OUR NETWORK

Gua Kampret, Sumatera Utara

Berbeda dengan gua pada umumnya, gua yang satu ini tergolong istimewa karena semburan cahaya yang menembus celah-celah bebatuan membuatnya menarik. Gua yang terletak di  Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara ini diberi nama Gua Kampret. Kampret  bukan berarti gua ‘sialan’ tetapi karena di gua ini banyak terdapat ‘kampret’ atau sebutan kelalawar menurut bahasa sekitar. Akses untuk menuju tempat ini tidak sulit karena masyarakat setempat sudah memasang petunjuk arah di sepanjang jalan menu gua kampret.

Tidak memakan waktu terlalu lama untuk sampai ke gua ini. Jika kamu dari terminal Bukit Lawang bisa naik ojek sampai ke tepi Sungai Bahorok. Selanjutnya hanya berjalan kaki sekitar 3 kilometer selama kurang lebih 20 menit kamu sudah sampai di mulut Gua Kampret. Biaya masuk gua tidaklah mahal, hanya Rp5.000,- per orang. Kamu tidak perlu khawatir dan takut tersesat, karena di mulut gua ini kamu akan bertemu dengan penjaga yang menemani masuk ke dalam gua. Penjaga ini akan menjadi pemandu wisata sekaligus melindungi dari binatang melata yang mungkin ditemukan di gua sedalam satu kilometer ini.

Sumber : Instagram @ardinaharahap

Untuk menyusuri gua ini kamu harus sedikit mendaki, namun tidak terlalu sulit karena tanah sudah dibentuk seperti tangga untuk memudahkan pengunjung. Agar tidak tergelincir, kamu juga bisa berpegangan akar-akar pohon yang terjulur di kiri kanan. Pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan dan membuang sampah di dalam gua ini, hanya disarankan untuk membawa minum untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Sumber : Instagram @pinouva

Hawa dingin dan bau kotoran kampret (kelelawar) yang menyengat dan kepakan sayap kelelawar menambah keseruan perjalanan ini. Karena seperti pada umumnya gua, Gua Kampret juga dingin, gelap, dan lembab. Sehingga disarankan agar pengunjung memakai pakaian dan celana panjang, serta membawa senter untuk menerangi jalan yang ditelusuri karena jalannya juga licin. Pemandangan stalagtit dan stalagmit yang mempesona terpampang di sepanjang perjalanan menyusuri gua ini.

Setelah berjalan kurang lebih 1 kilometer, kamu akan sampai di titik gua yang ditunggu-tunggu yaitu cahaya yang masuk dari celah-celah bebatuan, tepatnya di ujung gua. Perjalanan di tempat gelap dan penuh kotoran kelelawar seakan terbayar dengan pemandangan yang indah ini. Kamu bisa beristirahat sejenak disini sambil mengabadikan momen terbaikmu. Ketika sampai ujung gua ini kamu tidak begitu memerlukan senter karena sudah terang akibat sinar matahari yang menembus bebatuan gua.

 

Sumber : Instagram @nurdinhakim

Setelah puas menikmati keindahan alam yang luar biasa sembari mensyukuri nikmat dari-Nya dan berfoto ria, kini saatnya kamu keluar dari Gua Kampret ini. Untuk keluar dari gua ini tidak ada jalan lain atau jalan alternatif. Kamu harus menyusuri jalan sama seperti jalan masuk yang tadi dilewati. Bukan tidak mungkin jika kamu akan bertemu dengan binatang-binatang penghuni gua ini, terutama binatang melata. Sehingga kamu harus tetap waspada dan hati-hati selama menyusuri jalan bebatuan di gua ini, karena batu-batu yang dipijak juga sangat licin.

Gua Kampret ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai petualangan, perjalanan alam, sembari menikmati keberagaman dan keindahan ciptaan-Nya. Selain itu disini juga kamu bisa belajar tentang bentuk-bentuk gua, bentuk-bentuk stalagtit dan stalagmit, serta dapat mempelajari binatang yang hidup di sini. Selain hanya untuk rekreasi melepas penat, setelah mengunjungi gua ini pengetahuanmu tentang alam juga semakin bertambah. Selamat berlibur!

Sumber foto :

instagram.com/p/BSiDjEUBulE/
instagram.com/p/BLBYwQsjEtS/
instagram.com/p/BVceWjKhkNM/

Comments

Loading...