OUR NETWORK

Green Canyon Gulamo, Taman Geo Wisata yang Memukau di Riau

Nama objek wisata yang ada di Desa Tanjung Alai, Kecamatan Tigabelas Koto Kampar ini sebenarnya adalah Sungai Gulamo. Namun karena memiliki pesona layaknya Green Canyon Sungai Colorado yang ada di Arizona Amerika Serikat, membuat Taman Geo Wisata ini populer dengan sebutan Green Canyon Gulamo.

Sumber: Instagram @ade_juliandri

Berada di deretan kaki Bukit Barisan, pesona yang disuguhkan Gulamo memang berbeda dari objek wisata lainnya yang ada di Indonesia. Wisatawan akan diajak menikmati karya seni yang diciptakan oleh alam, berupa pahatan yang menghiasi dinding bebatuan serta lukisan tanpa kanvas dari perpaduan indahnya batu-batu cadas dengan beningnya air sungai serta pepohonan hijau yang menyelimuti.

sumber: instagram@novri_pci

Untuk menuju ke objek wisata alam ini, wisatawan yang berangkat dari Kota Pekanbaru harus menempuh perjalanan selama 2 – 2,5 jam menuju ke Danau PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Koto Panjang. Sesampai di Danau PLTA tepatnya di Jembatan 1 yang berlokasi di Desa Tanjung Alai, petualangan menyusuri Green Canyon Gulamo tiba saatnya untuk dimulai.

Menyusuri Green Canyon Gulamo, Menikmati Pemandangan Alam yang Memukau

Di lokasi Jembatan 1 ini perjalanan menuju Green Canyon Gulamo dapat ditempuh dengan menggunakan perahu kayu bermotor yang berkapasitas maksimal 9 penumpang. Perahu tersebut disewakan seharga Rp.500.000 – Rp.750.000 tergantung dari kepandaian dalam menawar.

Sumber: Instagram @focus_adventure

Harga sewa tersebut sudah termasuk jaket pengaman dan pengemudi yang juga menjadi pemandu wisata dengan lama perjalanan yang tidak terbatas. Jadi kalau wisatawan ingin menghabiskan waktu di atas Sungai Gulamo pemilik perahu tidak akan protes. Namun hal tersebut hampir tidak pernah terjadi.

Di kawasan Danau PLTA ini ada 10 perahu yang disewakan bagi wisatawan. Pemiliknya mayoritas bekerja sebagai peladang, sehingga mengantar wisatawan merupakan pekerjaan sambilan.

Tapi disaat hari musim liburan, seperti tahun baru dan Idul Fitri, pekerjaan utama akan ditinggal karena di lokasi wisata mereka bisa sehari penuh hulir mudik di atas Sungai Gulamo mengantar para wisatawan. Sehingga dalam sehari penghasilan mereka bisa mencapai jutaan rupiah.

Sumber: Instagram @ade_juliandri

Perjalanan menyusuri Sungai Gulamo diawali dari kawasan Danau Waduk PLTA Koto Panjang. Disini wisatawan dapat melihat aktifitas para petani yang membudidayakan ikan mas menggunakan keramba serta para nelayan yang mencari ikan di kawasan perairan waduk.

Tidak lama kemudian aliran sungai akan membawa perahu pada pemandangan yang mempesona berupa batang-batang pohon dalam jumlah yang banyak, terhampar di atas permukaan air danau. Konon batang-batang pohon tersebut dahulu sengaja ditenggelamkan saat pembuatan dam bagi waduk PLTA.

Setelah puas menyusuri kawasan perairan yang ada di danau buatan, wisatawan akan diajak menuju aliran air yang masuk ke kawasan Sungai Gulamo. Tanda bahwa perahu memasuki kawasan wisata adalah adanya tebing-tebing curam setinggi 10 – 15 meter yang mengapit aliran sungai.

Sumber: Instagram @green_canyongulamo

Perlahan-lahan perahu bergerak menyusuri aliran sungai dan perlahan-lahan pula air yang dilewati berubah warna. Air sungai yang semula jernih tanpa warna, berubah menjadi kehijau-hijauan namun tanpa merubah kejernihannya. Begitu juga dengan udara sekeliling, menjadi terasa sejuk dan segar.

Disaat melewati sungai yang berpagar tebing-tebing curam tersebut, wisatawan akan merasakan suasana yang berbeda. Bahkan, akan merasa seolah berada di negeri antah beranta yang hanya ada di dongeng dan di film-film.

Dinding-dinding curam yang mengapit aliran sungai tersebut juga memiliki tekstur yang menarik seolah sengaja diukir oleh alam, sehingga sangat sayang jika hanya sekedar dilihat.

Sumber: Instagram @green_canyongulamo

Untuk itu, minta pengemudi perahu untuk menghentikan laju perahu sejenak, agar memiliki kesempatan untuk mengabadikan karya seni alam tersebut dengan lensa kamera atau kamera ponsel. Tidak ada larangan untuk berselfie ria sepanjang masih dilakukan di atas perahu.

Setelah puas mengambil gambar, perjalanan dapat dilanjutkan kembali dengan masih menyusuri sungai yang diapit tebing tinggi. Semakin dalam memasuki kawasan Green Canyon Gulamo, pemandangan yang tersaji semakin menakjubkan.

Sumber: Instagram @mifta522

Dalam perjalanan wisatawan akan menjumpai tiga buah air terjun yang menumpahkan air dari atas ketinggian dan tercurah langsung ke atas permukaan sungai. Sehingga sepintas lalu, seolah ketiga air terjun itulah yang mengisi Sungai Gulamo. Ketinggian ketiga air terjun tersebut bervariasi antara 3 – 5 meter.

Perjalanan  mendekati titik akhir saat air sungai berubah lagi menjadi jernih tanpa warna. Begitu jernihnya air sungai tersebut sehingga bagian dasar sungai yang dipenuhi pasir-pasir putih dapat dilihat dengan jelas dari atas permukaan air.

Sumber: Instagram @aroel_laklul

Disinilah pengemudi perahu menghentikan laju perahunya dan mempersilahkan wisatawan untuk menikmati segarnya air Sungai Gulamo dengan mandi dan berenang sepuas-puasnya.

Comments

Loading...