OUR NETWORK

Mengenal Kehidupan Suku Bajo di Pulau Papan Sulawesi Tengah

Source Image: Instagram @bachmidgading

Indonesia adalah negara yang beragam, terdiri dari berbagai suku dan buaya. Jika Suku Baduy terkenal dengan kehidupannya yang sederhana, lain lagi dengan Suku Bajo yang dikenal sebagai pelaut handal dengan kehidupan yang nomaden. Namun, secara perlahan kehidupan Suku Bajo sudah tidak senomaden nenek moyangnya, karena kini mereka banyak yang telah menetap di suatu tempat, salah satunya di Pulau Papan.

Mengenal Suku Bajo

Sumber: Instagram @denimmmm_

Menurut sejarah, Suku Bajo berasal dari Kepulauan Sulu, di wilayah Filipina Selatan. Cara hidup mereka yang nomaden, dengan berpindah-pindah tempat membawanya memasuki wilayah Indonesia, salah satunya di sekitar Pulau Sulawesi sejak ratusan tahun yang lalu. Dikenal sebagai suku bangsa pelaut, mayoritas Suku Bajo menggantungkan kehidupannya dari hasil laut, mulai dari nelayan, membuat perahu, hingga berburu ubur-ubur. Mereka pun dianugrahi dengan kemampuan berenang yang luar biasa, bahkan mayoritas Suku Bajo bisa menahan nafas selama beberapa menit ketika menyelam.

Pulau Papan yang Unik di Tengah Laut

Sumber: Instagram @bachmidgading

Kini Suku Bajo telah menyebar di wilayah Nusantara, beberapa di antaranya menetap di Pulau Papan. Setidaknya ada 200 orang suku Bajo yang tinggal dan menetap di Pulau Papan. Hunian Suku Bajo pun terbilang unik, seakan merepresentasikan kedekatan dengan laut, mereka membangun rumah-rumah secara terapung di atas lautan lepas. Semuanya saling tersambung dengan jembatan papan, bahkan jembatan itu juga terbentang sejauh 1 km menyambung ke Pulau Malenge, untuk menghubungkan warga Pulau Papan dengan pusat kelurahan dari wilayah setempat.

Sumber: Instagram @ddfauzan

Jembatan dan rumah-rumah tersebut terbuat dari papan yang terlihat sudah usang terbakar sinar matahari dan terkena guyuran air hujan, sama usangnya dengan bebatuan karang yang menyembul di sekitar Pulau Papan, sehingga menciptakan ilusi adanya kumpulan batuan karang raksasa di tengah laut. Deretan perahu-perahu juga terparkir rapi di Pulau Papan, yang seakan sudah menjadi bagian dari kehidupan Suku Bajo.

Keramahan Suku Bajo

Sumber: Instagram @moment_captchers

Pulau Papan memang menarik, ditambah lagi dengan keramahan suku Bajo, tempat ini pun sering kali menjadi tujuan wisatawan lokal mau pun mancanegara. Anak-anak Suku Bajo tak pernah segan untuk berkenalan dan bercengkrama dengan para wisatawan, sesekali mereka mengajak wisatawan untuk menaiki Puncak Batu Karang, titik tertinggi di Pulau Papan, untuk bermain atau hanya sekedar melihat pemandangan laut yang mempesona.

Sumber: Galeri Indonesia Kaya

Anak-anak Suku Bajo juga sering kali mengajak para wisatawan untuk berenang, menceburkan diri di laut yang seakan sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Tidak perlu khawatir, laut di sekitar Pulau Papan tidak terlalu dalam, namun tetap memiliki pesona yang cukup memukau.

Lokasi dan Cara Menuju ke Pulau Papan

Sumber: Instagram @gio_mandike

Pulau Papan berada di wilayah Kecamatan Talatako, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, masih termasuk ke dalam kawasan Tanam Nasional Kepulauan Togean (TNKT). Jaraknya memang cukup jauh dari Kota Palu, ibu kota Sulawesi Tengah, yakni sekitar 400 km dengan perjalanan darat yang bisa memakan waktu kurang lebih 8 hingga 9 jam, ditambah beberapa jam perjalanan laut.

Namun, perjalanan menuju ke Pulau Papan akan lebih singkat dengan menggunakan pesawat tujuan Kota Ampara. Dari lokasi tersebut, para wisatawan bisa melanjutkan perjalanan dengan menumpangi kapal cepat, kapal penumpang kayu, atau kapal feri, menuju ke Pulau Desa Wakai yang setiap hari berangkat sekitar pukul 10 hingga 11 pagi. Sesampainya di Pulau Desa Wakai, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan menggunakan speedboat menuju ke Desa Pulau Malenge, dan dari sana tinggal berjalan melewati jembatan papan untuk bisa sampai di Pulau Papan yang unik itu.

Tiket Masuk

Sumber: Instagram @gio_mandike

Para pengunjung tidak akan dipungut biaya tiket masuk untuk ke Pulau Papan. Sehingga mereka hanya perlu mengeluarkan uang untuk membayar biaya sewa perahu. Untuk fasilitas memang tidak terlalu memadai, namun para pengunjung masih bisa menumpang penggunaan toilet di rumah-rumah milik Suku Bajo di Pulau Papan.

Sumber: Instagram @atta_kasuma

Bagaimana, apakah kamu tertarik berlibur ke Pulau Papan? Dijamin, keramahan penduduk dan pesona yang disuguhkannya tidak akan membuatmu kecewa. Sebelum semuanya terlambat, segera siapkan hari liburmu dan rencanakan perjalanan menuju ke Pulau Papan yang menawan.

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…