OUR NETWORK

Air Terjun Siluman, Sumatera Utara

Meski memiliki nama yang angker dan seram, namun perwujudan dari air terjun ini justru sebaliknya. Siapapun yang datang ke lokasi, dipastikan tidak akan menyangkal keindahan dari panorama yang terhampar di hadapannya.

Sumber: Instagram @ekahandaa

Tidak ada yang tahu pasti sejak kapan dan mengapa objek wisata ini dinamakan Air Terjun Siluman. Namun, setidaknya ada dua kemungkinan yang membuat julukan tersebut disematkan. Pertama karena air terjun ini dikelilingi oleh tebing yang cukup tinggi sehingga memberi kesan angker.

Kedua karena curahan air yang jatuh dari atas ketinggian, datangnya tidak menentu. Terkadang jatuh dengan cukup deras, namun terkadang hilang dengan sendirinya seperti halnya siluman yang datang tanpa diundang dan pergi tanpa pamit.

Sumber: Instagram @irwanvanda

Untuk mengetahui penyebab dari datang dan perginya air terjun tersebut sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan melihat aliran air yang ada di atas. Ternyata, air terjun muncul saat debit air yang mengalir dalam jumlah yang besar. Sementara pada saat debit air kecil, aliran air tersebut terhimpit dan sulit melewati batu besar yang menghalanginya.

Sumber: Instagram @alexsandroputra

Air Terjun Siluman berada di Desa Garunggang, Kecamatan Sei Binge, Kabupaten Langkat, dengan jarak hanya sekitar 20 km dari pusat Kota Binjai. Objek wisata ini ditemukan pada tahun 2012 dan baru dibuka untuk wisatawan pada tahun 2013.

Meski sudah cukup lama dibuka untuk para wisatawan, namun hingga kini pengunjungnya masih terbilang jarang dibanding objek wisata air terjun lainnya yang ada di Langkat, termasuk Air Terjun Namo Blanga yang lokasinya tidak begitu jauh dari Air Terjun Siluman.

Mereka yang berkunjung ke sini mayoritas adalah para pecinta alam atau mereka yang menyukai wisata petualangan. Sementara wisatawan yang tidak masuk dua kategori tersebut, pada umumnya masih akan berpikir dua kali untuk datang ke lokasi, dengan pertimbangan beratnya perjalanan yang harus ditempuh sementara air tejunnya sendiri belum tentu dapat dijumpai.

Sumber: tribunnews.com

Tidak salah, untuk datang ke lokasi, butuh perjuangan yang tidak ringan. Pengunjung yang datang dari Kota Binjai harus menempuh perjalanan sekitar setengah jam untuk sampai ke Desa Garunggang.

Sesampai di desa tersebut, penduduk setempat biasanya akan menghampiri sambil menawarkan jasa sebagai guide untuk mengantar ke lokasi air terjun. Tarif yang mereka patok untuk seorang guide sebesar Rp 30.000 perorang wisatawan. Jadi kalau rombongan yang akan menuju ke lokasi sebanyak 5 orang, maka dikenakan tarif sebesar Rp 150.000. Tarif yang tidak bisa dibilang mahal, karena guide tersebut ikut membantu membawakan barang.

Selanjutnya, dimulailah tracking yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Wisatawan akan diajak berjalan kaki melewati jalan setapak yang berdebu pada saat musim kemarau dan becek, berlumpur serta licin pada saat musim hujan. Di sepanjang jalan sesekali akan berpapasan dengan penduduk setempat yang sebagian besar bekerja sebagai petani aren.

Sumber: kikitato.wordpress.com

Setelah berjalan kaki sekitar satu jam, tibalah di rumah paling ujung yang ada di desa tersebut. Seolah mengerti akan kebutuhan wisatawan, rumah itu menyiapkan tempat istirahat bagi pengunjung dengan alas tikar yang digelar sambil menjual mie instan dan air mineral. Di tempat inilah sebagian besar pengunjung biasanya beristirahat sejenak sebelum melanjutkan lagi perjalanan.

Sumber: kikitato.wordpress.com

Saat melanjutkan lagi perjalanan, dengan jarak sekitar 100 meter dari rumah paling ujung, jalan yang harus dilalui kondisinya sudah berbeda. Di sinilah adrenalin mulai dipacu karena rute tersebut sebenarnya berupa jurang yang diberi undakan agar dapat lebih mudah dilalui.

Sudah barang tentu kondisi jalan tersebut curam dan licin. Untuk menjaga keseimbangan tubuh agar tidak jatuh, wajib hukumnya memegang ranting-ranting pohon yang ditemui di sepanjang perjalanan.

Sumber: Instagram @mr_yadhi92

Setelah beberapa puluh langkah melewati jalan yang curam, akan terdengar suara deru air terjun dari kejauhan, itupun kalau Air Terjun Siluman kebetulan mencurahkan air dari atas ketinggian. Perjalanan baru benar-benar selesai setelah melewati jalan yang menurun sekitar setengah jam. Tanda kalau perjalanan berat sudah berakhir adalah saat sepatu dibasahi air yang dingin dan segar.

Tepat di hadapan mata akan terlihat Air Terjun Siluman dengan kolam alaminya yang digenangi air jernih berwarna hijau toscha. Air terjun tersebut dipagari dinding batu yang tinggi dan curam, dan air yang keluar dari celah-celahnya memperdengarkan suara yang merdu sedikit bergemuruh.

 

Sumber Featured Image: IDN Times

Comments

Loading...