Masangin, Mitos Beringin Kembar Alun-Alun Kidul Jogja!

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu provinsi yang unik di Indonesia. Bagaimana tidak? Kota Yogyakarta merupakan provinsi yang istimewa. Hal ini dibuktikan dengan nama resmi Yogyakarta, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta disebut sebagai daerah istimewa karena sampai saat ini dipimpin oleh seorang sultan yakni Sultan Hamengkubuwono. Ia memiliki kewenangan layaknya gubernur dengan wakilnya yakni seorang Sultan Pakualam yang memiliki kewenangan layaknya wakil gubernur.
Selain menjadi daerah istimewa secara administratif, Yogyakarta juga merupakan “daerah istimewa” bagi para wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, namun juga wisatawan mancanegara. Oleh sebab itu, Yogyakarta sangat populer di seluruh dunia. Biasanya para wisatawan akan mengunjungi tempat-tempat wisata terkenal di Yogyakarta seperti Kawasan Malioboro, Alun-alun Kidul, Keraton Yogyakarta, Benteng Vredeburg, Taman Sari, dll. Di balik pesona Yogyakarta tersebut, tahukah kamu bahwa Yogyakarta juga menyimpan sebuah misteri? Bila belum tahu, mari kita bahas bersama sebuah kisah yang populer di tengah masyarakat Yogyakarta. Kisah tersebut adalah Masangin, mitos dari si beringin kembar Alun-Alun Kidul. Ingin tahu? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Mitos Masangin Si Beringin Kembar

Kota Yogyakarta memiliki dua alun-alun, yakni Alun-Alun Lor dan Alun-Alun Kidul. Kata “lor” dalam bahasa Jawa itu memiliki arti utara, karena letak Alun-Alun Lor berada di utara atau depan Keraton Yogyakarta. Lalu, kata “kidul” dalam bahasa Jawa itu  memiliki arti selatan. Hal ini disebabkan letak Alun-Alun Kidul yang berada di selatan atau belakang Keraton. Jarak Alun-Alun Kidul dengan Keraton Yogyakarta tidak terlalu jauh karena tidak sampai 2 kilometer. Bila menggunakan kendaraan bermotor, wisatawan hanya perlu berkendara sekitar 5 menit saja. Namun jika berjalan kaki maka waktu tempuhnya sekitar 15 menit.

Sumber Gambar: Google Maps @Franko
Alun-Alun Kidul berbentuk lapangan yang sangat luas. Di sekitar alun-alun inilah beragam hiburan murah berada, seperti warga yang berjualan makanan. Makanan yang dijual disini beragam, yakni gudeg, bajigur, ronde, dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat beragam hiburan lain seperti odong-odong dan mobil kayuh.
Tidak ada biaya tiket masuk ketika ingin memasuki Alun-Alun Kidul. Hanya ada biaya parkir kendaraan sebesar Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Oleh sebab itu, Alun-Alun Kidul pun menjadi tempat hiburan murah meriah baik bagi masyarakat Yogyakarta maupun para wisatawan.
Sumber Gambar: Google Maps @RevArtworks
Selain menjadi tempat wisata, ternyata Alun-Alun Kidul Yogyakarta menyimpan berbagai mitos. Ada mitos yang dikenal sebagai mitos Masangin Jogja. Keberadaan mitos ini tidak lepas dari adanya dua pohon beringin kembar yang berada di alun-alun tersebut. Konon bila seseorang bisa melewati jalan diantara dua pohon beringin kembar tersebut, maka keinginannya akan terpenuhi. Terlihat mudah ya? Sayangnya, wisatawan harus melewatinya dengan mata tertutup dan tidak boleh curang. Disitulah letak tantangannya.
Sumber Gambar: Google Maps @Tri Nugroho
Banyak orang dari Yogyakarta maupun dari luar Yogyakarta yang berbondong-bondong untuk membuktikan mitos ini. Namun, tidak sedikit dari mereka yang kesulitan untuk menyelesaikan tantangan ini meskipun sudah sering mencoba. Di sisi lain, terdapat beberapa orang yang mampu melakukannya. Walaupun sudah mampu menyelesaikan tantangan ini, orang-orang tersebut tetap kembali untuk mencobanya lagi.
Sumber Gambar: Google Maps @Balqis Ghina
Mitos Masangin ini sudah berkembang sejak dulu. Pada awalnya, mitos yang menjadi tradisi ini dilakukan oleh para prajurit dan Abdi Dalem setiap malam 1 Suro dalam tradisi Topo Bisu. Mereka melakukan tradisi Topo Bisu dari halaman Keraton lalu melewati kedua beringin kembar di Alun-Alun Kidul tersebut. Mereka percaya bahwa tradisi ini berguna untuk mencari berkah dan meminta perlindungan. Di samping itu, Alun-Alun Kidul juga biasa digunakan sebagai tempat latihan para prajurit Keraton. Mereka pun mengasah konsentrasi dengan melewati tengah-tengah dua beringin kembar tersebut.
Selain dari kisah di atas, mitos ini juga berkembang semakin kuat karena masyarakat percaya bahwa ada jimat tolak bala yang bisa digunakan untuk mengusir musuh di tengah pohon itu. Hal ini dibuktikan dengan cerita yang beredar bahwa ketika tentara Belanda melewati tengah pohin tersebut, tiba-tiba mereka kehilangan kekuatan.
Itulah ulasan singkat mengenai mitos Masangin di Alun-Alun Kidul. Bagaimana? Ingin coba tantangan ini? Langsung saja datang ke Alun-Alun Kidul atau Alkid Yogya!
close

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.