OUR NETWORK

Jalan-jalan di 10 Tempat Wisata di Padang Lawas Utara

Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang terbentuk dari hasil pemekaran wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, selalu menarik untuk dikunjungi karena disini terdapat banyak objek wisata.

Wisatawan akan dimanjakan oleh panorama alamnya yang indah, adat dan budayanya yang menggoda serta keramahtamahan penduduknya. Hal itulah yang membuat aktifitas jalan-jalan di kabupaten yang beribukota di Gunung Tua ini selalu menyenangkan. Terlebih jika berkunjung ke 10 tempat wisata yang ada di Paluta berikut ini.

Danau Tao

Sumber: Instagram @irwanvanda

Dalam bahasa Batak, Tao memiliki arti danau. Jadi sebutan Danau Tao sebenarnya kurang tepat karena sama artinya dengan mengulang satu kata. Namun, sebutan Danau Tao sudah melekat menjadi nama dari danau yang berlokasi di kecamatan Batang Onang ini. Tidak saja oleh wisatawan dari luar kota tapi juga masyarakat setempat sendiri.

Kontur perbukitan ditambah hutan kecil yang mengelilingi, membuat danau seluas 2 hektar ini, tidak saja indah tapi juga memberikan udara yang sejuk dan segar serta suasana yang damai dan tenang.

Batu Kapur Paranginan

Sumber: Instagram @herii_panjaitan

Bagi pemburu spot-spot yang instagramable, Batu Kapur Paranginan dipastikan bakal menjadi latar belakang foto sebagaimana yang diinginkan, karena selain indah juga memberikan kesan menarik lewat bentuknya yang unik.

Destinasi wisata yang ada di wilayah Gunung Tua ini memiliki hamparan bebatuan kapur dengan bentuknya yang unik, karena proses alam selama puluhan bahkan ratusan tahun. Batu-batu kapur dengan bentuk gundukan-gundukan kecil tersebut memiliki ujung yang tumpul sehingga aman dipijak serta diduduki oleh mereka yaang ingin berselfie ria.

Air Terjun Siranap

Sumber: Google

Berlokasi di Desa Janji Martogu, Air Terjun Siranap menjadi salah satu objek wisata di paluta yang paling banyak dikunjungi traveller pecinta adventure, karena akses jalan yang menuju lokasi selain cukup menantang juga menyuguhkan panorama yang indah.

Puncak keindahan sudah barang tentu saat tiba di lokasi. Dengan dikelilingi tebing batu yang tinggi serta pepohonan yang hijau, suasana alami langsung dapat dinikmati. Kolam alam di bawah air terjun yang tidak terlalu dalam ditambah airnya yang jernih bakal membuat pengunjung tidak sabar untuk mandi dan berendam.

Waterboom Gunung Tua

Sumber: Instagram @na_siregar_ma

Berlokasi di Rico Cipta Mandiri Land, Gunung Tua, lokasi waterboom ini cukup mudah dijangkau karena dari simpang Jalan Lintas Sumatera arah Padangsidempuan – Pasar Gunung Tua hanya masuk ke arah kiri sejauh 50 meter.

Satu-satunya waterboom yang ada di Paluta ini menyediakan kolam bagi orang dewasa dan anak-anak yang dilengkapi dengan tower pengawas untuk menjaga keselamatan pengunjung. Selain itu, juga tersedia berbagai fasilitas, seperti area parkir, kantin, taman, klinik, mushollah, gazebo serta yang lain.

Candi Pulo

Sumber: Google

Sama halnya dengan Kabupaten Padang Lawas, wilayah Kabupaten Paluta juga memiliki sejumlah objek wisata sejarah dalam bentuk candi, salah satunya adalah Candi Pulo yang berada di Desa Bahal, Kecamatan Portibi.

Candi Pulo terletak di atas bukit buatan yang dikelilingi tebing, sehingga pengunjung yang berada di lokasi candi akan dapat menikmati pemandangan alam di sekitarnya seperti hamparan sawah, perkebunan sawit, perumahan penduduk sampai dengan aliran Sungai Batang Pane.

Candi Pulo sudah diteliti oleh para arkeolog sejak tahun 1935, salah satu diantaranya adalah FM Scnhitger yang memaparkan kondisi Candi Pulo saat pertama kali ditemukan dalam sebuah buku yang berjudul Archaeology of Hindoo Sumatra.

Candi Bahal

Sumber: Google

Berlokasi di Desa Bahal, Kecamatan Padang Bolak, Candi Bahal yang juga dikenal dengan sebutan Candi Portibi memiliki dibangun pada abad XI oleh penguasa Kerajaan Pannai. Candi bercorak Buddha Vajrayana ini terdiri atas 3 candi utama yaitu Biaro bahal I, II dan III.

Menurut hasil penelitian, kompleks Candi Bahal sebenarnya terdiri atas 26 candi yang berdiri di atas lahan seluas 1.500 meter2. Namun, hingga kini baru 3 candi yang telah ditemukan dan telah dilakukan pemugaran.

Kompleks Candi yang Belum Digali

Sumber: Google

Bagi peminat sejarah utamanya para arkeolog, jejak keberadaan candi memberikan daya tarik tersendiri, meskipun candi tersebut masih dalam kondisi belum tergali dan belum dikenali. Di Paluta, para peminat sejarah bakal terpuaskan karena terdapat banyak jejak keberadaan candi yang hingga kini masaih terkubur tanah dan hanya berbentuk gundukan bukit.

Beberapa jejak candi yang ada di paluta tesebut diantaranya adalah Candi Bara di Desa bara Kecamatan Portibi, Candi Aloban di pusat Kota Gunung Tua Kecamatan Portibi, Candi Tunjung Bangun, Candi Sitopayan dan Candi Naga Saribu yang berlokasi di Kecamatan Padang Bolak Tenggara.

Gua Tuk-tuk

Sumber: Google

Diberi nama Gua Tuk-tuk karena di depan pintu gua terdapat sebuah batu yang jika diinjak mengeluarkan bunyi “tuk…tuk”. Gua ini berada di kawasan hutan lindung yang ada di Desa Simaninggir, sehingga suasana di sekitar gua terlihat indah alami.

Meski berada di tengah  kawasan hutan, akses untuk menuju ke lokasi terbilang mudah, karena pengunjung dapat menempuhnya dengan menggunakan kendaraan roda dua dari area perkampungan penduduk sejauh 4 km. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit.

Gua Tuk-tuk memiliki bibir gua yang luas dan indah dengan diameter sekitar 15 meter. Bagian dalam gua yang masih alami memiliki lantai yang kering dan dihiasi dengan lorong-lorong dalam jumlah yang cukup banyak.

Suaka Margasatwa Barumun

Sumber: Google
Sumber: Google

Menempati area seluas 36.261 hektar, Suaka Marga Satwa Barumun merupakan bagian dari Kesatuan Hutan Konservasi sekaligus menjadi Tiger Sanctuary atau Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera karena kawasan ini menjadi tempat tinggal bagi 400 ekor Harimau Sumatera.

Selain Harimau terdapat pula satwa yang lain, seperti Gajah, Beruang Tapir, Rusa, Siamang, Babi hutan, berbagai macam reptilia dan berbagai jenis burung. Sedang untuk jenis flora yang ada di kawasan Suaka Marga Satwa diantaranya Damar, Meranti Padi, Meranti Bunga, Tusam, Sampinur serta berbagai jenis tumbuhan lainnya.

Kebun Binatang Gunung Tua

Sumber: Google

Karena belum lama berdiri, koleksi binatang yang dimiliki kebun binatang yang ada di kota Gunung Tua ini masih belum terlalu banyak. Beberapa diantaranya adalah anoa, siamang, kera ekor panjang, berbagai jenis burung serta yang lain.

Meski koleksi binatang yang dimiliki relatif sedikit, namun rindangnya pepohonan yang menjadikan suasana terkesan asri, membuat kebun binatang ini menarik untuk dikunjungi. Terlebih lokasinya berada di pusat kota, sehingga mudah untuk diakses.

Comments

Loading...