OUR NETWORK

50 Hal yang Harus Kamu Lakukan Saat di Papua Barat (Cara kesana, Tempat jalan-jalan, tempat makan, oleh-oleh)

sumber gambar: https://www.kaskus.co.id

Berada di ujung timur Indonesia atau di ujung barat Pulau Papua, membuat provinsi yang ibukotanya di Manokwari ini memiliki keterbatasan dari sisi transportasi. Meski demikian, tidak mengurangi minat para wisatawan untuk berkunjung ke Papua Barat, karena pesona alam yang ditawarkannya memang sangat menggoda. Beberapa diantaranya, bahkan memiliki standard destinasi wisata kelas dunia.

Itu sebabnya, bukan hanya turis dalam negeri saja yang berkunjung ke sana. Tidak sedikit turis mancanegara yang menghabiskan waktu libur mereka dengan menjelajah alam Papua Barat dengan segala pesonanya.

Perjalanan menuju Papua Barat butuh waktu yang tidak sebentar, karena dari sisi geografis memang sangat jauh dari pusat pemerintahan. Itu sebabnya, disarankan untuk menggunakan pesawat jika ingin berkunjung ke sana, meski perjalanan melalui jalur laut sebenarnya juga tersedia.

Wisatawan yang ingin menuju ke Papua Barat, dapat mengawali perjalanan dengan menggunakan pesawat di Bandara Soekarno Hatta. Di sana terdapat 5 maskapai yang melayani jalur perbangan Jakarta – Sorong, yaitu Lion Air, Sriwijaya Air, Express Air, Nam Air dan Garuda Indonesia. Harga tiket Jakarta – Sorong fluktuatif dengan kisaran harga sekitar Rp.4 juta sekali jalan.

Sesampai di Bandara Domine Eduard Osok yang ada di Sorong, Anda tinggal membuat pilihan, apakah akan menjelajahi objek-objek wisata yang ada di luar Sorong dengan terlebih dahulu menuju pelabuhan atau mengawali tour dengan mengunjungi spot-spot wisata yang ada di Sorong.

Apapun keputusan Anda, pastikan untuk memasukkan 50 destinasi wisata yang ada di Papua  Barat berikut ini.

Taman Wisata Alam Sorong

sumber gambar: https://www.jejakpiknik.com

Taman Wisata yang ada di Jalan Sorong Klamono ini dapat ditempuh dengan menggunakan bus, angkutan umum dan ojek dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit dari pusat kota Sorong. Objek wisata ini berupa hutan lindung yang memiliki koleksi berbagai macam flora dan fauna lengkap dengan air terjun.

Suasana yang asri, tenang dan nyaman melingkupi area wisata. Tidak heran jika Taman Wisata Alam Sorong kerapkali digunakan untuk kegiatan camping serta outbond. Masalah keamanan tidak perlu dikhawatirkan, karena di lokasi terdapat pos penjagaan polisi hutan.

Pantai Tanjung Kasuari

sumber gambar: Pantai Tanjung Kasuari

Berbeda dengan wisata pantai di Bali yang selalu dipenuhi oleh pengunjung, Pantai Tanjung Kasuari terlihat ramai hanya pada hari libur saja. Padahal keindahannya tidak kalah dari pantai-pantai yang ada di Pulau Dewata.

Bagi sebagian wisatawan, suasana yang sepi tersebut justru menjadi surga tersendiri, karena dapat menikmati keindahan alam dengan lebih maksimal lewat hamparan pasirnya yang berwarna putih bersih dengan pepohonan yang tinggi di sekeliling pantai.

Untuk menuju ke Pantai Tanjung Kasuari, wisatawan dapat menggunakan jasa ojek atau naik angkutan umum dan menempuh perjalanan sejauh 7 km.

Pulau Um

sumber gambar: https://www.traveluxion.web.id

Pulau yang menjadi pintu gerbang menuju Raja Ampat ini menjadi habitat dari kawanan burung camar dan kelelawar dengan keindahan alamnya yang sangat memukau. Tidak hanya di darat, pemandangan bawah laut di kawasan pantai yang ada di Pulau Um juga mempesona.

Wisatawan yang berkunjung ke sini biasanya akan menghabiskan waktunya dengan melakukan aktifitas diving dan snorkeling untuk menikmati taman bawah laut, melihat  benda-benda bersejarah di bawah air yang merupakan sisa-sisa Perang Dunia II, serta menangkap lobster.

Jarak Pulau Um dengan pusat Kota Sorong sekitar 40 km. Pengunjung yang ingin datang ke sini dapat menggunakan sarana transportasi umum dari pusat kota menuju ke dermaga Panrtai Makbon dengan ongkos Rp.20.000. Sesampai dermaga perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan speed boat yang memakan waktu sekitar 30 menit.

Danau Ayamaru

sumber gambar: https://travelingyuk.com

Jaraknya yang cukup jauh dari pusat Kota Sorong yaitu sekitar 170 km, butuh waktu sekitar 7 jam untuk dapat sampai di Danau Ayamaru. Perjalanan yang melelahkan tersebut akan tertebus begitu sampai di lokasi. Karena meski kedalaman danau ini hanya sekitar  6 meter, namun airnya dan juga kondisi alam di sekelilingnya senantiasa terlihat bersih dan asri.

Hal tersebut tidak terlepas dari keyakinan masyarakat setempat yang meyakini bahwa menjaga Danau Ayamaru agar selalu terlihat bersih, sama halnya dengan menjaga nenek moyang.

Selain keindahan alam dari danau yang dikelilingi oleh pepohonan dan bebukitan ini, wisatawan yang datang ke sini juga dapat melihat kawanan burung yang bermigrasi dari Australia.  Burung-burung tersebut memenuhi kawasan Danau Ayamaru hanya pada saat musim kemarau saja. Di danau ini juga terdapat ikan endemik yang tidak ditemui di tempat-tempat lain yaitu ikan langka yang bernama Rainbow Fish.

Pulau Buaya

sumber gambar: http://www.seratus.id

Disebut Pulau Buaya karena bentuk dari pulau ini memang seperti buaya. Karena tidak ada sarana transportasi umum, untuk mencapainya, pengunjung harus menyewa kapal seharga Rp.200.000 – Rp.250.000 dengan waktu tempuh dari pelabuhan Sorong menuju Pulau Buaya selama 45 menit.

Pulau ini merupakan kawasan wisata bahari dengan airnya yang jernih. Itu sebabnya, selain persewaan perahu untuk sarana transportasi, di kawasan pulau juga tersedia berbagai macam permainan dan peralatan sport seperti parasailing, paintball, donut biat, banana boat serta yang lain. Tersedia pula penginapan dalam bentuk cottage yang dapat disewa wisatawan jika  ingin bermalam.

Pulau Doom

sumber gambar: http://www.pasirpantai.com

Tidak hanya wisata pantai, pulau dengan luas sekitar 5 km2 ini juga menyuguhklan wisata sejarah karena di kawasan pulau banyak dijumpai bangunan-bangunan kuna yang didirikan pada masa penjajahan Belanda, seperti Gereja Kristen Orange, Penjara Doom, Kantor Hoofd van Plaatselijk Bestuur, lapangan sepak bola, dan beberapa bangunan yang lain.

Disebut Pulau Doom karena kata Dum dalam bahasa yang dipakai masyarakat setempat memiliki arti pulau penuh buah. Di pulau ini memang banyak ditemui pohon buah-buahan utamanya buah sukun.

Di kawasan pulau yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik ini, pengunjung dapat berkeliling untuk menikmati keindahan alam sekaligus melihat bangunan-bangunan bersejarah dengan menggunakan becak yang memasang tarif antara Rp.30.000 – Rp.50.000.

Tembok Berlin

sumber gambar: http://wonderfultravellerwithree.blogspot.com

Jangan salah sangka, Tembok Berlin yang dimaksud bukan tembok bersejarah yang ada di Jerman, melainkan kawasan wisata kuliner berbentuk tembok yang membatasi kawasan pantai dengan jalan raya yang ada di Sorong.

Di sini wisatawan biasanya datang menjelang maghrib untuk menikmati keindahan sunset. Setelah itu bersantap malam dengan memilih berbagai macam menu yang dijual, utamanya olahan seafood. Soal harga relatif murah untuk ukuran harga makanan di Papua, misalnya harga untuk sseporsi kepiting berikut nasinya dijual dengan harga sekitar Rp.60.000 – Rp.120.000.

Taman Burung Aimas

sumber gambar: https://kakikecill.wordpress.com

Taman burung ini sangat menarik untuk dikunjungi karena dijadikan sebagai tempat penangkaran berbagai jenis burung endemik Papua seperti Burung Cenderawasih, Mambruk, Kakatua Raja, Beo serta yang lain.

Pengunjung yang datang ke sini dipastikan akan betah berlama-lama karena selain menikmati keindahan berbagai jenis burung yang ditangkarkan juga akan menjumpai suasana sekitar yang sejuk dan asri.

TWA Gunung Meja

sumber gambar: http://pesonawisataindonesia.com

Terletak di pusat Kota Manokwari, Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja ini selain berfungsi sebagai sistem penyangga kehidupan serta pengawetan keragaman berbagai jenis satwa, tumbuh-tumbuhan dan keunikan alam, juga difungsikan sebagai tempat wisata dan rekreasi alam.

Pengunjung yang datang ke sini, selain dapat menikmati berbagai jenis flora dan fauna, juga dapat melakukan berbagai aktifitas wisata seperti hiking, trekking serta yang lain

.Situs Purbakala Tapurarang

sumber gambar: https://ksmtour.com

Berlokasi di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, situs prasejarah ini berbentuk lukisan binatang dan telapak tangan manusia yang terdapat di tebing-tebing bebatuan yang terjal.  Lukisan tersebut menjadi sangat menarik karena umurnya sudah ratusan tahun dan dibuat dengan menggunakan bahan pewarna alami.

Uniknya, meski umurnya sudah berabad-abad, lukisan berwarna merah yang menyerupai warna darah tersebut hingga kini masih dapat dilihat dengan jelas. Karena warna lukisan menyerupai warna darah, masyarakat setempat menyebut situs prasejarah ini dengan sebutan lukisan cap tangan darah. 

Pantai Saoka

sumber gambar: https://travel.detik.com

Jika di Bali ada pantai yang bernama Pantai Soka, maka di Sorong juga ada pantai dengan nama yang hampir mirip dengan panorama yang tidak kalah cantik yaitu Pantai Saoka. Pantai ini menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Sorong karena memiliki pasir putih yang lembut, air laut yang jernih dan ombak yang tenang.

Pepohonan yang menghiasi sepanjang garis pantai juga memberikan daya tarik tersendiri karena menghadirkan suasana yang teduh dan damai. Begitu juga dengan batu-batu karang raksasa yang menarik untuk dijadikan latar belakang foto bagi mereka yang suka bergaya di depan kamera.

Puncak Arfak

sumber gambar: http://amomentofplaces.blogspot.com

Tempat ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Sorong, karena selain dijadikan sebagai area wisata belanja, pengunjung yang berada di Puncak Arfak juga dapat menikmati lanskap panorama kota Sorong dari atas ketinggian.

Daya tarik Puncak Arfak sebagai area wisata belanja terdapat pada barang-barang yang dijual para pedagang yaitu barang-barang khas Papua untuk dijadikan oleh-oleh, seperti patung-patung suku Asmat, kain batik Papua, aneka gelang dan kalung, minyak lintah, sarang semut dan berbagai jenis barang unik lainnya yang dijual dengan harga bersahabat.

Pulau Mansinam

sumber gambar: http://www.1001wisata.com/

Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewah dari pulau yang berpenduduk sekitar 800 jiwa ini. Wisatawan hanya akan menjumpai kawasan pulau yang dihiasi deretan pohon kelapa serta bukit hijau berhiaskan pepohonan.

Namun, bagi masyarakat Papua Barat, Pulau Marsinam merupakan tempat yang bersejarah karena di tempat inilah sekitar 160 tahun  yang lalu para misionaris mengawali misinya menyebarkan injil kepada para penduduk yang masih menganut paham kepercayaan.

Satu hal yang menarik dari pulau yang berada di Teluk Doreh ini adalah tidak adanya jalan raya kecuali jalan-jalan kecil dan sedang yang berlapiskan beton.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih

sumber gambar: http://telertraveller.blogspot.com

Inilah salah satu objek di Papua Barat yang banyak dikunjungi para wisatawan dari  mancanegara. Dengan struktur geologi yang unik serta sejarah oceanographic yang penting membuat Taman Nasional Teluk Cendrawasih menjadi perhatian dunia. Daya tarik utama dari Taman Nasional ini adalah hamparan luas terumbu karangnya yang memiliki kualitas terbaik di dunia.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih secara administratif menjadi bagian dari Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Teluk Wondana Provinsi Papua Barat serta Kabupaten Waropen, Kabupaten Yapen dan Kabupaten Nabire, Provinsi Papua. Destinasi wisata ini merupakan sebuah teluk dengan beberapa pulau seperti  Pulau Yapen dan Pulau Biak serta daratan utama dari Pulau Papua. 

Teluk Triton, Kaimana

sumber gambar: http://mahessa83.blogspot.com

Berlokasi di Kabupaten Kaimana tepatnya 40 km di sebelah Tenggara Kota Kaimana, Teluk Triton dikenal dengan keindahan alam bawah airnya. Karena itulah para wisatawan menjadikan aktifitas diving dan snorkeling sebagai aktifitas utama dengan mengunjungi dive site yang ada di kawasan Termintoi, Pulau Iris.

Teluk Triton menjadi surga bawah laut karena dihuni 959 spesies ikan dan 28 jenis udang mantis yang hidup diantara 471 jenis karang. Bahkan, di kawasan ini pengunjung dapat menjumpai Paus Bryde yang sibuk berenang kesana-kemari mencari makan.

Teluk Triton merupakan kawasan yang aman untuk melakukan aktifitas diving dan snorkeling karena karang-karang yang terdapat di sini merupakan soft coral alias karang lunak.

Kampung Lobo

sumber gambar: https://www.flickr.com

Kampung Lobo merupakan bagian dari Teluk Triton dan di area desa Lobo inilah Paus Bryde biasanya menampakkan diri. Tanpa merasa takut, ikan yang panjangnya bisa mencapai 12 meter ini berenang di samping perahu-perahu nelayan.

Ikan-ikan raksasa tersebut merasa aman saat berenang di samping perahu-perahu nelayan, karena  masyarakat Kampung Lobo menganggap Paus Bryde sebagai keluarga penyelamat sehingga tidak memburu dan menangkap ikan tersebut.

Tebing Mai-Mai

sumber gambar: https://sportourism.id/history

Sama halnya dengan Tapurarang, Mai-Mai yang berada di Distrik Kaimana memiliki tebing karang yang dihiasi lukisan prasejarah tepatnya pada jaman Mesolitikum. Lukisan-lukisan tersebut dibuat dari bahan alami dengan bentuk menyerupai tengkorak, binatang, manusia, telapak tangan, matahari, arah angin serta bentuk-bentuk yang lain.

Uniknya, gambar-gambar yang dibuat sebelum manusia mengenal tulisan tersebut, hingga kini masih dapat dilihat dengan jelas, meskipun warnanya sudah terlihat pudar.

Benteng Fort Du Bus

sumber gambar: http://derosaryebed.blogspot.com

Penikmat wisata sejarah, wajib mengunjungi Benteng Fort du Bus yang dibangun pada tahun 1828 atau pada masa pemerintahan Hindia belanda. Nama benteng ini diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada saat itu yaitu L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies.

Benteng ini ditinggalkan oleh Tentara Belanda dan dibiarkan terbengkalai, setelah pasukan penjajah tersebut banyak yang mati akibat wabah penyakit malaria.

 Pulau Rumberpon

sumber gambar: https://wisatadirektori.com

Berlokasi di Teluk Wondama, Pulau Rumberpon dapat ditempuh dengan kapal dari manokwari dengan lama perjalanan sekitar 5 jam. Pulau ini terlihat memikat karena memiliki garis pantai yang sangat panjang sejauh 6 km dan dikenal dengan nama Pantai Pasir Panjang.

Berbagai aktifitas menarik dapat dilakukan saat berkunjung ke Pantai Rumberpon, seperti memancing, berenang, snorkeling, diving serta aktifitas menantang lainnya yaitu melakukan  trekking menyusuri kawasan hutan bakau serta menembus padang alang-alang untuk melihat kawanan burung dan rusa. 

Danau Kabori

sumber gambar; http://bumi-nusantara.blogspot.com

Suasana yang tenang serta keindahan alam merupakan suguhan utama yang diberikan Danau Kabori kepada para wisatawan. Selain itu, berbagai aktifitas menarik juga dapast dilakukan di sini, seperti bermain perahu, berenang dan memancing.

Danau Karbori berjarak sekitar 20 km dari Kota Manokwari, tepatnya di Kelurahan Maruni, Distrik Manokwari Selatan. Untuk berkunjung ke sana relatif mudah karena selain dengan menggunakan kendaraan pribadi, wisatawan juga dapat memanfaatkan sarana transportasi umum.

Air Terjun Tagor

sumber gambar: https://phaul-heger.blogspot.com

Sama halnya dengan objek wisata sejenis lainnya, Air Terjun Tagor juga menghadirkan keindahan khas air terjun dengan airnya yang tercurah dari atas ketinggian dan membentuk kolam alam di bawahnya. Jauh dari hiruk pikuk suara kendaraan, membuat spot wisata ini terkesan masih sangat alami dan menyuguhkan suasana yang tenang dan nyaman.

Air Terjun Tagor berlokasi di Kampung Mambunibuni yang relatif sulit untuk dijangkau sarana transportasi. Justru karena itu, objek wisata ini menjadi sangat menarik untuk dikunjungi oleh mereka yang memiliki jiwa petualang.

Pantai Pasir Putih Fakfak

sumber gambar: https://riandagenuni.wordpress.com/

Berlokasi di desaa Pasir Putih, Kecamatan Fakfak Tengah, objek wisata ini terbilang baru. Itu sebabnya masih belum ada sarana transportasi umum yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung. Sehingga satu-satunya cara untuk menuju ke lokasi hanya dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Hal ini berdampak pada sepinya pengunjung, kecuali pada saat hari libur. Padahal, panorama yang dimiliki Pantai  Pasir Putih Fakfak tidak kalah memukau dibanding objek wisata lain yang ada di Papua Barat.

Sepinya pengunjung, bagi sebagian wisatawan justru memberikan keuntungan tersendiri, karena dapat lebih leluasa dalam menikmati keindahan alam. Hanya saja harus siap menghadapi risiko yang disebabkan oleh keterbatasan fasilitas. 

Pantai Mailan Makbo

sumber gambar http://pesonawisataindonesia.com

Keindahan panorama pantai yang tersaji di Pantai Mailan Makbon, membuat destinasi wisata ini cukup ramai dikunjungi wisatawan. Padahal dari sisi geografis, lokasinya berada di daerah yang terpencil dan tidak tersedia sarana transportasi umum.

Karena itu, wisatawan yang ingin berkunjung ke sini, disarankan untuk senantiasa mengaktifkan GPS di sepanjang perjalanan menuju pantai yang berlokasi di Desa Makbon, Distrik Sorong Utara yang berada di ujung utara Kota Sorong. Jarask pantai dari pusat Kota Sorong sekitar 52 km yang yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi selama kurang lebih 2 jam.

Gugusan Pulau Karst

ber gambar:http://pontianak.tribunnews.com

Objek wisata ini lokasinya tidak jauh dari Tapurarang. Keindahan yang disuguhkan berupa hamparan laut luas berhiaskan tebing-tebing karang. Deretan tebing karang itulah yang populer dengan sebutan Gugusan Pulau Karst.

Satu hal yang menarik dari tempat wisata ini adalah adanya celah di salah satu tebing karang yang di tengahnya terdapat kotak dari semen. Di dalam kotak tersebut tersimpan tulang belulang manusia. Penduduk setempat percaya bahwa kotak keramat tersebut merupakan makam Putri Laut yang menjaga Laut Kokas dan area perairan di sekitarnya.

Pantai Patawana

sumber gambar:http://nongsik.blogspot.com

Tidak hanya Bali, Papua Baratpun juga memiliki spot surfing yang tidak tidak kalah menarik, yakni Pantai Patawana yang berlokasi di Desa Kotam. Distrik Fakfak Timur.

Lokasi pantai ini memang cukup jauh dari kota Fakfak. Namun perjalanan panjang yang harus ditempuh akan tertebus begitu sampai di lokasi, karena pantainya yang memiliki gtelombang besar menyuguhkan keindahan alam yang menawan.

Air Terjun Kitikiti

umber gambar:https://www.sumber.com

Bebeda dengan air terjun pada umumnya, Air Terjun Kitikiti menjatuhkan aliran airnya tidak pada kolam alam, melainkan menuju ke laut lepas sehingga menghadirkan pemandangan yang memukau. Itulah daya tarik dari destinasi wisata ini selain juga adanya hutan heterogen di balik air terjun.

Tidak hanya menikmati keindahan alam, pengunjung yang datang ke sini juga dapat melakukan berbagai macam aktifitas seru, seperti berenang, menyewa speed boat untuk menjelajah laut dan hutan heterogen serta melakukan diving dan snorkeling.

Desa Wisata Arborek

sumber gambar: https://www.pedomanwisata.com

Diantara 18 Desa Wisata yang ada di Papua Barat, Desa Wisata Arborek bisa dibilang paling menonjol karena Arboreklah yang menjadi pelopor Desa Wisata di Papua Barat.

Desa Wisata ini memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan konservasi lokal kekayaan laut, karena keindahan alam bawah laut yang terhampar di sepanjang Dermaga Arborek sudah dikenal di dunia.

Selain itu, masyarakat Desa Arborek yang ramah, dikenal sebagai seniman dan pengrajin yang mumpuni dalam membuat berbagai jenis kerajinan dengan menggunakan bahan daun pandan laut

Kokas

sumber gambar: http://turisma.co.id

Kokas adalah nama sebuah kecamatan yang ada di Kabupaten Fakfak. Kota ini terus berkembang dengan dibangunnya pelabuhan untuk mendukung aktifitas perusahaan perminyakan yang ada di Kokas.

Daya tarik kota ini dari sisi pariwisata adalah banyaknya peninggalan-peninggalan pada masa penjajahan Jepang, karena pada saat itu kokas memang dikuasai oleh Tentara Jepang. Beberapa peninggalan bersejarah tersebut diantaranya adalah sebuah meriam bertuliskan ‘TOKYO MARUSEKO” yang berada di tepi pantai, Goa Jepang yang ada di kaki bukit, Monumen Perang Dunia II yang ada di puncak bukit serta yang lain.

Wisatawan yang berkunjung ke Kokas juga dapat menikmati keindahan Air Terjun Kayumi serta mengunjungi dua pulau yang diselimuti misteri yaitu  Pulau Kap dan Krek yang konon merupakan perkampungan bangsa jin serta Pulau Ulgar yang memiliki situs prasejarah berupa gambar pada dinding-dinding cadas berbantuk telapak tangan, binatang, manusia dan bentuk-bentuk yang lain.

 Danau Kamaka

sumber gambar: https://www.sumber.com

Danau ini membentang di sepanjang Desa Saria dan Desa Kamaka, Kaimana dengan panjang sekitar 30 km dan lebar sekitar 1 km. Masyarakat setempat menjuluki danau ini dengan nama Danau Amafata.

Keunikan dari  Danau Kamaka ada pada proses pasang surutnya yang memakan waktu sangat lama yaitu 5 – 8 tahun. Pada saat surut, kawasan danau dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk bertani dan berkebun. 

Pantai Yen beb

sumber gambar: http://pantaiindonesia1234.blogspot.com

Nama Yen Beba berasal dari Bahasa Biak yang artinya Pasir (Yen) dan Besar (Beba). Sebagaimana wisata pantai lainnya yang ada di Papua Barat, Pantai Yen Beba selalu ramai pada saat hari libur dan sepi pada hari-hari biasa.

Soal keindahannya tidak perlu diragukan. Berhias hamparan pasir putih dengan gulungan  ombak besar yang menghantam karang serta bebukitan yang menjadi latar belakang, membuat pengunjung akan dibuat terpukau oleh keindahannya.

Dengan jarak hanya sekitar 5 km dari Kota Manokwari, membuat perjalanan menuju Pantai Yen Beba dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Akses transportasi juga tidak sulit karena sudah dilewati trayek angkutan umum.

Pantai Bakaro

sumber gambar: https://www.flickr.com

Tidak jauh dari Pantai Pasir Putih Fakfak, terdapat sebuah pantai yang juga sangat menawan yaitu Pantai Bakaro. Panoramanya yang sangat eksotis membuat objek wisata ini tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan domestik tapi juga wisatawan mancanegara.

Satu hal yang menarik dari pantai ini adalah adanya tradisi pemanggilan ikan yang dilakukan oleh masyarakat setempat yaitu semacam ritual dengan meniupkan peluit dari kulit kerang sambil membawa maklanan menuju tepi pantai. Menariknya, sesaat setelah peluit ditiup, banyak ikan-ikan dari berbagai jenis yang mendekat dan berenang di tepi pantai. 

Teluk Doreri

sumber gambar: http://reyginawisataindonesia.blogspot.com

Teluk yang sangat cantik ini banyak menggoda para wisatawan bukan hanya karena keindahannya, tapi juga karena banyaknya kapal-kapal yang tenggelam di dasar teluk. Terdapat 20 bangkai kapal lebih, 6 diantaranya telah teridentifikasi yang ada di Teluk Doreri.

Bangkai-bangkai kapal tersebut dalam perjalanan waktu menjadi tempat bertumbuh kembangnya terumbu karang serta menjadi tempat tinggal berbagai jenis ikan. Karena itu, Teluk Doreri menjadi surga bagi mereka yang gemar melakukan aktifitas diving dan snorkeling.

Pantai Maruni

sumber gambar: http://tempatwisatadidaerahpapua.blogspot.com

Jika pantai-pantai lainnya yang ada di Papua Barat memiliki pasir berwarna putih, berbeda dengan Pantai Maruni yang pasirnya berwarna hitam. Perbedaan itulah yang justru menjadi daya tarik dari pantai ini. Terlebih dengan banyaknya pepohonan yang menghiasi sepanjang tepi pantai, membuat pemandangan yang disajikan terlihat eksotis.

Berbagai aktifitas seru dapat dilakukan oleh wisatawan di pantai ini, seperti berenang, memancing, menyewa kapal untuk menjelajah kjawasan perairan, atau sekedar duduk santai di bawah pepohonsan.

Danau Anggi

:sumber gambar: http://amomentofplaces.blogspot.com

Wisata Danau ini terletak di Pegunungan Arfak, Kabupaten Pegaf yang memiliki ketinggian sekitar 2.950 meter dpl. Disebut Danau Anggi karena konon menurut kepercayaan masyarakat setempat danau ini terbentuk dari air mata sepasang kekasih bernama Anggi Ginji dan Anggi Gita yang harus berpisah karena tidak mendapat restu dari orang tua mereka.

Untuk mencapai kedua danau tersebut pengunjung harus terlebih dahulu mendaki Pegunungan Arfak, sehingga tidak hanya keindahan danau saja yang dapat dinikmati tapi juga keindahan alam yang dilihat dari atas ketinggian. 

Pulau Mantan

sumber gambar: https://travel.detik.com

Pulau ini relatif kecil karena hanya berukuran setengah hektar tepatnya 4.0000 meter2. Jarak Pulau Mantan dari Kota Sorong sekitar 8 mill yang dapat ditempuh dengan menggunakan speed boat selama kurang lebih 1 jam.

Memiliki pantai berpasir putih dengan terumbu karang yang masih terjaga kealamiannya, membuat Pulau Mantan menarik untuk dijadikan lokasi diving dan snorkeling. Tidak heran jika pulau ini kerap dijadikan sebagai tempat pemusatan latihan selam. 

Kolam Sisir

sumber gambar: https://www.youtube.com/watch?v=BK5Ci4gYKJA

Disebut Kolam Sisir karena objek wisata ini berlokasi di Kampung Sisir, Kaimana, disamping bentuk kolam yang juga menyerupolai sisir. Berada tidak jauh dari pusat kota, membuat  Kolam Sisir menjadi destinasi wisata favorit masyarakat setempat yang selalu penuh dengan pengunjung, utamanya pada saat hari libur.

Dengan lokasi yang dikelilingi bebukitan berhias pepohonan, membuat suasana di sekitar Kolam Sisir terkesan teduh dan asri, sehingga membuat siapapun akan betah untuk berlama-lama di tempat ini.

Pulau Venu

sumber gambar: https://steemkr.com

Tidak hanya indah, Pulau Venu juga unik karena menjadi rumah bagi beberapa spesies penyu, seperti Penyu Hijau, Penyu Lekang, Penyu Sisik dan Penyu Belimbing. Karena menjadi tempat hidup dan beraktifitas berbagai jenis penyu, membuat pulau ini juga dikenal dengan nama Pulau Penyu.

Pulau yang merupakan kawasan cagar alam ini juga memiliki koleksi berbagai jenis tumbuhan, beberapa diantaranya merupakan flora endemik, sehingga Pulau Venu tidak hanya tempat yang menarik untuk dijadikan objek wisata tapi juga untuk menambah pengetahuan dan rasa cinta terhadap alam. 

Pantai Simor

sumber gambar: https://www.dihaimoma.com

Hamparan pasir putih dengan pohon-pohon kelapa yang menghiasi sepanjang bibir pantai menyajikan pemandangan yang memukau di Pantai Simora yang merupakan bagian dari Tanjung Samora yang ada di Kaimana. Terlebih saat senja, keindahan pantai ini menjadi sangat luar biasa, sehingga muncul ungkapan yang hingga kini masih populer, yaitu “Senja di Kaimana” yang tidak lain adalah suasana senja di Pantai Simora.

Selain menikmati keindahan alam, pengujnjung yang datang ke sini juga dapat menikmati wisata sejarah dengan melihat berbagai benda bersejarah peninggalan Portugis dan Jepang, seperti mercusuar dan bunker yang dibangun pada abad ke-19, meriam dan berbagai macam benda bersejarah lainnya.

The Japanese Fortrees

sumber gambar: https://www.idntimes.com/travel/destination

Destinasi wisata yang satu ini berupa benteng peninggalan tentara Jepang pada masa Perang Dunia II yang berlokasi di Kokas, Kabupaten Fakfak. Untuk mencapai lokasi benteng, pengunjung harus menggunakan perahu dengan lama perjalanan sekitar 4 jam.

Benteng The Japanese Fortrees mempunyai 3 pintu gerbang serta ruang bawah tanah yang dilengkapi terowongan dengan panjang 138 meter. Pengunjung yang menelusuri terowongan tersebut, saat tiba di ujung terowongan akan menjumpai pemandangan hamparan laut yang sangat memukau.

Pegunungan Wondiwoy

sumber gambar: https://danomage.wordpress.com

Bagi pecinta adventure dan menyukai trekking di alam terbuka, Cagar Alam Pegunungan Wondiwoy bisa dijadikan pilihan. Objek wisata ini jaraknya sekitar 5 km dari pusat kota Manokwari yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Teluk Wondana.

Memiliki lahan seluas 73.022 hektar, Cagar Alam Pegunungan Wondiwoy menjadi tempat hidup dari berbagai flora dan fauna termasuk diantaranya 147 spesies burung. Di tempat ini pengunjung juga dapat menikmati indahnya Teluk Cendrawasih dan Teluk Wandamen dari kejauhan.

Pantai Amban

sumber gambar: http://reyginawisataindonesia

Selain Pantai Simora, tempat lain di Papua Barat yang menyuguhkan pemandangan sunset yang luar biasa indah adalah Pantai Amban. Bahkan, tidak hanya saat senja pantai ini terlihat indah, tapi juga sepanjang pagi hingga siang hari.

Pantai Amban merupakan bagian dari Cagar Alam Pegunungan Wondiwoy. Karena itu untuk mencapainya hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Selama dalam perjalanan itulah wisatawan dapat menemukan rumah-rumah tradisional Suku Arfak dengan bentuknya yang unik dan menarik.

Pantai Mubran Kaironi

sumber gambar: https://allindonesiatourism.com

Berlokasi di Kampung Kaironi, pantai ini merupakan salah satu dari lima kawasan pantai di Papua Barat yang menurut WWF sangat cocok untuk dijadikan tempat bertelur kawanan penyu dari berbagai spesies. Itu sebabnya sejak tahun 2.000, pantai ini ditetapkan sebagai kawasan cagar wisata.

Wisatawan yang ingin melihat kawanan penyu dari berbagai jenis bertelur di hamparan pasir di sepanjang pesisir Pantai Mubron Kaironi dapat datang ke lokasi pada bulan Maret – Juni. Di sana nanti akan dapat dijumpai sarang-sarang yang digunakan penyu untuk bertelur yang oleh petugas telah ditandai dengan menggunakan kayu kecil yang ditancapkan di sekitar sarang. 

Raja Ampa

sumber gambar: https://www.booking.com

Berkunjung ke Papua Barat terasa belum lengkap sebelum menginjakkan kaki di Raja Ampat, karena tempat inilah yang menjadi primadona pariwisata Papua Barat dan banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

Kepulauan Raja Ampat adalah empat gugusan pulau yang letaknya saling berdekatan. Diantara 4 gugusan pulau tersebut terdapat 610 pulau kecil dan baru 35 pulau yang ditempati oleh penduduk.

Gugusan pulau yang secara administratif  merupakan bagian dari kabupaten Raja Ampat ini,  keindahan alam bawah lautnya sudah mendunia. Bahkan, terumbu karang yang ada di sini konon merupakan terumbu karang terlengkap di dunia, karena  sebanyak 75 persen dari 537 jenis karang yang ada di dunia, terdapat di Raja Ampat.

Beragamnya jenis terumbu karang tersebut masih ditambah dengan 1.104 jenis ikan, 537 jenis hewan karang dan 669 jenis moluska yang membuat kawasan perairan Raja Ampat serasa surga bawah laut yang mengundang banyak wisatawan dari mancanegara.P

Pulau Waigeo

sumber gambar: http://panduanwisata.id

Pulau terbesar yang ada di gugusan pulau Raja Ampat ini merupakan pulau yang paling mudah dijangkau dengan menggunakan sarana transportasi umum. Itu sebabnya merupakan tempat yang paling tepat untuk dijadikan start dalam mengawali petualangan dan eksplorasi keajaiban alam Raja Ampat.

Dengan kawasan perairan yang dikelilingi berbagai jenis terumbu karang serta ikan yang berwarna-warni dan berbagai macam makhluk laut lainnya, membuat mereka yang memiliki hobby selam dipastikan tidak akan tahan untuk tidak segera menceburkan diri ke laut saat berada di Pulau Waigeo.

Jika beruntung, pada kedalaman sekitar 30 meter, penyelam akan dapat menjumpai hiu karang hitam dan hiu karang putih yang pulas tertidur. Tidak hanya itu, alam bawah laut yang memukau, sangat menarik untuk dijadikan spot fotografi bawah air.

Pulau Wayag

sumber gambar: https://travel.kompas.com

Diantara pulau-pulau yang ada di Raja Ampat, nama Pulau Wayag terbilang paling populer karena memang menjadi ikon dari pariwisata Raja Ampat dan mendapat julukan surgas menyelam Raja Ampat.

Keindahan Pulau Wayag tidak hanya tersimpan di dasar laut lewat  berbagai jenis terumbu karang serta ribuan spesies ikan, tapi juga tersaji di daratan lewat perpaduan hamparan laut yang berhiaskan gundukan pulau-pulau kecil yang jaraknya saling berdekatan.

Pulau Kofiau

sumber gambar: http://kampungkofiau.blogspot.com

Pulau terkecil yang ada di gugusan kepulauan Raja Ampat ini selain memiliki serpihan surga bawah laut yang memukau dengan terumbu karang dan habita lautnya, juga mempunyai keunikan  tersendiri di bagian daratannya.

Itu sebabnya, para wisatawan yang datang ke sini, sebaiknya tidak hanya menjelajah kawasan bawah laut, tapi juga wajib mengeksplorasi bagian daratan dengan melakukan trekking. Saat melintasi kawasan daratan itulah akan dapat dijumpai bukit-bukit vulkanik yang diselimuti hutan hujan yang lebar serta melihat berbagai atraksi dari berbagai jenis hewan khas Papua yang unik.

Pulau Salawati

sumber gambar: http://wisatabaru.com

Satu dari empat pulau besar yang ada di Kepulauan Raja Ampat ini memiliki pesona tersendiri karena sekitar ¾ dari luas daratan yang ada di pulau ini tertutup oleh pohon-pohon sagu. Pepohonan sagu tersebut tumbuh secara alami karena kawasan ini memang masih perawan dan belum tersentuh tangan-tangan manusia.

Keunikan lainnya dari pulau yang memiliki luas 1.623 km2 ini adalah adanya bunker-bunker bersejarah yang merupakan sisa-sisa Perang Dunia II. Sudah barang tentu, pesona utama dari Pulau Salawati sama seperti pulau-pulau lainnya di Raja Ampat yaitu surga bawah laut.

Desa Wisata Sauwandarek

sumber gambar: https://www.wowkeren.com

Selain pesona alam bawah laut, Kabupaten Raja Ampat juga memiliki Desa Wisata yang juga tidak kalah indah, yaitu Desa Wisata Sauwandarek yang berlokasi di Meos Mansar. Disini wisatawan dapat melihat rumah-rumah tradisional masyarakat setempat yang terbuat dari kayu dengan atap jerami.

Objek wisata yang dihuni 46 keluarga ini menyuguhkan pesona wisata serta menyediakan fasilitas bagi wisatawan yang ingin melakukan aktifitas snorkeling, diving maupun trekking. Perempuan-perempuan yang ada di Desa Sauwandarek juga terbilang mumpuni dalam membuat berbagai jenis kerajinan berbahan daun pandan laut, seperti tas dan topi yang dapat dibeli wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh.

Pulau Misool

sumber gambar: https://www.rajaampatparadise.com

Jika Kepulauan Raja Ampat menyimpan 75 persen dari jenis karang yang ada di dunia, maka Pulau Misool yang merupakan kawasan segitiga karang dunia ini memiliki 75 persen jenis ikan hias yang ada di dunia.

Selain itu, daya tarik dari Pulau Misool adalah kawasan laut lepasnya  yang sangat luas dengan warna biru kehijauan mengelilingi pulau. Kawasan perairan tersebut menjadi tempat perlintasan biota laut berukuran raksasa seperti gurita dan ikan laut.

Dengan luas sekitar 2.034 km2, Pulau Misool berbatasan langsung dengan Laut Seram dan terletak di bagian kepala burung Papua Barat sehingga tidak begitu jauh dari Kota Sorong.

Pulau Saonek Monde

sumber gambar: http://khabarkan.co

Jangan keliru, yang dimaksud di sini bukan Pulau Saonek yang berukuran luas dan dihuni oleh penduduk, melainkan Pulau Saonek Monde yang merupakan pulau kecil dengan luas sekitar satu hektar dan tidak berpenghuni. Begitu kecil dan sepinya pulau ini sehingga untuk menjelajah dan mengelilinginya  hanya butuh waktu sekitar 1 jam.

Meski berukuran kecil, pesona yang dihadirkan Pulau Saonek Monde sangat luar biasa. Dikelilingi oleh hamparan pasir berwarna putih bersih, air laut yang ada di kawasan pantai terlihat sangat jernih. Sehingga untuk dapat melihat keindahan terumbu karang dan berbagai jenis ikan serta biota laut lainnya, tidak perlu harus menyelam, tapi cukup dilihat dari atas permukaan air.

Bagi yang melakukan snorkeling dan diving sudah barang tentu akan lebih dimanjakan lagi. Terumbu karang dengan berbagai bentuknya yang unik dan warna-warni ikan serta biota laut, akan membuat wisatawan seolah berada di alam mimpi.

Itulah daftar 50 destinasi wisata yang wajib dimasukkan ke dalam daftar kunjungan saat Anda melakuklan trip dan menjelajahi kawasan Papua Barat. (*)

Comments

Loading...