OUR NETWORK

Ombak Misterius yang Memukau di Sungai Kampar, Riau

Nikmati Sensasi Berselancar di Atas Ombak Sungai Kampar!
sumber: pesona.travel

Terdapat empat sungai besar yang menghiasi wilayah provinsi Riau, yaitu Sungai Rokan, Sungai Indragiri, Sungai Kuantan dan Sungai Kampar. Diantara keempat sungai tersebut, salah satunya memiliki daya tarik yang luar biasa karena keunikannya, yaitu Sungai Kampar.

Sungai ini dikatakan unik karena terdapat sebuah fenomena alam yang tidak ditemui di tempat lain yaitu Bono Wave atau Ombak Bono. Sebuah ombak besar yang bahkan melebihi besarnya ombak di lautan sehingga menjadi tempat bagi para peselancar untuk beruji nyali.

sumber: Bayuwinata

Begitu besarnya Ombak Bono, hingga para peselancar dari mancanegarapun tertarik untuk mencoba ketangkasan mereka dalam bermain surfing di sungai ini, bahkan Sungai Kampar masuk dalam kategori lokasi surfing terbaik di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan lewat penghargaan ‘Most Populer Surfing Sport’ pada tahun 2017 yang diperoleh Sungai Kampar dengan Ombak Bono-nya.

Mengenal Sungai Kampar

Disebut Sungai Kampar karena sungai sepanjang 413,5 km ini membelah wilayah Kabupaten Kampar yang meliputi Kecamatan XIII Koto Kampar, Kecamatan Kampar, Kecamatan Kampar Kiri, Kecamatan Bangkinang Barat dan Kecamatan Siak Hulu.

sumber: phinemo.com

Sungai dengan lebar rata-rata 143 meter dan kedalaman rata-rata 7,7 meter ini berhulu di Bukit Barisan, Sumatera Barat dan bermuara di pesisisr timur Pulau Sumatera yang menjadi bagian dari Selat Malaka.

Sungai Kampar terbentuk dari pertemuan dua sungai besar, yaitu Sungai Kampar Kanan dan Sungai Kampar Kiri. Pada kawasan hulu, air sungai ini digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang dengan kapasitas 114 MW, sedang kawasan hilir yang berada tidak jauh dari muara dikenal memiliki fenomena alam yang menarik yaitu ombak besar yang dinamakan Ombak Bono.

Sensasi Berselancar di Atas Ombak Bono

sumber: triptrus.com

Berselancar di derasnya gelombang laut merupakan hal yang biasa karena banyak pantai di seluruh penjuru dunia yang memiliki ombak besar yang ideal untuk digunakan beraktifitas surfing. Tidak demikian halnya dengan berselancar di sungai, karena jumlah sungai yang memiliki ombak besar dan bisa digunakan untuk surfing dapat dihitung dengan jari, salah satunya adalah Sungai Kampardengan ‘Bono Wave’nya.

Ombak besar yang muncul di Sungai Kampar, terjadi akibat pertemuan antara arus sungai yang menuju ke laut dengan arus laut yang memasuki sungai akibat terjadinya laut pasang. Karena itulah Ombak Bono biasanya muncul pada musim penghujan sekitar bulan November – Desember yang membuat debit air Sungai  Kampar menjadi besar serta terjadi pada saat menjelang atau ketika bulan purnama yang membuat terjadinya laut pasang.

sumber: triptrus.com

Ombak Bono ini dapat disaksikan di dua lokasi, yaitu di Kuala Sungai Kampar yang ada di Kabupaten Pelalawan dan Kuala Sungai Rokan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir. Ombak yang muncul  di Kuala Sungai Kampar memiliki bentuk lebih besar yang dikenal dengan sebutan Bono Jantan, sedang ombak yang di Kuala Rokan bentuknya lebih kecil yang dikenal dengan sebutan Bono Betina.

Bono Wave sudah dikenal sejak masa lampau, terbukti dengan banyaknya kisah-kisah masa lalu yang berhubungan dengan ombak raksasa ini. Salah satu diantaranya adalah cerita Melayu Lama berjudul Mempusun Bersimbah Darah yang berkisah tentang berdirinya Kerajaan Pelalawan pada tahun 1822 Masehi. Isi dari cerita tersebut dihubungkan dengan keberadaan Ombak Bono.

sumber: lifestyle.okezone.com

Cerita Melayu Lama lainnya berjudul Sentadu Gunung Laut. Dalam cerita tersebut dikisahkan tentang  kewajiban bagi pendekar-pendekar yang ada di tanah Melayu untuk menaklukkan Ombak Bono jika ingin meningkatkan kemampuannya dalam bertarung.

Tidak hanya kisah-kisah lama saja yang menghiasi keberadaan Ombak Bono, tapi juga nuansa mistis yang ditebarkan oleh ombak raksasa tersebut yang masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat yang tinggal di pinggir Sungai Kampar.

Salah satu nuansa mistis tersebut adalah adanya upacara adat yang dinamakan “semah” bagi mereka yang ingin bermain dengan ombak raksasa ini. Upacara yang berlangsung pada pagi atau siang hari ini dipimpin oleh tetua kampung yang disebut Datuk atau Bomo. Mereka yang mengikuti upacara ‘semah’ dipercaya akan dijauhkan dari marabahaya saat berselancar maupun menaiki sampan di atas Ombak Bono.

Sumber: Bayuwinata

Terlepas benar atau tidaknya kepercayaan tersebut, namun yang pasti besarnya Bono Wave menarik perhatian para peselancar dari seluruh penjuru dunia untuk memacu adrenalin dengan mencoba keganasan Ombak Besar yang ada di Sungai Kampar ini. Bagi mereka, surfing di atas ombak sungai yang besarnya tidak kalah dari ombak laut memberikan sensasi tersendiri yang tidak mereka temui di tempat lain.

Bahkan, popularitas Bono Wave mengundang perhatian seorang peselancar dari Inggris bernama Steve King yang namanya tercatat di Guiness World of Record sebagai peselancar sungai terjauh untuk memecahkan rekornya sendiri dengan berselancar di sepanjang Sungai Kampar sejauh 40 km.

Comments

Loading...