OUR NETWORK

10 Tempat Wisata Populer di Padang Lawas

Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang beribukota di Sibuhuan memiliki cukup banyak objek wisata, utamanya wisata alam. Namun sayang, belum semua objek wisata yang ada dikelola dengan serius oleh pemerintah, sehingga PAD yang diperoleh dari sektor pariwisata masih kalah dari sektor-sektor yang lain, seperti pertanian dan perikanan.

Padahal jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin sektor pariwisata akan menggeser  sektor-sektor yang lain mengingat besarnya potensi yang dimiliki oleh objek-objek wisata tersebut.

Diantara sekian banyak objek wisata tersebut, inilah 10 tempat wisata yang populer di Kabupaten Padang Lawas.

Danau Gayambang

Sumber: Instagram @ahmadsarkawireal_23

Berlokasi di Desa Ujung Batu, Kecamatan Sosa, Danau Gayambang menawarkan keindahan tersendiri dengan luasnya sekitar 35 hektar. Hamparan air yang dikelilingi pepohonan rindang tidak saja menyuguhkan keindahan tapi juga suasana romantis, sehingga mengundang banyak pasangan muda untuk berkunjung ke sini. Selain itu, mereka yang datang bersama keluarga juga tidak sedikit.

Meski belum dikelola secara serius oleh pemerintah, Danau Gayambang sudah sejak lama mengundang perhatian masyarakat setempat. Mereka yang datang ke sini ada yang bermaksud untuk memancing, mencari tempat yang tenang untuk rekreasi serta tujuan yang lain termasuk menjadikan keindahan Danau Gayambang sebagai lokasi pengambilan gambar pre-wedding.

Aek Milas Paringgonan

Sumber: Instagram @jelajahsumut

Aek Milas memiliki arti “Air Panas” sedang Paringgonan merupakan nama Desa tempat pemandian air panas ini berada yang merupakan bagian dari wilayah kecamatan Ulu Barumun.

Dengan lokasi di atas bukit kecil yang dikelilingi pohon-pohon karet, membuat pengunjung semakin dimanjakan, karena selain dapat mandi dengan air hangat di kolam yang luas, mereka juga bisa menikmati indahnya alam dari atas ketinggian bukit.

Aek Siraisan

Sumber: Instagram @raveah_nasution

Objek wisata ini merupakan sebuah sungai yang membelah Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun. Karena memiliki air yang jernih ditambah pemandangan sekitar yang masih alami dengan dikelilingi bukit-bukit dan pepohonan hijau, membuat Aek Siraisan pada hari-hari libur banyak didatangi pengunjung dari luar kota. Sedang pada hari-hari biasa, sungai ini dipakai untuk mandi oleh masyarakat sekitar.

Air Terjun Katobung

Sumber: Instagram @yenrisno_yusuf_said

Sebagaimana umumnya wisata air terjun, medan yang sulit juga harus dilewati untuk dapat mengunjungi Air Terjun Katobung yang ada di Desa Salambue, Kecamatan Batang Lubu Sutam yang merupakan daerah perbatasan antara Kabupaten Padang Lawas dengan kabupaten Rokan Hulu.

Bedanya, jika wisata air terjun yang lain pada umumnya harus melewati hutan belantara, maka Air Terjun Katobung dapat dituju dengan menyusuri Sungai Papaso yang lebarnya antara 3 – 4 meter. Perjalanan tersebut dapat ditempuh dengan menggunakan sampan yang membutuhkan waktu sekitar 1 jam atau menggunakan boat jika ingin lebih cepat.

Perjalanan yang cukup melelahkan tersebut akan tertebus begitu sampai di lokasi, karena keindahan air terjun yang tingginya hanya sekitar 3 meter ini akan membuat siapapun terpukau. Begitu juga dengan airnya yang jernih, seolah mengundang pengunjung untuk mandi.

Aek Hapung

Sumber: Instagram @daekhyun7281

Objek wisata alam ini berupa sungai yang airnya jernih berhias batu-batu dengan berbagai bentuk dan ukuran di sepanjang alirannya serta dilingkupi oleh pepohonan yang menyuguhkan keindahan yang luar biasa.

Sungai ini ada yang menyebutnya Aek Hapung karena berlokasi di Desa Hapung ada juga yang menamainya Aek Sosa karena berada di Kecamatan Sosa. Pada hari-hari biasa, sungai ini dipakai oleh masyarakat sekitar untuk mandi, namun pada saat liburan menjadi objek wisata karena banyak dikunjungi wisatawan dari luar kota.

Pada saat liburan itulah masyarakat setempat utamanya muda-mudi memberdayakan Aek Hapung dengan menarik tiket masuk kepada para pengunjung sebesar Rp5.000. Disaat itu pula penduduk sekitar ada yang menjadi tukang parkir atau berjualan berbagai jenis makanan dan minuman untuk melayani wisatawan.

Candi Sangkilon

Sumber: Instagram @pesonatabagsel

Bagi penggemar wisata sejarah, akan terpuaskan saat berkunjung ke Padang Lawas, karena cukup banyak situs-situs bersejarah yang ada di Kabupaten ini, salah satunya adalah Candi Sangkilon yang terletak di  Desa Sangkilon, Kecamatan Lubuk Barumun.

Kompleks candi Buddha ini terletak di tengah area persawahan yang dibatasi tembok berkeliling dengan reruntuhan pintu gerbang terletak di sisi Utara, menghadap ke arah Sungai Sangkilon yang jaraknya sekitar 20 – 30 meter.

Bangunan candi terdiri atas bangunan induk berukuran 11 x 11 meter setinggi 3,1 meter serta 3 buah candi yang ukurannya lebih kecil. Berdasarkan prasasti yang terbuat dari lempengan emas berukuran 5 x 14 meter yang kini tersimpan di Museum Nasional, Candi Sangkilon dibangun sekitar abad XIV.

Candi Tandihat

Sumber: Instagram @exploretabagsel

Situs sejarah lainnya di Padang Lawas yang menarik untuk dikunjungi adalah Candi Tandihat yang ada di Desa Tandihat Kecamatan Barumun Tengah. Situs ini terdiri atas 3 kompleks percandian yaitu Candi Tandihat I yang terdiri atas satu bangunan induk dan 5 candi pewara, Candi Tandihat II yang terdiri atas satu bangunan induk, candi pewara yang tertutup oleh tanah, makara serta 3 buah arca perunggu. Khusus untuk arca perunggu, saat ini disimpan di Museum nasional.

Untuk Candi Tandihat III letaknya di Desa Gunung Manaon kecamatan Barumun Tengah yang juga dikenal dengan sebutan Candi Longung. Di dalam kompleks candi terdapat bangunan candi induk, candi pewara serta stamba berukuran besar.

Candi Sipamutung

Sumber: Instagram @habib_hasnan

Diantara situs-situs candi yang ada di Padang Lawas, Candi Sipamutung merupakan kompleks candi terbesar yang menempati lahan seluas 100 hektar. Candi bercorak Buddha ini merupakan peninggalan Kerajaan Pannai yang kini berada di wilayah Desa Siparau Kecamatan Barumun Tengah.

Bangunan utama dari candi yang didirikan sekitar abad XI ini terbuat dari batu bata berukuran 74 x 74 meter yang terdiri atas 1 bangunan utama, 6 candi pewara serta 16 stupa. Penelitian terhadap Candi Sipamutung sudah dilakukan sejak abad XIX oleh para ilmuwan Belanda dan berlanjut hingga saat ini yang ditangani Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Parmata Sapihak

Sumber: news.okezone.com

Destinasi ini merupakan wisata ziarah utamanya bagi mereka yang bermarga Daulay, yakni berziarah ke kompleks pemakaman Parmata Sapihak (Kuburan Bermata Satu) yang ada di kawsasan perbukitan Desa Binabo Julu, Kecamatan Barumun.

Sesuatu yang unik dari kompleks pemakaman ini adalah tidak adanya nama dan tanggal wafat pada batu nisan di semua makam serta ukuran makam yang melebihi ukuran normal, mulai dari makam yang panjangnya 3 meter hingga 7 meter.  

Hutan Lindung Sosopan

Sumber: kompasiana.com

Penggemar wisata adventure dipastikan bakal tertarik saat melakukan trekking menyusuri Hutan Lindung Sosopan, karena di hutan yang masih sangat alami ini selain menyuguhkan keindahan khas panorama hutan juga terdapat berbagai jenis flora dan fauna, dimana sebagian diantaranya masuk dalam kategori flora dan fauna yang dilindungi.

Satu hal yang menarik dari Hutan Sosopan adalah kawasannya yang menjadi satu-satunya rumah bagi Murai Batu khas Sibuhuan yang terkenal di kalangan penggemar burung dengan ekor panjangnya yang memiliki 2 warna serta warna bulunya yang coklat mempesona ditambah suaranya yang nyaring dan melengking. 

Comments

Loading...