OUR NETWORK

Nikmati Beragam Sensasi di 10 Tempat Wisata di Kuantan Singingi

Salah satu kabupaten di provinsi Riau yang beribukota di Teluk Kuantan ini, memiliki puluhan objek pariwisata yang tersebar di berbagai sudut wilayah, baik yang ada di dataran tinggi maupun dataran rendah. Potensi wisata itulah yang terus dikembangkan oleh pemerintah daerah dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan menggelar event-event seni dan budaya yang rutin digelar setiap tahunnya, seperti parade sampan tradisional, Festival Pacu Jalur atau lomba dayung perahu panjang (perahu naga), serta yang lain.

Diantara puluhan objek wisata yang ada di Kuantan Sengingi, inilah 10 tempat wisata favorit yang memberikan beragam sensasi.

Air Panas Sungai Pinang

sumber gambar: http://pelitariau.com

Berlokasi di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Hulu Kuantan yang berjarak sekitar 33 km dari Kota Teluk Kuantan, sumber air panas ini cukup mudah dijangkau setelah akses jalan dari desa-desa terdekat yaitu Desa Sungai Pinang, Desa Sungai Pinang Hulu, Desa Saik Kuantan Mudik dan Desa Pebaun diperbaiki dengan dana swadaya dan dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga melakukan revitalisasi serta penataan area seluas 4 hektar serta membangun kolam-kolam baru, kamar ganti, taman, kafetaria, area parkir dan berbagai fasilitas yang lain. Lewat revitalisasi dan penataan tersebut, sumber Air Panas Sungai Pinang kini semakin menarik untuk dikunjungi.

Danau Masjid Koto Kari

sumber gambar: http://tugassindy.blogspot.com

Danau buatan seluas 200 x 800 meter2 ini terletak di tengah area kebun karet yang ada di Kecamatan Kuantan Tengah. Dinamakan Danau Masjid Koto Kari karena di dekat danau memang terdapat sebuah bangunan masjid yang indah.

Daya tarik dari danau ini selain memiliki pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk dan segar, pengunjung juga dapat melihat tingkah polah dari kawanan 3 jenis monyet liar yang ada di sini yaitu jenis Cogak, Cingkuk dan Koka.

Pada bulan Syawal atau beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri, Danau Masjid Koto Kari selalu ramai dikunjungi wisatawan karena danau ini setiap tahunnya digunakan sebagai tempat untuk menggelar lomba Pacu Jalur tingkat kabupaten.

Danau Rawang Udang

sumber gambar: https://kotajalur.kuansing.go.id

Semenjak dikelola oleh pihak swasta pada tahun 1999, danau ini mulai ramai dikunjungi wisatawan. Karena sudah dikelola secara profesional, berbagai fasilitaspun dapat ditemui di lokasi wisata, seperti berbagai macam wahana permainan air, aneka permainan anak, MCK, panggung terbuka, kafetaria, mushollah, are parkir serta yang lain.

Danau Rawang Udang berlokasi di Desa Talontam Benai, Kecamatan benai yang berjarak sekitar 12 km dari pusat Kota Teluk Kuantan. Tempat ini sangat mudah untuk dijangkau, baik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Hutan Kota Pulau Bungin

sumber gambar: http://jati-kuantansingingi-kuansing-riau.blogspot.com

Berlokasi di pusat kota Teluk Kuantan, keberadaan Hutan Kota Pulau Bungin menjadi kawasan terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi murah bagi masyarakat sekitar sekaligus menjadi paru-paru kota untuk mengurangi polusi.

Menempati area seluas 37.313 meter2, kawasan hutan kota ini dinaungi oleh pohon-pohon jati yang besar dan tinggi, sehingga udara sekeliling terasa sejuk dan segar. Tersedia pula berbagai fasilitas bagi pengunjung, seperti tempat duduk di beberapa titik, jogging track untuk yang ingin berolahraga, serta area outbond.

Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling

sumber gambar: https://tekno.tempo.co

Berada di atas area seluas 136 hektar, suaka margasatwa ini melingkupi kawasan yang ada di Bukit Rimbang dan Bukit Baling. Beberapa jenis fauna yang dilindungi di sini diantaranya adalah Harimau Sumatera, Macan Ahan, Kucing Emas, Beruang Madu, Kancil, Rusa Sambar serta yang lain.

Banyak aktifitas menarik yang dapat dilakukan wisatawan saat berkunjung ke sini, diantaranya adalah tracking, rafting, bird watching atau pengamatan burung, pengamatan harimau, dan masih banyak lagi aktifitas menarik lainnya.

Desa Wisata Koto Sentajo

sumber gambar: http://www.tribunnews.com

Jarak desa yang menjadi cagar budaya ini sekitar 4 km dari pusat Kota Teluk Kuantan. Banyak hal menarik yang dapat dijumpai di Desa Wisata Koto Sentajo, diantaranya adalah rumah-rumah adat (Rumah Godang) yang usianya sudah ratusan tahun dan masih dibiarkan dalam kondisi yang asli, peralatan seni tradisional seperti gendang dan talempong, kuliner khas Kuantan Singingi, serta adat dan budaya lokal yang masih terjaga termasuk ilmu bela diri yang hanya boleh dimainkan oleh Suku Patoppang yang bernama Silat Pendekar Bertuah.

Air Terjun Patisoni

sumber gambar: http://archivedesktop.riau24.com

Berada di tengah kawasan hutan karet dan sawit, jarak air terjun ini sekitar 22 km dari pusat Kota Teluk Kuantan, tepatnya di Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik. Meski ada di tengah hutan, untuk menuju ke lokasi tidak terlalu sulit karena dapat ditempuh dengan menggunakan motor.

Air Terjun Patisoni memiliki ketinggian sekitar 50 meter yang terdiri atas 3 tingkat dan masing-masing tingkat jaraknya sekitar 10 meter. Air yang tercurah dari atas ketinggian memiliki debit yang cukup besar sehingga menciptakan waduk yang cukup luas yakni sekitar 8 – 10 meter persegi.

Segarnya air yang ada di tempat ini memang sangat menyenangkan untuk dipakai mandi dan berenang. Hanya saja, bagi mereka yang kurang begitu pandai dalam berenang disarankan untuk berhati-hati, karena waduk di bawah curahan air terjun cukup dalam.

Air Terjun Anak Sungai Kandi

sumber gambaar: https://jalanwisata.id

Wisata air terjun ini juga dikenal dengan nama Air Terjun Sungai Kelelawar karena lokasinya berada di Desa Sungai Kelelawar, Kecamatan Kuantan Mudik. Air terjun ini terdiri atas 2 tingkat dengan ketinggian 20 meter untuk tingkatan pertama dan 3 meter untuk tingkatan kedua.

Panorama yang indah dan suasana alami melingkupi kawasan sekitar lokasi, karena memang tidak begitu banyak pengunjung yang datang ke sini. Hal tersebut disebabkan karena medannya yang sulit untuk dijangkau. Setidaknya butuh perjalanan sejauh 3 km melintasi kawasan hutan karet yang hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Air Terjun Batang Koban

sumber gambar: https://sportourism.id

“Luar biasa indah!” kata itulah yang pantas untuk melukiskan keberadaan dari air terjun yang memiliki tujuh tingkat ini. Pada tingkat dasar, air meluncur dari atas ketinggian 5 meter menuju ke batu-batu besar dan terus mengalir memenuhi Sungai Batang Kuantan.

Pada tingkat kedua air jatuh pada ketinggian 3 meter dengan arus yang deras dan membentuk kolam alami di bawahnya. Tingkatan ketiga dan keempat, air juga jatuh pada ketinggian 3 meter. Hanya saja untuk tingkatan keempat dihiasi dengan kolam yang dalam serta spot uang instagenik sehingga menjadi favorit wisatawan.

Pada tingkatan kelima, air jatuh pada ketinggian 5 meter dan untuk tingkatan keenam dan ketujuh, air jatuh pada ketinggian sekitar 30 meter. Untuk tingkatan ke 5 – 7, jarang dikunjungi wisatawan, karena untuk mencapainya butuh tenaga ekstra plus nyali yang besar karena harus menempuh medan yang berat serta mendaki bukit yang terjal.

Air Terjun Guruh Gemurai

sumber gambar: http://travel.tribunnews.com

Diantara puluhan air terjun yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi, Air Terjun Guruh Gemurai terbilang salah satu air terjun yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Hal tersebut tidak lepas dari mudahnya akses untuk menuju ke lokasi yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan.

Selain itu, di kawasan air terjun yang berlokasi di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik ini juga tersedia beberapa fasilitas bagi wisatawan seperti area parkir, kamar mandi dan toilet, mushollah serta pentas terbuka yang dapat disewa untuk menggelar event atau acara-acara tertentu.

Air Terjun Guruh Gemurai juga terdiri atas tujuh tingkat yang masing-masing tingkat memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Namun, wisatawan pada umumnya memilih menghabiskan waktu di tingkat pertama, karena selain di bagian bawahnya terdapat kolam alami yang dapat dipakai mandi dan berenang, pemandangan di tingkat pertama ini juga sangat mempesona lewat bebatuan di sekelilingnya yang dilingkupi kawasan hutan yang masih alami.

Comments

Loading...