OUR NETWORK

Berkubang di Sejuknya Air Terjun Batu Dinding Riau

Dengan sebagian wilayah berupa pegunungan dan perbukitan, membuat Provinsi Riau kaya akan objek wisata alam termasuk wisata air terjun. Salah satunya adalah Air Terjun Batu Dinding yang berada di kawasan Hutan Larangan Adat Kenegerian Tanjung Belit yang terhampar di area seluas 300 hektar.

Sumber: Instagram @like_riau

Meski tidak mudah untuk sampai ke lokasi wisata, namun air terjun ini cukup ramai dikunjungi wisatawan, terlebih pada musim liburan. Ramainya pengunjung tersebut dapat dilihat dari pemasukan yang diperoleh pengelola objek wisata melalui tiket masuk sebesar Rp 5.000 perorang.

Sumber: Lifestyle Okezone

Pada hari-hari biasa, dalam satu minggu pemasukan dari tiket masuk sekitar Rp 2 juta. Apalagi pada musim liburan, jumlah pengunjung bisa meningkat hingga dua kali lipat.

Ramainya pengunjung tersebut tidak lepas dari lokasi air terjun yang cukup dekat dengan objek wisata lain, yaitu Tugu Equator alias Tugu Katulistiwa serta Istana Kerajaan Gunung Sahilan yang merupakan objek wisata sejarah.

Selain itu, keindahan Air Terjun Batu Dinding yang masih alami, menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menghipnotis siapapun untuk berkunjung kesini.

Rute Menuju Air Terjun Batu Dinding

Sumber: Mongabay

Secara administratif Air Terjun Batu Dinding berada di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Jarak lokasi dengan pusat Kota Pekanbaru sekitar 72 km yang dapat ditempuh selama kurang lebih 3 jam.

Perjalanan menuju ke lokasi akan memberikan keasyikan tersendiri karena wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan alam yang menyejukkan mata, mulai dari hijaunya pepohonan berlatar belakang bebukitan, hamparan sawah, perkampungan penduduk serta Sungai Subayang yang lebarnya sekitar 25 meter.

Wisatawan yang berangkat dari Pekanbaru dapat menuju ke Lipat Kain dan meneruskan lagi perjalanan menuju Desa Gema yang jaraknya sekitar 27 km. Sesampai Desa Gema perjalanan berlanjut menuju Desa Tanjung Belit dengan jarak 5 km.

Sumber: Sengpaku

Di Desa Tanjung Belit wisatawan dapat memilih dua alternatif untuk melanjutkan perjalanan, dengan berjalan kaki atau menyeberangi Sungai Sebayang. Jika berjalan kaki, maka harus menitipkan kendaraan ke rumah warga dengan membayar ongkos parkir sebesar Rp 3.000 – Rp 5.000 untuk motor dan Rp.10.000 untuk mobil.

Apabila memilih melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi Sungai Sebayang, wisatawan dapat menyewa perahu pompong atau perahu panjang dari kayu yang diberi mesin dengan tarif Rp.10.000 – Rp.15.000 perorang.

Jika perjalanan melalui jalur darat yang ditempuh dengan berjalan kaki butuh waktu sekitar 1 jam untuk sampai di lokasi,  perjalanan menggunakan jalur sungai butuh waktu sekitar 45 menit.

Sumber: Mongabay

Begitu turun dari perahu, wisatawan sudah bisa mendengarkan suara gemuruh air terjun dari kejauhan dan bertemu dengan papan kayu beratap seng yang bertuliskan “Selamat Datang di Areal Objek Wisata Batu Dinding”.

Turun dari perahu perjalanan masih harus dilanjutkan lagi dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dengan naik turun bukit melewati jalan setapak yang tersembunyi di balik pohon-pohon besar dan rindang.

Sensasi Berkubang di Sejuknya Air Terjun Batu Dinding

Sumber: Instagram @multihadi

Perjalanan yang cukup melelahkan bakal terbayar lunas begitu sampai di lokasi air terjun. Keindahannya yang masih alami dengan dikelilingi pepohonan hijau yang menyelimuti serta batu-batu kali yang menghiasi kolam alam dan aliran sungai membuat rasa lelah seketika hilang.

Disaat itu pula pengunjung akan dapat mengetahui, kenapa air terjun ini dinamakan “Air Terjun Batu Dinding”. Penamaan tersebut mengacu pada bentuk air terjun. Air yang tercurah dari atas ketinggian tidak berasal dari aliran sungai melainkan keluar dari sela-sela dinding batu.

Sumber: Instagram @dhaniramadhanputra

Air terjun ini tidak seberapa tinggi sehingga kolam alam yang terbentuk di bawahnya juga tidak seberapa dalam dan aman untuk dipakai mandi, berkubang dan berenang. Bahkan mandi langsung di bawah curahan airnyapun tidak membahayakan.

Sumber: Instagram @bemmbeng_

Meski tidak seberapa tinggi, namun air terjun ini memiliki air yang sangat jernih, sehingga ikan-ikan kecil yang berenang di dasar kolam dan di dasar sungai, dapat dilihat dengan jelas dari atas permukaan air.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, air yang memancar dari sela-sela batu pada air terjun ini dapat membuat awet muda. Terlepas benar atau tidaknya mitos tersebut, berkubang di segarnya Air Terjun Batu Dinding memberikan sensasi tersendiri. Tubuh serasa direlaksasi sehingga rasa lelah seketika hilang terbawa aliran air yang membentuk anak sungai.

Comments

Loading...