OUR NETWORK

10 Tempat Wisata yang Menawan di Pasaman

sumber gambar: https://dennypedia.com

Salah satu kabupaten di Sumatera Barat ini dikenal sebagai penghasil kelapa sawit serta Minyak Nilam terbaik di dunia bersama dengan produk dari kepulauan Mentawai. Selain itu, Pasaman juga memiliki sejumlah objek wisata yang menawan untuk dikunjungi serta menjadi andalan pariwisata di Sumbar.

Diantara sekian banyak objek wisata yang ada tersebut,  inilah 10 tempat wisata terbaik yang ada di Kabupaten Pasaman.

Taman Wisata Alam Rimbo Panti

sumber gambar: http://azmisyamsul.blogspot.com

Berlokasi di Kecamatan Panti, Taman Wisata Alam yang menempati area seluas 570 hektar ini memiliki koleksi berbagai spesies tanaman dan hewan termasuk diantaranya tanaman dan hewan langka.

Di dalam kawasan objek wisata ini, selain keanekaragaman flora dan fauna, pengunjung juga dapat menikmati sejuk dan segarnya udara hutan, sumber mata air panas yang suhunya bisa mencapai 100 derajat celcius, kolam pemandian air panas serta gedung herbarium yang sayangnya masih belum dikelola secara profesional.

Bukik Tujuah

sumber gambar: http://www.jalurmudik.com/

Bukik Tujuah yang juga akrab dengan sebutan Bukit Teletubbies ini terletak di Kecamatan Rao Selatan. Seperti halnya gambar bukit pada film anak-anak Teletubbies, Bukit Tujuah terdiri atas gundukan—gundukan bukit yang dihiasi rindangnya pepohonan serta hamparan hutan yang hijau. Sudah barang tentu pemandangan yang ada di bukit ini membuat mata terasa sejuk.

Puncak Tonang

sumber gambar: https://imggram.net

Pemburu spot cantik untuk berfoto, wajib mampir ke Puncak Tonang, karena di tempat ini, selain dapat dijumpai taman yang luas dengan berbagai jenis bunga yang indah, juga disediakan sejumlah property yanag instagramable untuk dijadikan background foto.

Catatan menarik dari destinasi wisata yang mulai populer sejak tahun 2017 ini adalah peran serta masyarakat untuk menggarap dan mengelola Puncak Tonang. Karena awalnya tempat ini merupakan kawasan hutan yang tidak terurus. Atas inisiatif masyarakat setempat, pada tahun 2014 lahan yang tidak terurus tersebut mulai ditanami berbagai jenis bunga, sebelum akhirnya dikembangkan menjadi tempat wisata.

Ikan Banyak Lubuk Bonta

sumber gambar: https://sumbar.antaranews.com

Pemandian alam berbentuk telaga ini sudah sejak ratusan tahun yang lalu dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Hanya saja hingga kini tidak pernah dikelola dengan serius, sehingga keberadaannya tidak terawat dan kalah bersaing dengan pemandian buatan yang dibangun disana-sini.

Tambahan kata “Ikan Banyak” di depan kata “Lubuk Bonta” disebabklan karena di lubuk ini memang terdapat banyak ikan, bahkan dengan ukuran cukup besar yang sesekali waktu muncul ke permukaan air. Meski demikian, jangan coba-coba untuk memancing atau menangkap ikan-ikan tersebut, karena adanya kepercayaan masyarakat setempat melarang untuk menangkap dan mengkonsumsi ikan yang ada di Lubuk Bonta.

Air Terjun Ciracai

sumber gambar: https://dennypedia.com

Air terjun yang menjadi bagian dari Sungai Pindahan, Nagari Pindahan, Kecamatan Lubuak Sikapiang ini cukup mudah dijangkau, karena jaraknya dari Jalan Lintas Bukittinggi – Medan hanya sekitar 2 km yang dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor.

Tapi  jangan salah, lokasai air terjun  yang mudah dijangkau tersebut hanya salah satu bagian dari Air Terjun Ciracai, karena  jumlah keseluruhan dari Air Terjun Ciracai sebanyak tujuh tingkat, dan untuk menuju ke tingkat yang lain harus melewati medan yang cukup ekstrim.

Meski demikian, air terjun yang ada di tingkat pertama itupun sudah lebih dari cukup untuk menghadirkan suasana yang teduh dan damai, serta memiliki cukup banyak spot cantik untuk dijadikan latar belakang foto.

Monumen Equator

sumber gambar: http://makitam80.blogspot.com

Monumen berbentuk bola dunia yang disangga 3 tiang utama ini merrupakan salah satu dari tugu lintasan garis katulistiwa yang ada di Indonesia. Monumen Equator terlihat unik karena monumen tersebut dikombinasikan dengan  bangunan rumah adat Minangkabau serta tulisan “You Are Crossing The Equator”.

Pengunjung yang datang ke sini, tidak hanya dapat melihat langsung bentuk dari monumen tersebut, tapi juga mendapatkan sertifikat yang menjadi bukti bahwa yang bersangkutan pernah melintasi garis tengah dunia.

Museum Tuanku Imam Bonjol

sumber gambar: https://www.traveluxion.web.id

Perang Padri yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, karena sejarah tentang perang melawan penjajah Belanda ini sudah diajarkan sejak bangku Sekolah Dasar.

Jika Anda penggemar wisata sejarah atau ingin mengetahui lebih jauh tentang Perang Padri, ada baiknya untuk berkunjung ke Museum Imam Bonjol yang terletak di JL. Lintas Tengah Sumatera, Ganggo Hilia, Bonjol.

Museum ini mengoleksi benda-benda bersejarah yang digunakan pada Perang Padri, seperti keris, pedang dan benda-benda pusaka lainnya serta kitab-kitab yang mengisahkan tentang Tuanku Imam Bonjol.

Benteng Bukit Tajadi

sumber gambar: https://situsbudaya.id

Mempelajari sejarah tentang Perang Padri maupun kisah perjuangan dari Tuanku Imam Bonjol, serasa belum lengkap tanpa berkunjung ke Benteng Bukit Tajadi. Tempat yang dimaksud, bukanlah sebuah bangunan, melainkan sebuah bukit yang terletak di Tanjung Bungo, Nagari Tanjung Hilia, Kecamatan Bonjol.

Bukit tersebut dahulu digunakan oleh Tuanku Imam Bonjol dan pasukannya ssebagai benteng pertahanan sekaligus tempat untuk mengawasi daerah Bonjol; dan sekitarnya. Untuk mengenang perjuangan Tuanku Imam Bonjol, kini di atas bukit tersebut dibangun sebuah tugu berwarna putih berukuran besar, sehingga dapat dilihat dengan jelas dari jalan raya.

Candi Tanjung Medan

sumber gambar: https://pesona.travel/

Candi peninggalan kebudayaan Hindu – Buddha yang dibangun pada abad VIII – XIII ini berlokasi di kecamatan Panti. Candi ini sebenarnya terdiri atas 6 bangunan, namun karena 2 bangunan telah hancur, maka yang tersisa kini hanya 4 bangunan.

Wisatawan yang berkunjung ke Candi Tanjung Medan, tidak hanya dapat mempelajari sejarah masa lampau, tapi juga menikmati keindahan alam, karena  candi tersebut terhampar di area yang luas yang dihiasi dengan taman-taman yang ditanami berbagai jenis bunga.

Situs Prasati Kubu Sutan

sumber gambar: http://sumbarbagus.blogspot.com

Satu lagi objek wisata sejarah di Pasaman yang menarik untuk dikunjungi adalah Situs Prasasti Kubu Sutan. Situs bersejarah ini berada di tengah-tengah area pemakaman umum yang ada di Desa Lubuk Layang, Kecamatan Rao.

Situs ini berbentuk batu sandstone dengan lebar 42 cm dan panjang128 cm. Namun yang dapat dilihat hanya 85 cm karena yang 43 cm terbenam di bawah permukaan tanah.  Pada lempengan  batu itulah tertulis prasasti yang bercerita tentang dua tokoh bernama Jayawarman dan Jayendrawarman.  (*)

Comments

Loading...