OUR NETWORK

10 Tempat Wisata Favorit di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro yang biasa disingkat Sitaro ini merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Utara. Tanahnya yang subur, membuat kabupaten yang beribukota di Ondong Siau ini kaya akan hasil pertanian dan perkebunan, begitu juga dengan perairannya, mampu mengekspor tidak kurang dari 6000 ton/tahun meski hanya dikelola secara tradisional.

Melimpahnya kekayaan alam tersebut, membuat Sitaro juga memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata. Banyak objek-objek wisata menawan di Kabupaten ini dan 10 tempat wisata favorit yang ada di Sitaro adalah sebagai berikut:

Pulau Mahoro

Sumber: Instagram @arsip_alam

Meraih penghargaan wisata Nasional dari Kementrian Pariwisata pada acara Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 untuk kategori “Surga Tersembunyi Terpopuler 2018” menjadi bukti betapa moleknya Pulau Mahoro. Keindahan pulau ini juga membuat salah satu acara televisi di Korea bertajuk “Law of The Jungle” menjadikannya sebagai lokasi pengambilan gambar.

Keindahan Pulau Mahoro memang sulit untuk diungkap dengan kata-kata, baik kawasan darat maupun perairannya. Kawasan daratnya tidak hanya dipercantik oleh hamparan pasir putih yang bersih dari sampah, tapi juga bebukitan berhiasi gua-gua yang dijadikan tempat membuat sarang oleh burung-burung walet.

Sedang untuk kawasan perairan, air lautnya yang jernih dihiasi oleh terumbu karang dan beragam jenis ikan serta biota laut lainnya. Terumbu karang yang ada di sini, sudah dapat dinikmati hanya sejauh 3 meter dari bibir pantai dan pada kedalaman 1 meter.

Pulau Makalehi

Sumber: instagram @farly_ed

Salah satu pulau terluar yang menjadi batas Indonesia dengan negara lain ini juga tidak kalah memukau dari Pulau Moharo. Di kawasan Pulau Masehi, wisatawan dapat menjumpai danau eksotis yang bentuknya mirip dengan jantung sehingga dinamakan “Danau Love”. Selain itu juga terdapat situs gua prasejarah yang menyimpan tengkorak-tengkorak manusia.

Pada kawasan perairannya, Pulau Makalehi boleh diadu dengan Pulau Mahoro, karena juga memiliki air laut yang jernih berhias terumbu karang yang menjadi tempat hidup berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.

Pulau Pahepa

Sumber: Google

Satu lagi pulau di Sitaro yang dianugrahi keindahan alam yang menakjubkan adalah Pulau Pahepa yang letaknya tidak jauh dari Pulau Mahoro dan menjadi bagian dari Kecamatan Siau Timur Selatan.

Pulau yang memiliki pantai eksotis dan rindang oleh hijaunya pepohonan ini bakal membuat betah wisatawan dengan udaranya yang sejuk. Terlebih mereka yang memiliki hobby diving dan snorkeling, karena kawasan perairannya memiliki taman bawah laut yang memukau.

BACA JUGA: Suka Ke Pantai? Intip 10 Wisata Eksotis di Natuna

Pantai Air Panas Temboko Lehi

Sumber: Instagram @irtonpaez

Pantai yang menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Siau Barat ini terbilang unik, karena merupakan satu-satunya pantai berair panas di Indonesia. Panasnya suhu air yang ada di pantai ini, membuat telur yang diletakkan ke dalam air akan matang dengan sendirinya.

Hal itulah yang membuat tidak adanya ikan yang berenang di kawasan perairan. Wisatawanpun tidak boleh sembarangan masuk ke area perairan karena cukup berbahaya. Jika ingin mandi, telah tersedia sebuah bak permandian yang airnya tidak terlalu panas dan digunakan oleh warga setempat untuk mandi setiap hari.

Panasnya suhu air di Pantai Temboko Lehi ini disebabkan karena  lokasi pantai berada di kaki gunung berapi Karengetang yang masih aktif. Hal itulah yang membuat air di sepanjang garis pantai memiliki suhu yang panas.

Pantai Tanganga

Sumber: Google

Garis pantai yang panjang berhias pasir berwarna putih kekuning-kuningan menjadi suguhan yang sedap untuk dipandang. Apalagi ditambah dengan air lautnya yang kebiru-biruan serta bebukitan yang memagari kawasan pantai.

Pantai Tanganga menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Sitaro, selain karena keindahan pantainya juga karena lokasinya yang relatif mudah untuk dijangkau. Wisatawan yang datang dari Kota Ondoong yang menjadi ibukota Sitaro, dapat menempuh perjalanan selama 45 menit untuk tiba di lokasi, sedang untuk yang berangkat dari Ulu butuh waktu sekitar 1 jam.

Sayangnya masih belum ada trayek angkutan umum yang menuju atau melewati Pantai Tanganga, sehingga harus membawa kendaraan pribadi atau memanfaatkan jasa ojek dengan ongkos sekitar Rp.25.000.

Pantai Kalihiang

Sumber: Instagram @steven_aling

Hamparan pasir putih yang terbentang luas di Pantai Kalihiang, membuat wisatawan bebas beraktifitas apapun saat berkunjung ke sini. Airnya  yang jernih berwarna kebiru-biruan juga menggoda siapapun untuk mandi dan berenang.

Jika malas untuk beraktifitas, pantai yang terletak di Kecamatan Siau Timur Selatan ini menawarkan pemandangan yang memukau, karena saat memandang lautan, akan tampak gugusan pulau-pulau kecil serta perahu-perahu nelayan yang dipermainkan ombak.

Pulau Manupitaeng

Sumber: Google

Dua pantai yang eksotis bakal ditemui wisatawan di pulau tidak berpenghuni yang bentuknya memanjang ini. Kedua pantai tersebut adalah Pantai Manupitaeng di sisi Timur dan Pantai Masare di sisi Barat. Pulau ini juga menjadi rumah bagi Burung Malea, yang merupakan burung endemik di Sulawesi.

Meski menarik untuk dikunjungi, butuh biaya yang tidak sedikit untuk bisa sampai ke Pulau Manupitaeng, karena satu-satunya sarana transportasi hanya speedboat yang biaya sewanya sekitar Rp 750 ribuan untuk yang berkapasitas 5 -6 orang dan Rp 1,5 – Rp.2. jutaan untuk yang berkapasitas 15 – 20 orang.

Danau Kapeta

Sumber: Instagram @criboitoy

Berada di wilayah Kampung Mburake, Kecamatan Siau Barat Selatan, danau yang berada di tengah hutan ini memiliki ukuran yang tidak seberapa besar. Pemandangan yang disuguhkanpun, meski cukup menawan namun tidak seeksotis Danau Cinta yang ada di Pulau Makalehi.

Namun demikian Danau Kapete menarik untuk dikunjungi karena kawasan hutan yang ada di danau ini merupakan satu-satunya rumah bagi hewan endemik mungil yang bernama Tarsius Tumpara.

Balirangeng

Sumber: Instagram @christytaniakamponang

Balirangeng adalah nama sebuah teluk yang dikelilingi pemandangan yang eksotis. Berdiri di hamparan pasir putih pantainya seperti memanjakan mata lewat gugusan pulau-pulau kecil yang ada di tengah laut, lalu lalang kapal-kapal yang keluar masuk Pelabuhan Ulu serta Gunung Api Karangetang yang berdiri di kejauhan.

Balarangeng juga dikenal dengan Patung Yesus Kristus berwarna putih. Patung dengan posisi tubuh membentangkan tangan ini berukuran raksasa, sehingga penumpang-penumpang kapal yang melintas di kawasan perairan Balarangeng, dapat melihat dengan jelas keberadaan patung tersebut.

Gunung Api Karangetang

Sumber: Instagram @polo_dundang

Gunung berapi aktif yang memiliki ketinggian 1.820 meter dpl ini menarik untuk dikunjungi, utamanya oleh mereka yang menyukai wisata adventure, karena dari atas ketinggiannya dapat dinikmati pemandangan eksotis yang tidak dijumpai di tempat-tempat lain, mulai dari rumah-rumah warga yang menempel pada tebing dan lereng gunung hingga pulau-pulau yang bertebaran di tengah lautan.

Satu hal yang menarik dari Gunung Karangetang adalah banyaknya tanaman pala yang ditanam oleh penduduk, mulai dari lereng hingga mendekati puncak gunung. Tanaman yang memenuhi badan Gunung Karangetang tersebut menghasilkan pala dengan kualitas terbaik di dunia.

Comments

Loading...