OUR NETWORK

10 Tempat Wisata yang Menawan di Pelalawan

Source Image: riausky.com

Salah satu kabupaten di Provinsi Riau yang beribukota di Pangkalan Kerinci ini, menyandarkan perekonomiannya pada sektor industri dan sektor pertambangan, yaitu minyak bumi dan gas bumi. Namun, sektor pariwisata juga mendapat perhatian yang serius, sehingga memiliki nilai jual bagi wisatawan dan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah. Bagi Anda yang berkesempatan menginjakkan kaki di Pelalawan, inilah 10 tempat wisata menawan yang wajib dikunjungi.

1. Danau Wisata Betung

Sumber: wisataalamriau.blogspot.com

Berlokasi di Desa Betung, Kecamatan Pangkalan Kuras, jarak Danau Pelalawan dengan pusat kota Pangkalan Kerinci sekitar 58 km yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi. Namun sayang akses jalan kurang begitu baik dan berdebu, sehingga mereka yang datang dengan menggunakan kendaraan roda dua, wajib menggunakan masker jika tidak ingin menghirup debu.

Selain keindahannya, Danau Wisata Betung dikenal sebagai tempat untuk menggelar lomba dayung dan sebagai pusat pelestarian kebudayaan Melayu Petalangan, karena penduduk yang tinggal di sekitar kawasan danau merupakan masyarakat adat Melayu Petalangan yang masih menjaga dan memelihara ragam seni budaya asli Melayu Petalangan.

Danau Wisata Betung juga kerap dijadikan sebagi tempat pelaksanaan upacara adat dan berbagai event seni budaya karena di pinggir danau dibangun sebuah gedung megah yang dilengkapi dengan Museum Tuk Monti, tempat untuk menggelar musyawarah adat, panggung pertunjukan, rumah singgah, gazebo, mushollah, kamar mandi dan toilet serta fasilitas yang lain.

2. Danau Kajuit

Sumber: Youtube @Febri Rola

Dengan luas 22 hektar, Danau Kajuit juga dikenal dengan sebutan Danau Kaduik atau Danau Tajwid. Danau ini menyuguhkan suasana yang teduh dan asri karena dikelilingi oleh hutan alam yang ditumbuhi pohon-pohon besar yang usianya sudah puluhan tahun.

Bagi mereka yang memiliki hobby memancing, danau ini menjadi sorga tersendiri karena terdapat banyak spot untuk memuaskan hobby mereka ditambah beragamnya jenis ikan yang hidup di Danau Kajuit seperti ikan baung, ikan motan, ikan pantau, ikan selais, ikan kalui (gurami) dan berbagai jenis ikan yang lain.

Danau Kajuit juga menarik untuk dikunjungi bersama keluarga, karena di kawasan sekitar danau telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas mulai dari area parkir, kamar mandi dan toilet, mushollah, warung-warung kakanan dan berbagai wahana permainan air seperti speed boat, banana boat, bebek dayung serta yang lain.

3. Taman Publik Kreatif

 

Sumber: wisatasia.com

Berada di depan kantor bupati Pelalawan, Taman Publik Kreatif merupakan ruang terbuka hijau yang juga berfungsi sebagai tempat wisata murah serta tempat untuk menggelar berbagai pertunjukan seni dan budaya.

Dihiasi pohon-pohon yang tinggi membuat suasana sekeliling terasa sejuk dan nyaman. Sejumlah fasilitas juga sudah disiapkan bagi para pengunjung seperti kursi-kursi taman di sejumlah titik, gazebo untuk beristirahat bersama keluarga serta berbagai macam wahana permainan anak.

4. Suaka Marga Satwa Sungai Kerumutan

Sumber: pesona.travel

Kawasan Suaka Marga Satwa Sungai Kerumutan memiliki luas sekitar 93.222 hektar yang menjadi tempat hidup bagi sejumlah fauna termasuk satwa langka seperti harimau sumatera, harimau dahan, beruang madu, monyet ekor panjang, owa, buaya sinyulong, ikan warna, itik liar, kuntul putih dan sejumlah satwa lainnya.

Suaka margasatwa yang terletak di Kecamatan Kerumutan ini juga merupakan tempat singgah bagi burung-burung dari kawasan Asia Selatan yang akan bermigrasi sehingga Suaka Marga Satwa Sungai Kerumutan dikenal sebagai kawasan IBA (Important Bird Area) dan EBA (Endangered Bird Area).

5. Taman Nasional Tesso Nilo

Sumber: zonalibur.com

Memiliki area seluas 38.576 hektar, kawasan Taman Nasional Tesso Nilo membentang di wilayah Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu yang menjadi tempat hidup bagi 360 jenis flora, 107 jenis burung, 23 mamalia, 3 primata, 15 reptilia, 18 amfibia dan 50 jenis ikan.

Sisa hutan dataran rendah yang diresmikan sebagai Taman Nasional sejak 19 Juli 2004 ini juga menjadi kawasan konservasi gajah yang kini menjadi tempat tinggal bagi sekitar 60 – 80 ekor gajah.

6. Ombak Bono

Sumber: sengpaku.blogspot.com

Bono Wave atau ombak Bono merupakan fenomena alam yang luar biasa, karena ombak besar yang biasanya hanya dapat ditemui di lautan, justru muncul di Sungai Kampar yang ada di Semenanjung Kampar, Kecamatan Meranti. Besarnya ombak tersebut cukup variatif, bahkan bisa mencapai ketinggian hingga 6 – 7 meter pada musim hujan atau sekitar bulan Nopember – Desember. Itu sebabnya Bono Wave sempat beberapa kali memakan korban jiwa dan membuat penduduk yang tinggal di kawasan Sungai Kampar harus berhati-hati terhadap datangnya ombak yang unik ini.

Dibalik bencana yang ditimbulkan, Ombak Bono juga menjadi surga bagi para peselancar, utamanya semenjak Dinas Pariwisata Riau mempromosikannya pada tahun 2009. Tidak lama setelah dipromosikan, Bono Wave pun menjadi buah bibir di kalangan surfer dan hingga kini kerap dijadikan sebagai lokasi untuk memecahkan rekor berselancar terlama di dunia.

7. Pantai Ogis

Sumber: lensawisata.com

Selain Bono Wave, Sungai Kampar juga dikenal memiliki pantai eksotis yang hanya muncul pada saat-saat tertentu, yaitu Pantai Ogis. Pantai yang terletak di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti ini memiliki pasir padat berwarna putih dengan air berwarna merah kecoklat-coklatan layaknya air teh.

Pesona Pantai Ogis yang terlihat menawan pada saat matahari hendak terbit dan saat matahari akan tenggelam ini hanya akan muncul saat air sungai surut atau saat Bono Wave menghilang. Jadi wisatawan yang datang ke Sungai Kampar hanya dapat memilih salah satu dari dua suguhan yang dihadirkan Sungai Kampar, yaitu Bono Wave atau Pantai Ogis, karena keduanya hanya dapat dininkmati pada saat yang berbeda.

8. Istana Sayap Pelalawan

Sumber: Instagram @arpes_

Dinamakan Istana Sayap karena bangunan bersejarah berbentuk istana ini terdiri atas bangunan utama yang dilengkapi dua bangunan pendukung di sisi kanan dan kiri yang bentuknya menyerupai sayap. Luas bangunan utama sekitar 4.327 meter2 sedang luas bangunan pendukung masing-masing sekitar 103,6 meter2.

Landmark peninggalan Kerajaan Pelalawan yang berlokasi di Desa Pelalawan, Kecamatan Pelalawan ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Assyaidi Syarif Hasim, sekitar tahun 1892 – 1930 M.

Selain megah, Istana Sayap juga terlihat indah dengan arsitektur khas Melayu. Pengunjung yang datang ke sini, selain dapat menikmati keindahan dan kemegahan istana, juga dapat melihat berbagai koleksi peninggalan Kerajaan Pelalawan seperti keris, tombak, pedang, barang-barang dari keramik, singgasana dan payung raja, alat tenun, lukisan-lukisan serta yang lain.

9. Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre Pelalawan

Sumber: riausky.com

Dibangun pada tahun 2007 – 2008 dengan anggaran sebesar Rp. 6,1 milyar plus Rp.3,6 milyar, bangunan tempat beribadah yang menjadi kebanggaan masyarakat Pelalawan ini sempat terbengkalai karena kasus korupsi dan sempat dijadikan tempat maksiat sehingga harus dipagar berkeliling.

Namun kini Masjid Agung Ulul Azmi tersebut sudah berdiri megah dengan arsitrektur yang indah, sehingga tidak hanya nyaman untuk dipakai beribadah tapi juga menyejukkan mata bagi siapapun yang melihat. Masjid yang terletak di JL. Lintas Timur Sumatera tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas untuk menggelar berbagai macam aktifitas keagamaan atau Islamic Centre yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.

10. Makam Sultan Mahmud Syah I

Sumber: situsbudaya.id

Objek wisata ziarah ini berlokasi di Dusun Pakantua, Kecamatan Pelalawan. Setiap hari selalu saja ada pengunjung yang datang berziarah ke makam ini, terlebih pada hari-hari tertentu, pengunjung harus antre untuk dapat memasuki bagian dalam makam karena banyaknya mereka yang datang untuk berziarah.

Sultan Mahmud Syah I merupakan raja ke-8 sekaligus raja terakhir dari Kesultanan Melaka. Selama memerintah, dia harus menghadapi serangan demi serangan dari Portugis. Pada tahun 1511, Kesultanan yang dia pimpin ditaklukkan oleh Portugis, sehingga dia memindahkan ibukota kerajaan ke Bintan. Saat Bintan dibumihanguskan, dia mengundurkan diri ke Kampar dan meninggal pada tahun 1528.

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…