in

Melihat Keindahan Indonesia Dari Puncak Gunung Slamet Via Kaligoa

Sumber Gambar: alinea.id

Gunung Slamet menjadi salah satu bagian yang tak akan pernah terlupakan oleh para pendaki. Dengan ketinggiannya mencapai 3428 Mdpl. Semangat dan keyakinanlah yang bisa mengantarmu pergi ke Puncaknya. Apalagi, bila kamu memilih Jalur Kaligoa sebagai titik pendakian.

Trek ini memang sedikit sulit, apalagi bagi kamu yang masih terhitung sebagai pendaki pemula. Tetapi, pemandangan yang akan kamu saksikan benar-benar luar biasa. Bisa diibaratkan semua rasa lelah, keringat dan air mata akan terbayar dengan lunas. Melihat apa yang ada di depan mata kamu.

Menuju Ke Basecamp Kaligoa

Basecamp Kaligoa sendiri terletak di Dusun Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sebenarnya, tidak banyak pendaki yang memilih trek ini. Tetapi, pesona perkebunan teh yang berada di kaki gunung membuat kami tergiur untuk mencoba naik dari sini.

Sumber Gambar: Google Maps @Naufal Raihan Ammar

Hal yang menarik pendakian Via Kaligoa adalah basecampnya yang sebenarnya adalah puncak yang bisa kamu manfaatkan untuk melihat sunrise. Banyak pendaki yang memilih memulai perjalanan pada pagi hari dan bermalam di Puncak Sakub terlebih dahulu.

Puncak dengan ketinggian 2050 Mdpl ini menawarkan keindahan yang luar biasa. Perjalanan untuk bisa mencapai ke atas pun bisa dikatakan cukup mudah. Walaupun, trek menanjak tetap menjadi sajian khas. Untuk penitipan kendaraan dan simaksi. Kamu bisa menitipkannya di rumah warga dengan tarif 5 ribu rupiah saja per malam.

Sebelum pergi ke puncak, kamu harus mengisi daftar hadir dan semua rombongan akan didata di sebuah posko terlebih dahulu. Disini, juga banyak warung untuk kamu membeli perbekalan ke atas. Porter juga sudah siap dengan harga mulai dari 350 ribuan saja.

Menuju ke Pos 1, Pos 2, dan Pos 3

Menuju ke Pos 1, kamu sudah disuguhkan dengan trek berupa rawa-rawa. Untuk bisa keluar dari jalur ini, kamu membutuhkan waktu hampir 45 menit lamanya. Menuju ke Pos 2, perjalanan sudah masuk ke area hutan. Dimana, jalanan akan menanjak dengan sudut kemiringan bisa mencapai 45 derajat.

Menuju Pos 2 ini, perjalanan akan terasa sangat panjang. Sehingga, waktu yang harus dilalui untuk bisa mencapai ke pos ini kurang lebih 1 Jam 30 menit. Disini, kamu bisa menyaksikan Sumur Penganten. Dimana, ada dua buah sumur lelaki dan perempuan yang konon digunakan untuk pesugihan.

Bagi kamu yang ingin melihat dasarnya, disini sudah ada tangga menuju ke sana. Ada mata air di dalam bak yang bisa kamu ambil airnya. kurang lebih berjalan 30 menit kamu akan tiba di Pos 2.

Lanjut ke Pos 3, kamu akan memasuki kawasan Hutan Kriyu. Dimana, ditempat ini dipercaya hadir pasar setan. Pemandangan Pohon Krinyu setinggi 2 meter menjadi sajian yang cukup esoktis. Dari sini, kamu sudah diuji dengan tanjakan yang cukup melelahkan

Menuju Ke Pos 4, Pos 5 dan Pos 6

Menuju ke Pos 4 kamu akan tiba di punggung Bukit Slamet. Dimana jalur yang harus kamu lalui adalah naik turun seperti itu terus. Disini, kamu sudah memasuki hutan belantara Slamet. Menuju ke Pos 5, jalanan tidak akan mudah. Terus menanjak kamu akan tiba di ceruka bukit dengan pemandangan edelweisnya.

Masuk ke Pos 6 dengan waktu tempuh hampir 2 jam. Pemandangan sudah cukup menawan, tetapi disinilah trek terpanjang sebelum kamu tiba di Puncak Slamet yang sudah tampak. Pemandangan yang disajikan memang membuat kamu lupa diri. Tetapi, kamu perlu hati-hati karena tanjakan mencapai 60 derajat.

Menuju Ke Pos 7 dan Puncak

Sumber Gambar: portalbrebes.pikiran-rakyat.com

Setelah berakhirnya tumbuhan vegetasi, kamu akan tiba di Pos Plawangan yang artinya adalah pintu menuju ke Puncak Slamet. Menuju ke puncaknya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit saja, dengan jalanan berupa pasir. Salah satu yang harus kamu perhatikan adalah udara dingin yang semakin mengancam.

Bisa sampai suhu 0 derajat lho, tetapi pesona matahari terbit bisa kamu nikmati saat sampai di puncaknya. Pemandangan Gunung Sindoro, Sumbing, Lawu, Ungaran, Andong, Merbabu, dan Merapi menjadi suguhan yang tak terbantahkan.

Kesimpulan

Pendakian melalui Kaligoa memang penuh dengan misteri. Sebelum kamu mendaki, harap patuhi benar aturan kasat mata dan tak kasat mata yang biasanya akan disampaikan oleh Juru kunci. Jadi, sudah siap mendaki dengan sensasi yang berbeda di Kaligoa?