OUR NETWORK

10 Tempat Wisata di Nias Barat yang Tidak Boleh Terlewat

Meski baru terbentuk pada 26 Mei 2009 hasil pemekaran dari Kabupaten Nias, salah satu kabupaten di Sumatera Utara yang ibukotanya di Lahomi ini tampak serius dalam menggarap sektor pariwisata.

Harapan untuk dapat mendongkrak perekonomian melalui sektor pariwisata ditunjukkan dengan melakukan tata ulang terhadap 10 objek wisata di awal Kabupaten Nias Barat berdiri. Selanjutnya pemerintah kabupaten berusaha mendatangkan para investor untuk mengelola objek-objek pariwisata yang ada.

Semua dilakukan karena Pemkab Nias Barat menyadari besarnya potensi wisata yang ada di daerah mereka yang ditandai dengan banyaknya objek-objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Diantara sekian banyak objek wisata tersebut, inilah 10 tempat wisata yang tidak boleh terlewat saat berkunjung ke Nias Barat.

Pantai Sirombu

Sumber: Instagram @petrarosjuwita

Meski pernah diluluhlantakkan oleh gelombang Tsunami, keindahan Pantai Sirombu sedikitpun tidak pudar. Bahkan, kawasan yang ada di sekitar pantai seolah baru bersolek, sehingga kecantikannya semakin menawan.

Pantai yang memiliki gelombang besar ini tidak hanya menyuguhkan panorama alam yang menawan, tapi juga tempat yang ideal bagi mereka yang menggemari aktifitas berselancar. Sedang bagi mereka yang hanya ingin menikmati indahnya alam, jangan lewatkan momen tenggelamnya matahari pada senja hari, karena keindahan sunset yang dilihat dari Pantai Sirombu, sulit untuk ditandingi.

Pantai Fari’i

Sumber: Instagram @imanhalawaa

Pantai Fari’i merupakan sebuah pantai yang terletak di sebuah pulau kecil yang menjadi bagian dari wilayah Desa Himberua Na’a Kecamatan Sirombi. Untuk mencapai pantai ini, pengunjung dapat menyewa perahu nelayan atau menyeberanginya dengan berjalan kaki pada saat air laut sedang surut.

Pantai yang menjadi spot favorit untuk memancing ini memiliki keindahan alam yang luar biasa lewat hamparan pasirnya yang luas berhias pondok-pondok kecil berselang-seling dengan barisan pohon cemara.

Pantai Gu’u

Sumber: Instagram @imanhalawaa

Melihat aktifitas para nelayan saambil membeli ikan-ikan hasil tangkapan mereka menjadi aktifitas utama saat menginjakkan di Pantai Gu’u, karena di pantai inilah nelayan-nelayan melabuhkan kapal-kapal mereka.

Selain itu, menikmati keindahan alam menjadi bonus yang diberikan Pantai Gu’u kepada wisatawan. Terlebih saat matahari akan tenggelam, keindahan sunset berhiaskan perahu-perahu nelayan di tengah lautan menjadi lukisan alam yang sempurna keindahannya.

Pantai Tureloto

Sumber: Instagram @junlase

Inilah “Laut Mati”nya Indonesia, karena fenomena sebagaimana yang ada di Laut Mati yang ada di Timur Tengah juga dapat dijumpai di sini. Fenomena tersebut adalah tingginya kandungan garam sehingga siapapun yang berenang di permukaan air laut, tidak akan pernah tenggelam meskipun  tanpa menggunakan pelampung.

Tidak hanya itu saja daya tarik dari Pantai Tureleto, tapi juga panorama pantai dan taman bawah lautnya. Pantainya yang berhias batu-batu karang berwarna hitam, akan membuat wisatawan terpukau dan serasa di tempat yang asing. Sedang taman bawah lautnya yang dipenuhi terumbu karang dengan air laut yang jernih, menjadi surga bagi para pecinta snorkeling.

Pulau Asu

Sumber: Instagram @sarma_sirait

Salah satu pulau terluar di Indonesia sekaligus objek wisata paling indah di Nias Barat adalah Pulau Asu yang merupakan bagian dari kepulauan Hinako. Pulau dengan luas sekitar 18 km2 ini menjadi surga bagi para wisatawan karena tidak hanya menyuguhkan keindahan yang luar biasa tapi juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk melakukan berbagai macam aktifitas yang menyenangkan.

Kawasan perairannya yang dipenuhi  banyak ikan dengan berbagai jenis, menjadi spot yang menyenangkan untuk memancing. Alam bawah lautnya yang dihiasi terumbu karang menjadi surga bagi penggemar diving dan snorkeling.

Ombak di pantai Pulau Asu juga sangat menantang untuk dipakai surfing karena memiliki panjang mencapai 200 meter dengan ketinggian hingga 7 meter. Begitu juga dengan keindahan kawasan pulaunya, sangat menarik untuk dijelajahi bagi penggemar trecking.

Pulau Hinako

Sumber: Instagram @chelnessa
Sumber: Instagram @inriyatni_ginting

Pulau Hinako merupakan pulau terbesar yang ada di gugusan Kepulauan Hinako di Nias Barat. Setali tiga uang dengan Pulau Asu, keindahan dari Pulau Hinako sulit untuk ditandingi oleh objek-objek wisata yang lain. Tidak heran jika pulau ini juga kerap dikunjungi oleh turis-turis mancanegara.

Seperti halnya Pulau Asu, berbagai aktifitas menyenangkan dapat dilakukan di sini, mulai dari trecking, memancing, diving, snorkeling dan tentunya surfing karena Pulau Hinako memiliki ombak yang sangat besar mengingat kawasan laut pulau ini berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.

Pulau Bogi

Sumber: Google

Surga bawah laut lainnya yang ada di Nias Barat adalah Pulau Bogi. Dengan air lautnya yang jernih, membuat keindahan terumbu karang serta ikan yang berwarna-warni dapat dilihat dengan jelas dari atas permukaan air di sepanjang pesisir pulau.

Air laut yang jernih, hamparan terumbu karang yang masih alami, ikan yang berwarna-warni dan beragam biota laut dengan bentuknya yang unik, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar diving dan snorkeling. 

Desa Bawomataluo

Sumber: Instagram @markus_harefa_14

Desa wisata yang berada di wilayah kecamatan Teluk Dalam ini hanya seluas 5 hektar dan berada pada ketinggian 270 meter dpl. Suasana berbeda akan dirasakan wisatawan begitu memasuki kawasan desa karena ditandai oleh batu berundak alias tangga beton yang mirip dengan kuburan bertingkat.

Wisatawan harus melewati 7 tingkat di bagian pertama dan 70 tingkat di bagian kedua. Selanjutnya akan dapat disaksikan rumah-rumah adat milik penduduk yang posisinya saling berhadap-hadapan berjarak 4 mater.

Pada bagian tengah kompleks perumahan, terdapat susunan batu yang berada di area terbuka. Batu itulah yang digunakan untuk upacara-upacara adat dan kegiatan ritual, salah satunya upacara Lompat Batu yang pernah menghiasi pecahan mata uang Rp.5.000.

Berkunjung ke Desa Bawomataluo akan memberikan sensasi tersendiri, karena kehidupan masyarakat di desa ini masih menjunjung tinggi adat dan budaya yang diwariskan leluhur. Itu sebabnya Desa Bawomataluo dinominasikan sebagai World Heritage Coenvention oleh UNESCO.

Air Terjun Luaha Ndroi

Sumber: Instagram @ririsapoetra

Tidak hanya pantai dan pulau yang menawan, Nias Barat juga memiliki wisata air terjun yang memukau, yakni Air Terjun Luaha Ndroi yang berada di Desa Dulolo, Kecamatan Alasa. Dikelilingi oleh pepohonan yang rindang, menjadikan air terjun ini tidak saja indah, tapi juga alami.

Satu hal yang menarik dari air terjun ini adalah bentuknya yang terdiri dari beberapa tingkat. Di setiap tingkatannya memiliki ketinggian jatuhnya air sekitar 4 meter dengan lebar sekitar 6 meter dan kolam alam sedalam 50 cm – 5 meter.

Karena bentuknya yang berundak dan jatuhnya air tidak terlalu tinggi itulah membuat wisatawan aman untuk mandi dan berenang, bahkan dapat meletakkan kepala tepat dibawah jatuhnya air.

Museum Pusaka Nias

Sumber: Instagram @dooleeyeong

Bagi mereka yang memiliki minat terhadap sejarah dan budaya, Museum Pusaka Nias wajib untuk dikunjungi. Karena museum yang berdiri sejak tahun 1972 ini menyimpan berbagai macam benda seni, budaya dan sejarah masyarakat Nias.

Di dalam museum yang terdiri atas 4 pavilliun tersebut, pengunjung dapat melihat dan belajar tentang benda-benda bersejarah lewat sejumlah koleksi arkeologi, etnografi, biologi, senirupa serta terdapat satu pavilliun khusus yang menyimpan koleksi batu-batu granit.

Comments

Loading...