Keindahan Semarang yang Tersaji di Danau Rawa Pening

Semarang tidak pernah habis menyuguhkan cerita-cerita menarik, mulai dari bangunan-bangunannya yang ikonik hingga keindahan alamnya. Jika bangunan-bangunan ikonik mayoritas berada di Kota Semarang, maka pemandangan alam yang cantik sekaligus menawan mayoritas berada di Kabupaten Semarang. Salah satu wisata alam terbaik di Kabupaten Semarang adalah Danau Rawa Pening, danau dengan luas sekitar 2670 hektar yang berada di empat wilayah kecamatan, yaitu Ambarawa, Tuntang, Bawen, dan Banyubiru.

Arti Kata Rawa Pening

Sumber: Instagram @na_rch

Dalam Bahasa Indonesia kata ‘pening’ diartikan sebagai bening atau jernih, sehingga Rawa Pening berarti sebuah rawa yang memiliki air jernih. Nama itu pun sesuai dengan kondisi Rawa Pening, di mana danau yang berada di lereng terendah Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, dan Gunung Telomoyo itu memiliki air yang cukup jernih, dengan sebagian permukaannya tertutup oleh tumbuhan eceng gondok.

Legenda Rawa Pening

Sumber: Instagram @alberth_thoof

Ada legenda terkenal yang menyelimuti Danau Rawa Pening, di mana dulunya tempat tersebut dipercaya sebagai sebuah desa bernama Desa Malwapati. Kemudian desa tersebut terendam banjir yang sangat besar, hingga menenggelamkan semua wilayahnya dan membentuk sebuah danau. Cerita bermula dari keberadaan seorang anak yang dianggap sebagai titisan ular naga bernama Baru Klinting, yang lahir dari rahim istri Ki Ajar Salokontoro, seorang yang sakti mandraguna dari Desa Malwapati.

Ingin diakui sebagai anak dari Ki Ajar Salokontoro, Baru Klinting pun melaksanakan perintah untuk melakukan pertapaan. Setelah selesai bertapa, Baru Klinting berubah wujud menjadi seorang bocah, dan berjalan menuju ke desa dengan maksut untuk mencari makanan. Akan tetapi warga desa tidak menyukai kehadirannya dan bahkan mengusirnya, karena tubuh Baru Klinting yang sangat bau dan dipenuhi dengan luka. Kemudian Baru Klinting bertemu dengan seorang nenek baik hati bernama Nyi Lebah yang memberinya makanan. Usai menyantap makanan, Baru Klinting mengatakan pada Nyi Lebah bahwa di Desa Malwapati akan terjadi banjir besar dan meminta sang nenek untuk bersembunyi di dalam lumpang.

Setelah itu Baru Klinting kembali ke Desa Malwapati dan melakukan sayembara untuk mencabut lidi yang ia tancapkan di tanah. Akan tetapi tidak ada satu pun yang bisa melakukannya, hingga akhirnya Baru Klinting sendiri yang mencabutnya. Tanah bekas tancapan lidi itu pun menyemburkan air dengan debit yang sangat besar, hingga akhirnya menenggelamkan Desa Malwapati. Konon sampai saat ini Baru Klinting masih hidup mendiami Danau Rawa Pening dalam perwujudan seekor ular. Sampai saat ini legenda itu pun masih dipercaya warga, oleh sebab itu mereka rutin melarung sesaji setiap tahun demi menghormati sang penjaga danau.

Pesona Rawa Pening

Sumber: Instagram @hardian_purnama

Danau Rawa Pening memiliki pesona yang mengagumkan, bahkan jika langit dalam kondisi cerah para pengunjung bisa melihat Gunung Merbabu dan Ungaran yang berdiri dengan gagah. Di sekitar danau terdapat banyak sampan kecil, yang biasa digunakan oleh warga sekitar untuk mencari ikan di Danau Rawa Pening. Tepian danau juga ditumbuhi banyak pepohonan rindang, membuat suasana terasa semakin syahdu.

Sumber: Instagram @wieennyy

Tempat wisata yang dibuka untuk rekreasi mulai pukul 08:00 hingga 21:00 WIB itu pun juga bisa dinikmati dengan cara menggunakan perahu. Banyak perahu yang bisa disewa para pengunjung dengan biaya sebesar 30 ribu rupiah untuk durasi selama kurang lebih 30 menit.

Waktu Terbaik Menikmati Keindahan Rawa Pening

Sumber: deviantart.net

Bisa dibilang pagi hari adalah waktu terbaik untuk menikmati keindahan Danau Rawa Pening, karena pada saat itu langit biasanya masih cerah sehingga bisa melihat pemandangan Gunung Ungaran dan Sumbing dengan sangat jelas. Udara di sekitar danau juga terasa masih sangat sejuk, cocok bagi warga perkotaan yang ingin mencari ketenangan dan kesejukan udara. Sementara di sore hari, Danau Rawa Pening juga tak kalah indahnya, dihiasi cahaya kemerahan dari matahari yang bersiap untuk pulang. Warna air danau juga berubah menjadi kuning keemasan, terkena pantulah cahaya senja.

Harga Tiket Masuk

Untuk bisa menikmati setiap jengkal keindahan Danau Rawa Pening, para pengunjung hanya akan dikenakan biaya sebesar 3 ribu rupiah di hari kerja dan 3.500 di hari libur. Bagaimana, sangat murah bukan? Yuk, buruan siapkan liburanmu di Danau Rawa Pening.

close

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.