in

Keindahan Tanjung Labora di Sulawesi Tenggara

Sumber Gambar: Google Maps @Didin Hidayat

Masa – masa berat selama terjadinya pandemi yang mengguncang dan memorakporandakan hampir semua negara di dunia berdampak pada banyak sektor dan mengakibatkan kerugian. Salah satu sektor terdampak yaitu pada sektor pariwisata. Hampir seluruh sektor pariwisata di dunia ditutup demi mengurangi penyebaran virus selama masa pandemi.

Namun kini kabar bahagia dapat kita dengar bahwa lalu lintas sektor pariwisata mulai dibuka. Itu artinya, traveller sudah bisa berpergian lagi nih! Kira – kira destinasi wisata apa ya, yang akan traveller kunjungi setelah sekian lama tidak melancong?

Buat traveller yang masih bingung mau melancong kemana, mungkin salah satu destinasi wisata yang satu ini cocok untuk sekedar menikmati matahari terbenam dan menikmati indahnya air laut.

Tanjung Labora

Sumber Gambar: Google Maps @Muna Pos

Yap! Tanjung Labora dapat menjadi pilihannya. Nama nya mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar orang. Mungkin banyak traveller menduga bahwa Tanjung Labora berada di daerah sekitar Nusa Tenggara. Namun nyatanya, Tanjung Labora yang namanya sangat indah ini berada di Pulau Sulawesi. Lebih tepatnya, Tanjung Labora berada di Sulawesi Tenggara. Yap, Sulawesi Tenggara yang ber ibukota di Kendari. Sulawesi Tenggara sendiri memiliki 15 kabupaten dan 2 kota. Tanjung Labora berada di salah satu kabupatennya yakni di Kabupaten Muna.

Perjalanan Menuju Tanjung Labora

Dari pusat kota Kendari memang memakan waktu cukup lama untuk sampai di Tanjung Labora karena Tanjung Labora memang berada berbeda pulau dengan pusat kota Kendari. Tanjung Labora berada di Pulau Muna, Kabupaten Muna, Lamorende, Tongkuno, Sulawesi Tenggara. Sehingga traveller membutuhkan waktu 10 jam berkendara dengan kendaraan roda 4 disambung dengan menyebrang laut dengan kapal feri.

Pantai Labora ini masih sangat bersih dan indah serta jauh dari sentuhan ‘usil’ tangan manusia. Hal ini disebabkan karena akses menuju ke tempat ini sulit dan bisa dibilang belum terlalu memadai. Dari jalan akses utama, traveller harus berjalan kaki menyusuri desa terpencil di dalam hutan agar bisa sampai tepat di pinggir Pantai Labora.

Sumber Gambar: Google Maps @daeng ode

Selama perjalanan menyusuri desa terpencil, traveller harus tetap berhati-hati karena akses jalan hanya setapak saja dan dipenuhi oleh ilalang serta pepohonan rindang dan pohon jambu mete yang mendominasi isi hutan tersebut. Selain itu, selama perjalanan traveller pun akan menemukan kera atau monyet berkeliaran. Tetap awasi barang bawaan kalian ya, Traveller!

Setelah berjalan melewati desa dan jalan setapak, traveller akan disuguhkan dengan pemandangan indah dari atas Tanjung Labora. Tepat dari atas Tanjung Labora, Traveller akan melihat keindahan Pantai Labora dengan hamparan pasir putih yang masih bersih serta panorama tebing yang menjulur di semenanjung pantai.

Sumber Gambar: Instagram @hamrin_tores

Selama di Tanjung Labora, Traveller bisa melakukan berbagai macam kegiatan disana. Hal pertama yang dapat dilakukan sesampainya di Labora misalnya memasang hammock untuk sekedar beristirahat ditemani angin yang silir semilir.

Sumber Gambar: Instagram @muqaddamsyam

Setelah beristirahat traveller dapat turun menuju Pantai Labora untuk sekedar berjalan di pinggir pantai, bermain pasir putih atau juga mencoba berenang dan snorkeling.

Sumber Gambar: Instagram @mela_amelia19

Tanjung Labora sendiri memang baru dibuka untuk umum sekitar tahun 2016. Sehingga, Labora masih tergolong destinasi wisata baru. Namun, pemerintah setempat sudah berniat untuk mengembangkan wisata Tanjung Labora lebih luas lagi karena ternyata Tanjung Labora memiliki terumbu karang yang masih alami.

TIPS saat berwisata di Tanjung Labora

Sekedar mengingatkan kepada traveller, sebaiknya berangkat menuju Tanjung Labora di pagi hari atau siang hari dan bergegas pulang pada sore hari. Hal ini karena masih minimnya pencahayaan di sepanjang perjalanan di dalam desa dan masih belum adanya tempat penginapan yang dekat dengan Tanjung Labora itu sendiri. Beberapa penginapan terdekat tergolong dalam kategori “rumah singgah” jaraknya sekitar 26 km sehingga harus menempuh waktu kurang lebih 1 jam perjalanan.

Berwisata di Tanjung Labora dimasa peralihan dari pandemi virus corona ini sangat cocok karena pengunjungnya yang masih sedikit sehingga tidak terjadi kerumunan dan suasanya sangat tenang. Namun, tetap harus melakukan protokol kesehatan ya, Travellers! Tetap menjaga jarak, mencuci tangan dan selalu kenakan masker demi keamanan diri kita sendiri dan juga pengunjung lain.

Jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya dan jangan biarkan diri kita mengotori Tanjung Labora yang masih alami ini ya, Travellers!

Selamat berlibur!