OUR NETWORK

10 Tempat Wisata di Bangka Barat yang Tidak Boleh Terlewat

Memiliki pesona alam yang memikat dengan pantai-pantainya yang unik lewat pasir kuarsanya yang berwarna putih bersih serta batu-batu granik dengan berbagai bentuk yang menarik menjadikan Kabupaten yang beribukota di Muntok ini memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Inilah 10 tempat wisata di Bangka Barat yang tidak boleh terlewat.

Pantai Tanjung Kalian

Sumber: Instagram @rusmineross

Dengan jarak yang hanya 9 km dari pusat Kota Muntok membuat pantai ini menjadi destinasi wisata favorit masyarakat Muntok dan sekitarnya. Pengunjung yang datang ke sini tidak hanya dapat menikmati keindahan pantai yang memiliki pasir kuarsa berwarna putih kemerah-merahan, tapi juga melihat sejumlah situs bersejarah peninggalan masa lampau.

 

Sumber: Instagram @dessyinvita

Beberapa peninggalan bersejarah yang terdapat di pantai yang dulu kerap dikunjungi Presiden pertama RI, Soekarno ini diantaranya mercusuar setinggi 56 meter yang dibangun Belanda pada tahun 1862, bangkai Kapal Van Der Parra yang tenggelam pada Perang Dunia II karena dibom pasukan Jepang, serta Monumen Perang Dunia II yang dibangun untuk mengenang tenggelamnya Kapal SS Vyner Brook di Laut Muntok.

 Pantai Tanjung Ular

Sumber: Instagram @davit_kuan

Berhias pohon-pohon kelapa yang membentuk barisan memagari hamparan pasir yang berwarna putih kekuning-kuningan dengan lautnya yang tenang, menjadi daya pesona dari Pantai Tanjung Ular yang secara geografis menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Muntok ini. Penggemar diving dan snorkeling juga akan terpuaskan saat berkunjung ke pantai ini, karena kawasan perairannya dihiasi dengan terumbu karang yang masih terjaga serta berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.

 Pantai Siangau

Sumber: Instagram @dessyinvita

Berada di Desa Teluk Limau, Kecamatan Parit Tiga, Pantai Siangau tidak hanya menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, tapi juga menjadi tempat bersandarnya perahu-perahu nelayan usai mencari ikan. Karena itu, pengunjung yang datang kesini tidak hanya berkesempatan menikmati indahnya panorama pantai yang dihiasi batu-batu granit dengan berbagai bentuk dan ukuran, tapi juga dapat memborong ikan-ikan segar dari para nelayan.

 Pantai Batu Rakit

Sumber: Instagram @my_drone1902
Sumber: Instagram @annisaagstna

Memiliki panorama pantai yang indah dengan lokasi yang strategis dan hanya berjarak sekitar 6 km dari pusat kota Muntok, ditambah dengan fasilitas yang lengkap membuat Pantai Batu Rakit menjadi objek wisata pantai yang paling banyak dikunjungi di Bangka Barat. Beberapa fasilitas pendukung yang dibangun di pantai ini diantaranya adalah: taman bermain anak, gazebo, lapangan volley pantai, lapangan gasing, lapangan futsal, kamar mandi dan WC umum, Amphi Theatre, warung-warung serta penginapan.

 Aek Ketok

Sumber: phinemo

Objek wisata baru yang berlokasi di Kecamatan Muntok ini memadukan indahnya danau yang berasal dari bekas galian tambang timah dengan wisata kekinian berupa spot-spot foto instagramable yang dibangun di beberapa sudutnya. Danau dengan airnya yang berwarna biru tersebut menyuguhkan pemandangan yang eksotis karena dikelilingi oleh tanah yang berwarna coklat muda yang mirip dengan pasir, sehingga saat diabadikan ke dalam bahasa gambar mirip sebuah laguna yang besar.

Pesanggrahan Manumbing

Sumber: tourattractindonesia

Destinasi ini wajib dikunjungi karena menyimpan nilai-nilai sejarah. Dahulu pasca Agresi Militer Belanda, para pejuang kemerdekaan, seperti Soekarno, Hatta, Moh Roem, H. Agus Salim, Ali Sastroamidjojo, Surya Darma dan A. Gafar Pringgodigdo, ditangkap oleh Belanda dan diasingkan di Muntok serta ditempatkan di Pesanggrahan Manumbing.

 

Pengunjung yang datang ke sini dapat melihat secara langsung setiap sudut ruangan dari bangunan yang didirikan pada tahun 1928 tersebut, mulai dari ruang tamu, aula yang dulu dipakai untuk memenjarakan para tokoh bangsa, kamar Bung Karno sampai dengan mobil Ford Deluxe berplat nomor BN 10 yang dulu kerap digunakan Bung Hatta.

Pesanggrahan Muntok

Sumber: Instagram @bangkaterkini

Situs bersejarah lainnya yang ada di Bangka Barat adalah Pesanggrahan Muntok yang juga dikenal dengan sebutan Wisma Ranggam. Dibangun oleh perusahaan tambang timah Belanda, Banka Tin Winning (BTW) pada tahun 1827, bangunan pesanggrahan ini pernah ditempati Bung Karno setelah tidak tahan tinggal di Pesanggrahan Manumbing disebabkan suhu udaranya yang terlalu dingin.

 

Pesanggrahan Muntok juga merupakan lokasi serah terima Surat Kuasa Kembalinya Pemerintahan RI ke Jogjakarta pada Juni 1949 dari Ir. Soekarno ke Sri Sultan Hamengkubuwono. Konsep surat tersebut dibuat oleh Bung Hatta dan diketik Abdul Gafar Pringgodigdo.

Masjid Jamik dan Kelenteng Kong Fuk Miau

Sumber: cnnindonesia

Dua bangunan tempat ibadah ini menarik untuk dikunjungi bukan hanya karena menjadi cermin dari

tingginya toleransi antar ummat beragama di Indonesia, tapi juga karena keduanya merupakan bangunan tempat beribadah tertua di Pulau Bangka.

 

Masjid Jamik dibangun pada tahun 1883 pada masa Pemerintahan Tumenggung Karta Negara II, sedang Kelenteng Kong Fuk Miao dibangun pada tahun 1800 dengan dana dari hasil gotong royong para pekerja tambang timah keturunan Tiongkok.

Bukit Pala

Sumber: Instagram @aepramdan
Sumber: Instagram @arisiapinson

Berada di atas puncak bukit yang menjadi bagian dari Desa Teluk Limau Kecamatan Parttitiga, Bukit Pala menyuguhkan indahnya pemandangan yang dilihat dari atas ketinggian dengan latar belakang pemandangan pantai dan lautan lepas. Untuk menambah daya tarik objek wisata yang terbilang masih baru ini, pihak pengelola juga menyiapkan sejumlah spot-spot foto yang menarik, seperti spot foto berbentuk sarang burung raksasa, gardu pandang berbentuk perahu, serta yang lain.

Batu Belah

Sumber: bangkabaratkab.go.id

Keajaiban alam ini berada di Bukit Manumbing yang merupakan bagian dari Kampung Balai, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok. Bentuknya berupa dua batu besar yang bertumpuk menjadi satu dengan bentuk bagian atas menyerupai buritan kapal. Terdapat pula bentuk alur-alur yang menyerupai polka (tempat untuk mengikat terpal) sehingga batu ini terlihat unik dan menarik.

Comments

Loading...