Destinasi Wisata Terbaru Taman Ya’ahowu Latar Pentas Seni Budaya Nias

Taman Ya’ahowu atau yang juga dikenal sebagai taman Kota Gunungsitoli merupakan sebuah area tempat peribadatan kaum tionghoa. Oleh sebab itu, hampir semua ornamen yang menghiasi taman sangat identik dengan hiasan khas Chinese. Hiasan yang oriental tersebutlah yang mampu menjadikan taman tersebut cukup hitz.

Lokasi Taman Ya’ahowu / Taman Kota Gunungsitoli

Taman Ya’ahowu atau taman kota Gunungsitoli terletak di Jl sirao No 139, Gunungsitoli, Kepulauan Nias. Cara untuk mengunjungi taman tersebut juta cukup mudah dapat ditempuh melalui jalur laut maupun udara bagi yang berasal dari luar Nias. Sementara bagi yang merupakan penduduk Nias pasti dapat menggunakan kendaraan pribadi.

Untuk akses bandara Binaka, Nias juga telah menyediakan beberapa destinasi penerbangan saja dan bukan hanya sebatas Jakarta maupun Sumatera. Semakin berkembangnya dan kepopuleran dari pariwisata Nias, destinasi penerbangan menuju ke Binaka Airport pun menjadi lebih mudah.

Terlebih lagi untuk akses darat yang menyediakan berbagai macam jasa sewa mobil dan motor. Sehingga para wisatawan yang berasal dari luar Nias dapat leluasa dalam mengeksplorasi pesona alam Nias.

Kondisi Taman Ya’ahowu Sebelum Menjadi Destinasi Pariwisata

Sumber Gambar: wonderfulniasholidays.blogspot.com

Taman Ya’ahowu atau taman kota Gunungsitoli termasuk ke dalam jajaran destinasi wisata baru yang langsung menjadi hitz hanya dalam beberapa bulan sejak diputuskan untuk dijadikan sebagai destinasi wisata, kondisi dari taman tersebut selalu dipadati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sebelum dijadikan sebagai destinasi wisata,Taman Ya’ahowu hanya berupa dataran biasa yang penuh dengan tumbuhan liar, seperti ilalang. Tidak ada satu hal pun yang menarik dari taman tersebut.

Walaupun hanya berupa dataran yang penuh dengan ilalang, bukan berarti daerah tersebut mempunyai kondisi sunyi dan senyap. Taman tersebut selalu ramai dan padat setiap hari. Tetapi yang memadati daerah tersebut bukanlah manusia, melainkan hewan liar. Sebagian besar hewan liar yang mengunjungi daerah tersebut adalah hewan ternak seperti kambing, domba, sapi dan lain – lain.

Sumber Gambar: Google Maps @Yoe Lick

Dengan keberadaan dari tumbuhan ilalang liar, daerah tersebut dijadikan tujuan utama bagi beberapa hewan untuk mencari makanan. Terutama bagi hewan herbivora / pemakan tumbuhan, seperti ilalang. Selain para hewan ternak, daerah tersebut juga dikunjungi oleh manusia walaupun hanya sekadar melintas. Tepat di area tersebut terdapat sebuah kelenteng / wihara. Oleh karena itu, tempat tersebut dilalui oleh beberapa orang yang hendak sembayang.

Tempat tersebut juga dijadikan untuk berburu makanan oleh hewan ternak, area Taman Ya’ahowu juga dijadikan sebagai tempat pelelangan ikan / pasar ikan. Banyak para nelayan yang berlabuh di area taman tersebut untuk melelang hasil panen kepada pemasok maupun orang lain yang hendak membeli ikan.

Sumber Gambar: Google Maps @Mas Fahri 17

Tempat tersebut juga pernah dijadikan sebagai tempat pengungsian. Gempa yang melanda Aceh beberapa tahun silam membuat beberapa penduduk harus mengungsi di tempat yang aman, seperti daerah Taman Ya’ahowu.

Kondisi area tersebut yang hanya berupa dataran ilalang menjadikan daerah tersebut cukup aman untuk mengungsi. Dengan tidak adanya bangunan sama sekali menjadi faktor utama area tersebut aman dijadikan sebagai tempat pengungsian.

Jadi seandainya terjadi gempa susulan, para pengungsi tidak perlu khawatir. Sebab resiko bahaya yang mengancam jiwa sangat minim. Dengan kata lain, para pengungsi tidak akan tertimpa bangunan apapun yang runtuh karena gempa.

Pembangunan Tempat Wisata Taman Ya’ahowu

Daerah Taman Ya’ahowu diputuskan sebagai tempat wisata sejak Gunungsitoli menjadi tuan rumah dalam acara pesta seni dan budaya tahunan kepulauan Nias. Acara tersebut diselenggarakan pada tahun 2016. Daerah yang dijadikan sebagai lokasi pesta seni budaya adalah area taman tersebut. Area yang hanya berupa dataran biasa pun ditata dengan sangat rapi sehingga pantas untuk dijadikan sebagai latar pentas seni budaya.

Sejak acara tersebut, pemerintah setempat memperhatikan area tersebut dengan relokasi seutuhnya. Relokasi pun dilakukan secara bertahap mulai dari penertiban bangunan liar, penghijauan, pembangunan jalan, toilet dan lain – lain. Sehingga lambat laun tempat tersebut bukan hanya sekedar lahan kosong namun berubah seperti taman kota dengan berbagai macam fasilitas yang cukup memadai.

Sumber Gambar: Youtube @Onodax Art

Lambat laun, tempat tersebut pun dikunjungi oleh beberapa penduduk untuk menikmati area yang telah ditertibkan. Lalu tempat itupun menjelma menjadi destinasi wisata yang sangat potensial.

Nama dari Ya’ahowu sendiri merupakan sebutan khusus oleh penduduk setempat. Nama yang diambil dari bahasa Nias mempunyai arti ” semoga diberkati “. Kata tersebut digunakan sebagai sapaan penduduk Nias dalam sehari – hari. Bagi penduduk Nias sendiri kata Ya’ahowu bukan hanya sekedar kata sapaan biasa. Namun kata tersebut merupakan kata yang wajib diucapkan pertama kali ketika bertemu dengan penduduk lain.

Untuk nama resmi dari taman tersebut bukanlah Taman Ya’ahowu, melainkan taman kota Gunungsitoli. Sehingga bagi yang hendak mengunjungi taman tersebut, sebaiknya tidak menggunakan kata kunci Taman Ya’ahowu dalam pencarian Google map.

Tetapi kata kunci yang harus digunakan adalah Taman kota Gunungsitoli. Sebab dalam record Google map hanya menyatumkan nama Taman kota Gunungsitoli, meskipun taman tersebut lebih dikenal sebagai Taman Ya’ahowu.

Fasilitas Taman Ya’ahowu

Sumber Gambar: yaahowu.id

Sebagai pusat kota dan sekaligus menjadi destinasi wisata favorit, Taman Ya’ahowu telah menyediakan beberapa fasilitas yang cukup memadai bagi para wisatawan. Salah satunya adalah menyediakan toilet umum dan beberapa fasilitas penunjang lainnya.

Selain itu juga terdapat fasilitas lain yang berupa jogging area. Di tempat tersebut para pengunjung dapat melakukan aktivitas olahraga seperti jogging, cycling dan lain – lain. Area jogging track telah dilengkapi dengan pepohonan yang berada di sepanjang jalan. Jadi sangat nyaman dan sejuk untuk beraktivitas.

Kondisi jalan pun sangat mendukung untuk penyandang disabilitas. Karena permukaan jalan sedikit miring. Jadi bagi pengguna kursi roda pun dapat dengan mudah untuk menjalankan kursi roda.

Disepanjang jalan juga terdapat tempat duduk dan tempat sampah. Jadi para pengunjung dapat beristirahat dan bersantai sambil menikmati desiran ombak laut Nias serta sejuknya pepohonan yang berada di sekitar. Di area taman terdapat kompleks taman bunga yang cantik dan sangat apik dijadikan sebagai background foto.

Sumber Gambar: pariwisatasumut.net

Fasilitas lain yang paling khas dari taman tersebut adalah ornamen lampion. Di sepanjang langit – langit penuh dengan ornamen Chinese lampion. Dengan ornamen tersebut menjadikan taman kota Gunungsitoli menjadi sangat khas dengan nuansa suku tionghoa. Hal tersebut juga merupakan suatu karakter yang khas serta mendukung. Sebab tidak jauh dari lokasi terdapat sebuah vihara.

Keberadaan dari vihara tersebut telah lama dan merupakan tempat religi bagi umat budha. Dengan kompleks Taman Ya’ahowu membuat umat budha pun merasa cukup nyaman. Dan dapat mengunjungi taman setelah bersembayang. Sayangnya vihara tersebut tidak dibuka untuk umum. Hanya umat Buddha yang dapat mengunjungi tempat ibadah tersebut. Namun para pengunjung dapat hunting foto di gerbang vihara.

Taman tersebut pun juga dimanfaatkan pemerintah untuk berbagai macam perayaan adat, festival dan lain – lain. Acara yang terbuka untuk umum, selalu mendapatkan antusias positif para penduduk.

close

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.