OUR NETWORK

Pulau Seumadu, Aceh

Dengan wilayah yang dikelilingi laut, membuat Kota Lhokseumawe kaya akan objek wisata bahari, salah satu diantaranya adalah Pulau Seumadu yang merupakan bagian dari wilayah Desa Blang Naleung, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara. Pulau ini berada di lokasi strategis dan mudah dijangkau, sehingga menjadi alternatif masyarakat setempat dalam menghabiskan akhir pekan.

Sumber: Instagram @muhammadichsan002

Dahulu, saat masih sepi dari pengunjung, pulau ini memiliki nama Pulau Rancong atau Pantai Rancong. Kemudian datang sepasang suami istri yang mendirikan warung di kawasan pantai dan warung tersebut diberi nama ‘Seumadu’. Lama-lama nama Seumadu lah yang lebih populer dibandingkan Rancong sehingga pulau ini lebih dikenal dengan sebutan Pulau Seumadu.

Rute Menuju Pulau Seumadu

Untuk berkunjung ke Pulau Seumadu, bukan hal yang sulit, bahkan bagi mereka yang belum pernah berkunjung sekalipun, karena lokasinya hanya sekitar 12 km dari pusat Kota Lhokseumawe dan terdapat banyak sarana transportasi umum yang bisa dipilih, seperti angkot dan bus jurusan Bireuen.

Sumber: Instagram @sani_asmaulsani

Bagi yang menggunakan angkutan umum, sesampai perempatan Kompleks Perumahan PT Arun NGL dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jasa ojek atau becak motor. Jangan lupa untuk menawar terlebih dahulu, karena tidak ada tarif khusus untuk menuju ke tempat wisata.

Sumber: Instagram @ishak.kasim.5

Untuk mereka yang menggunakan kendaraan pribadi, dapat menyusuri rute arah Jalan Banda Aceh – Medan. Begitu sampai di gerbang Perumahan PT Arun NGL, belokkan kendaraan ke kiri dan 100 meter kemudian dapat dilihat tulisan “Selamat Datang di Pulau Seumadu”.

Pesona Pulau Seumadu

Hamparan pasir dengan air laut yang berwarna biru dan ombak yang tidak seberapa besar menjadi suguhan utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Seumadu. Jika beruntung, pengunjung juga dapat menjumpai nelayan yang sedang menebar jala di pinggiran pantai yang membuat pemandangan menjadi semakin bertambah indah. Begitu juga dengan perahu-perahu nelayan yang sekali waktu terlihat menghiasi lautan lepas.

Sumber: Instagram @riskasafrina21

Di hamparan pasir itulah wisatawan dapat bermain sepuas hati. Bila ingin mandi dan berenang, lautnya relatif aman karena tidak terdapat karang ditambah ombaknya yang tidak seberapa besar. Puas mandi dan bermain, pengunjung dapat beristirahat di pondok-pondok yang ada di pinggir pantai sambil menikmati semilirnya angin.

Bagi mereka yang tidak membawa bekal, tidak perlu cemas karena di kawasan pantai banyak dijumpai warung-warung yang menjual makanan dan minuman. Berbagai menu dapat dipesan di warung-warung tersebut. Namun yang menjadi favorit pengunjung, biasanya adalah Mie Aceh yang harganya relatif murah dengan rasa yang ‘wah’ karena rempah-rempahnya terasa lekat di lidah.

Sumber: Instagram @isuhaira

Satu yang kurang dari Pulau Seumadu adalah kesan gersang karena sedikitnya pepohonan. Dulu sebenarnya pernah dilakukan penghijauan di kawasan pantai. Tapi saat pohon-pohon yang ditanam mulai tumbuh besar, terjadi abrasi yang membuat roboh dan menghanyutkan pohon-pohon tersebut. Sehingga kini hanya tersisa beberapa batang yang tumbuh besar.

Meski terkesan gersang, Pulau Seumadu masih memancarkan keindahan yang membuat wisatawan betah untuk berlama-lama di sini, bahkan seolah tidak pernah bosan untuk kembali berkunjung.

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas

Pengunjung yang datang ke Pulau Seumadu dan membawa kendaraan pribadi, harus memarkir kendaraannya terlebih dahulu dengan membayar ongkos parkir sebesar Rp.5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp.10.000 untuk kendaraan roda empat.

Selanjutnya berjalan menuju jembatan yang di atasnya terdapat tulisan “Di sini Berlaku Syariat Islam. Buka Jam 9 Pagi, Tutup Jam 6 Sore. Pada hari jumat Buka Jam 2”. Saat akan menyeberangi jembatan itulah pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp.2.000 perorang.

Dengan harga tiket yang relatif murah, fasilitas yang disediakan bagi pengunjung memang relatif sederhana. Namun sudah lebih dari cukup karena tidak berbeda dengan fasilitas yang ada di tempat-tempat wisata pada umumnya.

Beberapa fasilitas yang tersedia diantaranya, area parkir yang luas, kamar mandi dan toilet yang jumlahnya cukup banyak, bangku-bangku dan pondok-pondok untuk tempat beristirahat, mushollah, warung-warung yang menyediakan aneka makanan dan minuman serta perahu bebek yang dapat dinaiki pengunjung secara gratis selama 15 menit.

Bagi pengunjung yang dari luar kota dan butuh tempat bermalam, di kawasan pantai memang tidak tersedia penginapan. Namun tidak jauh dari Pulau Seumadu banyak berdiri hotel dan losmen, seperti Selat Malaka Hotel, Pelita Hotel serta yang lain. Tarif hotel dan losmen tersebut bermacam-macam, mulai dari Rp.250.000 – Rp.700.000 permalam.

Comments

Loading...