang menjadi kebanggaan masyarakat Dumai.

Hutan Mangrove Dumai ini memang luar biasa, selain karena masih dapat bertahan dan terpelihara dengan baik meskipun berada di antara pabrik-pabrik, juga karena keanekaragaman jenis mangrove yang tumbuh di sini.  Tercatat sebanyak 24 spesies mangrove atau bakau yang tumbuh di Hutan Mangrove Dumai.

Sumber: sportourism.id

Hal itulah membuat objek ecotourism yang satu ini tidak hanya dikunjungi masyarakat, para pelajar, mahasiswa, dan peneliti dari kawasan di sekitar Dumai, tapi juga dari luar daerah dan luar pulau, bahkan dari mancanegara. Tidak kurang dari 25.000 wisatawan setiap tahunnya yang berkunjung ke Hutan Mangrove Dumai.

Mengenal Hutan Mangrove Dumai

Terhampar di area seluas 31 hektar, Hutan Mangrove Dumai membentang di muara atau Kuala Sungai Dumai. Secara administratif wilayah tersebut berada Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau.

Sumber: Youtube @fajarkurniawan

Untuk dapat berkunjung ke lokasi, wisatawan dapat berkendara dari pusat Kota Dumai selama kurang lebih 15 menit, karena jaraknya memang tidak begitu jauh. Namun, perjalanan menuju lokasi harus menggunakan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil, karena tidak ada angkutan umum yang melewati kawasan ini.

Dibuka untuk umum setiap hari, sejak pukul 08.30 – 17.30, Hutan Mangrove Dumai tidak hanya menyuguhkan suasana damai lewat hijaunya pepohonan dan sejuknya udara, tapi juga sebagai wahana pembelajaran untuk lebih mengenal dan mencintai alam, karena kawasan ini merupakan tempat konservasi habitat flora.

Tercatat sebanyak 24 spesies mangrove yang tumbuh di Hutan Mangrove Dumai, salah satunya adalah spesies yang langka dan dilindungi, yaitu Bakau Belukap yang memiliki nama Latin Rhizophora Mucronata. Jenis bakau yang satu ini terancam punah karena dulu pernah dieksploitasi secara besar-besaran oleh masyarakat untuk dijadikan bahan baku arang.

Daya Tarik Hutan Mangrove Dumai

Sumber: dwina.net

Wisatawan yang berkunjung ke Hutan Mangrove Dumai akan mendapati suasana yang berbeda di lokasi dibandingkan dengan tempat wisata sejenis yang ada di tempat-tempat lain.

Di sini, wisatawan tidak hanya akan menikmati asyiknya berpetualang menyusuri kawasan hutan mengrove yang rindang dengan udara yang segar, tapi juga akan mendapatkan tambahan pengetahuan tentang berbagai spesies bakau, sehingga rasa perduli terhadap alampun akan tumbuh.

Selain mendapatkan tambahan pengetahuan di Pusat Informasi Tanaman Mangrove, pengunjung juga akan diajak berkunjung ke tempat pembibitan dan penanaman bakau, sekaligus diajak untuk menanamnya di area-area yang telah ditentukan dengan didampingi pemandu wisata.

Sumber: riauzone.blogspot.com

Dengan ikut dilibatkan kedalam aktifitas pelestarian tanaman bakau itulah, membuat pengunjung mendapatkan sesuatu yang berbeda sekaligus bermanfaat baik untuk mereka sendiri maupun untuk lingkungan, tanpa mengurangi asyiknya berwisata.

Jika berkunjung pada hari Minggu, wisatawan juga akan melihat aktifitas anak-anak SD yang mengikuti Sekolah Alam di Hutan Mangrove Dumai. Sekolah Alam Bandar Bakau ini berdiri sejak September 2010 yang digagas pengelola Hutan Mangrove Dumai yaitu Darwis Moh Soleh.

Sumber: Youtube @bertuah pekanbaru

Hampir semua anak SD yang tinggal di kawasan pesisir pantai Dumai pernah mengikuti Sekolah Alam ini, karena pihak sekolah tempat anak belajar memang mewajibkan murid-muridnya untuk mengikuti Sekolah Alam, mengingat materi tentang lingkungan yang diajarkan kepada mereka memang sangat penting sebagai bekal hidup yang tidak dapat mereka peroleh di sekolah-sekolah formal.

Sebagai contoh, saat mereka belajar tentang jenis-jenis tumbuhan di bangku sekolah, mereka hanya akan dikenalkan dengan satu jenis tanaman yang bernama mangrove atau bakau, sementara di Sekolah Alam, mereka akan mempelajari berbagai macam jenis bakau, melihat bentuknya secara langsung sekaligus diajarkan tentang cara melakukan pembibitan, penanaman dan perawatannya.

Sumber: riaumagz.com

Materi yang diberikan di Sekolah Alam ini, 30 persen berupa teori dan 70 persen praktek langsung di lapangan. Tenaga pengajarnya berasal dari berbagai kalangan, namun sebagian besar adalah mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Riau yang lokasi kampusnya memang berada di Dumai. Sedang materi pelajarannya tidak hanya sebatas pengenalan tentang mangrove dan tentang lingkungan, tapi juga pelajaran berenang, kesenian dan melatih kemampuan public speaking.

Dengan suguhan daya tarik yang berbeda dibanding objek wisata sejenis yang lain itulah membuat Hutan Mangrove Dumai menarik untuk dikunjungi.

Comments

Loading...