in

Goa Liang Bua Bukti Adanya Manusia Hobbit di Indonesia

Foto Dari Wikipedia.com

Bagi anda yang sangat tertarik dengan wisata yang mengandung kehidupan masa prasejarah namun terlalu bosan jika harus ke musem, maka Goa Liang Bua adalah pilihan yang tepat. Disini anda bisa merasakan berpetualang menjelajahi pegunungan karst sekaligus merasakan nuansa alam yang indah diselingi dengan sejarah kehidupan masa lampau. Menurut para arkeolog yang telah melakukan penelitian sejak tahun 1930, Goa ini telah berumur sekitar kurang lebih 190.000 tahun. Meskipun sudah berumur sangat tua Goa dengan panjang 50 meter, lebar 40 meter, dan tinggi 25 meter ini masih sangat kokoh dan cantik.

Sumber: eurekalert.org

Goa Liang Bua berada di Dusun Golo Manuk, Desa Liangbua, Kecamatan Rahang Utarua, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Nama Liang Bua sendiri memiliki arti yang menurut masyarakat setempat adalah Lubang Sejuk. Tidak heran mengapa Goa ini disebut dengan Lubang Sejuk karena Goa ini terletak 200 meter dari pertemuan antara 2 sungai, yaitu Sungai Wae Racang dan Wae Mulu. Menurut perkiraan Goa ini terbentuk dari arus sungai yang membawa bebatuan menembus gundukan bukit kemudian dengan proses yang lama bebatuan itu menjadi batuan sedimentasi.

Jauh sebelum dikenal sebagai tempat wisata tempat ini lebih dahulu dijadikan sebagai objek penelitian para arkeolog. Bahkan sampai sekarang tempat ini masih dijadikan sebagi tempat penelitian bagi para arkeolog dari berbagai negara. Menghabiskan waktu untuk berwisata di tempat ini merupakan pilihan yang tepat untuk menikmati pemandangan indah yang bercampur dengan nuansa sejarah yang terbentuk secara alami tanpa ada campur tangan tekhnologi. Hal ini bisa dilihat dari stalagmit dan stalagtit yang menggantung di atas dan menonjol di bawah.

Ceritanya Ini Hunian Manusia Modern Tahun Lampau

Sumber: floresplus.net

Disebutkan bahwa Goa Liang Bua ini telah dihuni oleh manusia modern sekitar 10.000 tahun lalu. Namun jauh sebelum  itu, Goa ini menjadi tempat tinggal para manusia Hobbit alias manusia Kerdil yang memiliki ukuran otak yang sangat kecil, tinggi badan sekitar 100 cm dan berat badan hanya 25 kilogram. Adanya kehidupan manusia Hobbit tersebut didukung dengan Fosil yang ditemukan pada kedalaman 6 meter. Selain penemuan Fosil manusia Hobbit para arkeolog juga menemukan beberapa tulang binatang purba, diantaranya yakni stegodon (gajah purba), kadal, kura-kura, biawak, dan komodo.

Temuan artefak batu dan batuan keras juga ditemukan di daerah Sungai Wae Racang dan Wae Mulu yang semakin mendukung adanya kehidupan manusia purba di kawasan tersebut. Sejumlah artefak seperti batu, tembikar, dan beliung persegi juga ditemukan di tempat ini pada tahun 1965 oleh Theodore Verhoeven asal Belanda. Tak heran jika tempat ini dapat menarik perhatian para pecinta sejarah dan juga wisatawan lain yang penasaran dengan bagaimana kehidupan nenek moyang yang berada di Nusa Tenggara Timur tersebut.

Lokasinya Goa Liang Bua Mudah Dituju

Sumber: timetoeatthedogs.com

Akses menuju tempat wisata ini tergolong cukup memakan waktu lama. Jika dari Kota Kupang anda dapat naik pesawat untuk bisa sampai di Kota Ende yang terletak di Pulau Flores. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Kota Ruteng dengan jarak yang memakan waktu sekitar empat jam dan dilanjutkan menuju ke Rampasasa sejauh 13 kilometer. Anda bisa menggunakan angkutan umum atau mobil jika anda disana menggunakan jasa tour guide. Dan untuk tiket masuk anda hanya akan dikenakan biaya sekitar Rp. 20.000.

Disarankan untuk mempersiapkan kondisi badan yang fit karena perjalanan membutuhkan waktu cukup lama. Jika anda mempunyai rencana untuk berlibur ke Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur tidak ada salahnya menjadikan Goa Liang Bua ini menjadi salah satu destinasi wisata. Goa dengan keindahan yang terbentuk secara alami disertai dengan cahaya yang bersumber hanya dari matahari akan membuat anda terpana dan betah untuk berlama-lama disana.