OUR NETWORK

10 Tempat Wisata di Tanjungbalai yang Pas untuk Memanjakan Diri

Lima kali dinobatkan sebagai “Kota Terbersih se-Indonesia” dan mendapat Anugerah “Adipura” menjadi modal tersendiri bagi Tanjungbalai untuk mendatangkan wisatawan. Ditambah lagi dengan panorama alamnya yang mempesona, membuat kota yang berada di tepi Sungai Asahan ini menjadi tempat yang pas untuk memanjakan diri. Untuk mengetahui daya tarik dari kota ini, berikut 10 tempat wisata favorit di Tanjungbalai.

Rafting Sungai Asahan

Sumber: Instagram @tobasaparhiteanrafting
Sumber: Instagram @farizradzi

Tidak banyak yang tahu bahwa Sungai Asahan ternyata merupakan lintasan arung jeram terbaik ke-3 di dunia di bawah Sungai Colorado, Amerika Serikat dan Sungai Zambesi di Afrika. Hal tersebut disebabkan karena arus Sungai Asahan memiliki kecepatan luar biasa dan berlangsung terus menerus dengan debit air sampai dengan 120 meter3/detik.

Derasnya arus dari sungai yang memiliki kedalaman rata-rata 5 meter ini membentuk rute dengan tingkat kesulitan level 4 – 5 ( pada skala 1 – 6), sehingga Sungai Asahan pun terpilih sebagai lintasan arung jeram kelas dunia yang cocok bagi tingkat profesional.

Lapangan Sultan Abdul Jalil

Sumber: Google

Tempat yang juga dikenal dengan sebutan Lapangan Pasir Tanjungbalai ini merupakan tempat rekreasi murah bagi masyarakat sekitar, karena pada malam hari lapangan ini digunakan masyarakat untuk berkumpul dan melakukan berbagai aktifitas.

Lapangan yang bagian tengahnya berhias podium dengan relief cangkang kerang ini menjadi menarik untuk dikunjungi pada malam hari, karena pada saat itu keindahan Kota Tanjungbalai terlihat sempurna lewat sorotan cahaya lampu yang terpasang di sekeliling lapangan.

Jembatan Tabayang

Sumber: Instagram @rangganugraha2011

Berdiri kokoh di atas Sungai Asahan, jembatan sepanjang 600 meter yang dibangun pada tahun 2008 ini menjadi destinasi yang menarik karena dari atas jembatan kita dapat menikmati aliran Sungai Asahan serta hijaunya pepohonan yang ada di sepanjang pinggiran sungai.

Tidak hanya pagi hingga sore hari, pada malam haripun tempat ini ramai dikunjungi, utamanya oleh anak-anak muda, karena sorot lampu yang terpasang di beberapa bagian tubuh jembatan menciptakan suasana yang romantis.

Istana Asahan

Sumber: Google

Bagi penggemar wisata sejarah tentu tidak akan melewatkan tempat yang satu ini karena  Istana Asahan akan memberikan gambaran keberadaan Kesultanan Asahan yang berdiri sekitar tahun 1630.

Bangunan yang berdiri di Jalan Bendang, Sei Raja, Kecamatan Tualang Raso ini sebenarnya hanya merupakan replika dari Istana Asahan yang dibangun pada tahun 2010, karena bangunan Istana Asahan asli yang dibangun pada tahun 1888 telah dirobohkan oleh pengembang pada tahun 1970 untuk perluasan bangunan gedung bertingkat.

Namun demikian, bangunan yang ada sekarang sudah cukup mewakili keberadaan istana yang asli karena gaya arsitekturnya dibuat sama persis, mulai dari struktur bangunannya yang berlantai dua, dua kubah yang ada di atasnya sampai dengan bagian dalam istana yang terbagi atas 3 ruang, yaitu bangunan induk serta bangunan sayap kanan dan sayap kiri.

Pulau Besusen

Sumber: Google

Pulau kecil seluas 25 hektar yang berada di tengah Sungai Asahan ini merupakan bagian dari wilayah Kelurahan Selat Tanjung Medan, Kecamatan Datuk Bandar Timur. Keindahan panorama alam yang ada di Pulau Basusen, terutama keindahan sunsetnya pada saat senja, membuat Pemkot Tanjungbalai tertarik untuk mengembangkan wisata air di Pulau Basusen.

Tidak tanggung-tanggung, begitu ditetapkan sebagai destinasi wisata pada tahun 2017, Pemkot Tanjungbalai menggelontorkan anggaran sebesar Rp.100 milyar untuk membangun sarana-prasarana dan berbagai fasilitas wisata. Sehingga kini, Pulau Basusen pun menjadi semakin menarik untuk dikunjungi, meski sarpras dan fasilitasnya sebagian masih dalam proses pembangunan.

Vihara Tri Ratna

Sumber: Instagram @viharatriratna

Objek wisata religi yang diresmikan pada 3 November 1984 ini berlokasi di Jalan Asahan, Kelurahan Indrasakti yang merupakan kawasan waterfront city Kota Tanjungbalai. Vihara yang memiliki gedung berlantai 6 ini  mampu melayani 2000 lebih jemaat yang ada di Tanjungbalai.

Dengan arsitektur bercorak tradisional China layaknya bangunan vihara yang lain, ditambah keberadaan patung Buddha setinggi 6 meter yang berdiri megah di lantai 6, membuat Vihara Tri Ratna tidak hanya dikunjungi oleh mereka yang ingin melaksanakan ibadah, tapi juga oleh wisatawan yang tertarik dengan keindahan dari bangunan vihara.

Kelenteng Dewi Samudera

Sumber: Instagram @nasirzhang

Satu lagi objek wisata religi di Tanjungbalai yang memiliki daya tarik tersendiri adalah Kelenteng Dewi Samudera atau Kelenteng Ma Co Po yang lokasinya tidak seberapa jauh dari Vihara Tri Ratna.

Tempat beribadah umat Tri Dharma yang diresmikan pada 18 April 2009 ini dibangun dengan dana yang cukup besar. Itu sebabnya bangunan kelenteng terlihat sangat megah dan sangat indah dengan arsitektur bergaya China yang menarik perhatian siapapun yang lewat di sekitarnya.

Masjid Raya Sultan Ahmadsyah

Sumber: Instagram @sofyanhady27

Berdiri di atas lahan seluas 10.000 meter2 dengan bangunan seluas 1000 meter2, Masjid Raya Sultan Ahmadsyah merupakan landmark bersejarah karena dibangun pada tahun 1886. Masjid warisan Kesultanan Asahan ini terletak di JL. Masjid, Kelurahan Indra Sakti,  Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

Masjid ini menjadi saksi bisu perjalanan Kesultanan Ahmadsyah sejak berdiri hingga terejadinya kerusuhan sosial pada bulan Maret tahun 1946 yang menghancurkan seluruh kesultanan yang ada di wilayah Sumatera termasuk Kesultanan Asahan. Dalam kerusuhan tersebut  73 orang dari keluarga istana tewas dan dikuburkan di halaman masjid ini.

Taman Pesona Asri Water Boom

Sumber: foursquare

Berdiri pada tahun 2010, Taman Pesona Asri Water Boom menempati area seluas 2 hektar memiliki kolam dengan kedalaman yang bervariasi, yaitu 40 cm, 60 cm dan 80 cm yang dilengkapi dengan berbagai macam wahana permainan air, seperti tong tumpah, seluncur air, seluncur spiral serta yang lain.

Objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dari luar Tanjungbalai ini juga dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas seperti area parkir yang luas, flying fox, time zone, kantin, karaoke keluarga, panggung hiburan, penginapan keluarga serta yang lain.

Pajak Ikan Bosar

Sumber: Google

Wisata belanja yang mengasyikkan tidak hanya di mall saja, tapi juga di pasar ikan sebagaimana di Pajak Ikan Bosar yang merupakan tempat pelelangan ikan sekaligus pasar ikan paling besar di Tanjungbalai. Di sini pengunjung bisa memilih, menawar dan  membeli berbagai jenis ikan, udang, cumi, kerang dan produk laut yang lain sehingga proses jual – beli menjadi aktifitas yang menyenangkan.

Menariknya lagi, ikan-ikan yang dijual di Pajak Ikan Bosar sebagian merupakan ikan dengan kualitas terbaik dan menjadi komoditas ekspor. Di sini juga dapat dijumpai berbagai jenis ikan asin yang tidak dijual di tempat lain seperti ikan asin manyun yang terkenal, udang asin, ikan teri medan serta yang lain.

Comments

Loading...