OUR NETWORK

10 Tempat Wisata yang Menggoda di Buton Utara

Buton Utara yang juga dikenal dengan nama Butur, dikenal memiliki sumberdaya alam yang berlimpah, karena kabupaten yang beribukota di Buranga ini merupakan penghasil berbagai jenis bahan tambang (minyak bumi, aspal, emas bahkan uranium), hasil hutan (rotan, damar dan jati), hasil perkebunan serta hasil laut.

Besarnya sumberdaya alam tersebut masih ditambah lagi dengan indahnya panorama alam yang membuat Butur juga kaya akan potensi wisata. Inilah 10 tempat wisata di Butur yang menggoda untuk dikunjungi.

Pantai Membuku

Sumber: Instagram @janebieb

Pasirnya yang lembut berwarna kecoklatan dengan kontur alam yang mirip dengan Pantai Kuta membuat Pantai Membuku tidak hanya menjadi tujuan wisata masyarakat setempat tapi juga wisatawan dari luar daerah.

Tidak hanya memuaskan pandangan dengan keindahan panorama pantai, wisatawan yang memiliki hoby panjat tebing, juga bisa melakukan aktifitasnya disebuah tebing yang jaraknya hanya sekitar 75 meter dari kawasan pantai

Pantai Bone

Sumber: Instagram @icilmarietta

Sumber: Instagram @ icilmarietta

Meski belum dikelola secara profesional, pantai yang berlokasi di Desa Malalanda kecamatan Kulisusu ini telah lama menarik minat para wisatawan. Tidak heran jika masyarakat setempat berusaha mempercantik kawasan pantai dengan membangun sebuah jembatan kayu yang menjorok ke laut serta gazebo-gazebo untuk tempat beristirahat.

Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Pantai Bone memang memberi tambahan rejeki bagi masyarakat sekitar, karena mereka dapat menjual ikan asap siap saji yang mereka buat kepada para pengunjung. Selain itu, beberapa warga juga menyewakan rumah-rumah mereka untuk homestay.

Danau Moloku

Sumber: Google

Danau air asin ini terletak di ujung Utara Kecamatan Kulisusu. Sebuah danau dengan ukuran yang tidak terlalu besar namun mampu menghipnotis pengunjung dengan alamnya yang asri oleh rimbun hutan mangrove. Airnya yang jernih membuat pengunjung dapat melihat dengan jelas ikan-ikan yang berenang di bawah permukaan air serta kerang-kerang yang menempel di akar-akar pepohonan.

Selain indah, danau ini juga dikeramatkan oleh warga setempat. Menurut kepercayaan yang berkembang, ikan dan makhluk-makhluk yang hidup di danau tidak boleh diambil dan dimakan oleh siapapun, karena dapat mendatangkan musibah bagi warga sekitar. Itu sebabnya, saat pemerintah daerah mengembangkan penangkaran kepiting, oleh warga ditentang sehingga sempat terjadi kerusuhan. Pemwerintah berusaha mempercantik kawasan pantai dengan membangun sebuah jembatan kayu yang menjorok ke laut serta gazebo-gazebo untuk tempat beristirahat.

Permandaian Alam Ee Yi Ngkapala

Sumber: Google

Dalam bahasa daerah setempat, arti dari nama pemandian ini adalah “Air di Dalam kapal”. Sebutan tersebut diberikan karena telaga ini dikelilingi batu karang yang bentuknya menyerupai kapal.

Meski ukuran dari telaga ini tidak begitu besar, namun menghadirkan rasa nyaman karena kawasan telaga dikelilingi bebatuan serta pohon-pohon  besar yang rindang. Selain itu, air yang terdapat di telaga ini begitu jernih sehingga ikan-ikan kecil yang berenang di dasar telaga dapat dilihat dengan jelas dari atas permukaan air.

Permandian Air Panas Ee Karede

Sumber: Google

Berlokasi di Desa Eensumala, Kecamatan Bonengunu, pemandian air panas ini menjadi salah satu objek wisata favorit, karena fungsinya tidak hanya sebagai tempat rekreasi tapi juga untuk relaksasi serta terapi.

Ramainya pengunjung juga disebabkan karena lokasi Permandian Air Panas Ee Karede ini relatif mudah untuk dijangkau, bahkan dengan menggunakan kendaraan umum, karena memang berada di pinggir jalan poros yang menghubungkan Burangan dengan Baubau.

Wisata Mangrove Banda Kawasa

Sumber: Google

Menempati area seluas 5.675 hektar, hutan mangrove yang ada di Buton Utara ini diklaim sebagai hutan mangrove terbesar di Indonesia. Potensi itulah yang menurut rencana akan dikembangkan menjadi Wisata Mangrove Banda Kawasa yang menghubungkan Butur dengan Pulau Tanah Merah.

Melalui APBD yang dialokasikan pada tahun 2017 sebesar Rp.187 Milyar, wisata hutan mangrove tersebut nantinya akan terdiri atas 5 spot, yang terdiri atas: Spot untuk Trecking line, menara, gazebo, dan rumah makan, spot untuk penangkaran buaya dan anoa, spot wisata alam, spot pengkaran kepiting serta spot permainan selancar dan berburu satwa liar.

Desa Lamoahi

Sumber: Google

Indah dan unik, kesan itulah yang bakal didapat para wisatawan yang berkunjung di Desa Lamoahi, Kecamatan Kulisusu Utara, Butur. Dikatakan indah karena memiliki kabundo-bundo atau danau kecil yang airnya mengalir dari celah bebatuan pegunungan namun berasa asin, serta panorama pantai yang eksotis di sepanjang jalan poros yang ada di desa ini.

Dikatakan unik  karena ada fenomena alam yang tidak dijumpai di tempat lain, yaitu terjadinya perubahan waktu secara otomatis begitu menginjakkan kaki di desa ini. Mereka yang membawa jam tangan digital atau telepon seluler yang menggunakan jam digital, secara otomatis waktu pada jam tangan/ponsel tersebut akan mundur satu jam dari waktu WITA menjadi WIB. Mundurnya waktu satu jam tersebut hanya terjadi pada jam digital dan tidak terjadi pada jam yang menggunakan jarum sebagai penunjuk waktu.

Pantai Mowuru

Sumber: Instagram @alhadis92

Pantai yang terletak di Desa Linsowu, Kecamatan Kalisusu, Butur ini namanya mulai sering disebut dalam dua tahun terakhir bersamaan dengan upaya serius dari pemerintah daerah dalam mengelola pantai ini.

Perpaduan antara hamparan pasir putih yang bersih, air laut yang jernih berwarna kebiru-biruan, bebatuan karang, tebing yang tinggi serta kawasan pantai yang asri membuat siapapun akan terpesona saat berada di Pantai Mowuru.

Air Terjun La Ocu

Sumber: Google

Dua air terjun bakal menyambut para wisatawan yang datang ke destinasi wisata air terjun  yang berada di Desa Buranga, Kecamatan Bonegunu, Butur ini. Pada tingkat bawah terdapat air terjun dengan ketinggian 32 meter lengkap dengan kolam alami di bawahnya serta area yang luas untuk camping.

Belum puas dengan keindahan air terjun  ditingkat bawah? Lanjutkan perjalanan menuju air terjun bagian atas dengan melewati jalan yang sedikit ekstrim. Di sana dapat dijumpai air terjun yang sangat menawan yang juga dilengkapi dengan kolam alam.

Kolam alam yang berada di bawah kedua air terjun tersebut dapat dipakai untuk mandi dan berenang. Namun, khusus untuk air terjun di bagian atas hanya direkomendasikan bagi orang dewasa, karena kolam alamnya sangat dalam.

Kampung Wisata Desa Mandala dan Desa Nanua Jaya

Sumber: Google

Kedua desa yang berada di kecamatan Kalisusu ini, oleh pemerintah ditetapkan sebagai kampung wisata karena keduanya memiliki panorama alam yang indah dengan latar belakang hutan mangrove serta pantai.

Tidak hanya itu, kearifan lokal berupa adat isstiada dan budaya asli masyarakat Buton masih terjaga dikedua desa tersebut, seperti Kouni (Upacara Pernikahan), Petompo (upacara 7 bulan ibu hamil), Pekoiri (upacara gunting rambut bayi), Pesondo (ritual pengobatan anak) dan berbagai adat istiadat serta budaya lokal lainnya.

Comments

Loading...