OUR NETWORK

Pulau Asu, Surga Wisata Bahari di Nias, Sumatera Utara

Suguhkan View Eksotis dan Beragam Aktifitas Seru

Salah satu pulau terluar Indonesia yang menjadi bagian dari Kepulauan Hinako ini, sebenarnya bernama Pulau ‘Asuhan’ yang dalam bahasa Nias artinya ‘Terakhir’. Namun, masyarakat Nias lebih suka menyebutnya Pulau ‘Asuh’ dengan pelafalan huruf ‘h’ yang kurang seberapa jelas sehingga terdengar seperti menyebut kata ‘Asu’. Tidak heran jika pulau ini lebih dikenal dengan sebutan Pulau Asu.

Sumber: Instagram @goadvmdn

Dengan luas 18 km2  pulau ini hanya dihuni 20 Kepala Keluarga yang bermata pencaharian sebagai nelayan sekaligus mengelola cottage serta menjadi guide bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Asu.

Sumber: Instagram @idbcpr

Sekalipun lokasi pulau cukup terpencil dan untuk mencapainya bisa dibilang tidak mudah, namun Pulau Asu menjadi salah satu primadona pariwisata Sumatera Utara yang tidak hanya menyuguhkan view yang eksotis tapi juga berbagai macam aktifitas seru dan menarik. Itu sebabnya pulau ini banyak dikunjungi wisatawan utamanya wisatawan dari manca negara.

Akses Menuju Pulau Asu

Untuk dapat sampai ke Pulau Asu, wisatawan dapat memanfaatkan transportasi udara dengan menggunakan pesawat dari Bandara Kuala Namu, Medan dan mendarat di Bandara Binaka yang ada di Kota Gunungsitoli.

Sesampai di kota tertua sekaligus terbesar di Pulau Nias ini, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan transportasi darat selama kurang lebih dua jam menuju Kabupaten Nias Barat, tepatnya di kota sekaligus kecamatan Sirombu.

Sumber: Instagram @lenny.diary

Sesampai di pelabuhan Sirombu, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan transportasi laut. Terdapat 2 pilihan transportasi untuk menuju ke Pulau Asu. Jika ingin cepat bisa menggunakan speedboat  dengan tarif Rp 100.000 – Rp 120.000 perorang dengan lama perjalanan 30 – 40 menit. Jika ingin  berhemat, bisa memilih kapal dengan ongkos Rp 30.000 perorang dengan lama perjalanan 1,5 – 2 jam.

Aktifitas Seru di Pulau Asu

Pemandangan eksotis akan langsung tersuguh begitu menginjakkan kaki di dermaga Pulau Asu lewat perpaduan birunya laut dan langit yang menyatu dengan hamparan pasir putih berkilau serta hijaunya pepohonan yang menyelimuti kawasan pulau. Pohon-pohon kelapa di pinggir pantai yang daunnya melambai-lanbai, menambah keindahan dari pulau ini.

Sumber: Instagram @@lenny.diary

Itu sebabnya, trekking menjadi aktifitas yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke pulau ini. Dengan luas sekitar 18 km2, tidak butuh waktu lama untuk menjelajahi seluruh kawasan pulau. Karena hanya butuh waktu 1 – 2 jam dengan berjalan kaki. Meski begitu, tidak jarang perjalanan menjadi bertambah lama, karena harus berhenti sejenak untuk menikmati keindahan yang tersuguh di tengah perjalanan.

Kawasan perairan di sekitar pesisir dengan air yang jernih berhias terumbu karang dan berbagai jenis biota laut, menjadi sorga tersendiri bagi mereka yang menyukai hobby diving dan snorkeling. Jika masih belum puas menikmati taman bawah laut yang ada di kawasan pantai Pulau Asu, aktifitas diving dan snorkeling dapat dilanjutkan ke sejumlah pulau yang ada di sekitarnya, karena hampir semua pulau yang ada di kepulauan Hinako memiliki sorga bawah laut.

Sumber: Instagram @marcelofreirenoronha

Begitu juga mereka yang gemar memancing, berbagai jenis ikan dengan berbagai ukuran bakal memuaskan hobi mereka dengan memancing di kawasan pantai atau menyewa kapal nelayan untuk memancing di tengah lautan.

Ingin menikmati olehan laut tapi enggan untuk memancing? Beli saja ikan-ikan pada penduduk setempat yang mata pencahariannya memang sebagai nelayan. Wisatawan juga bisa membeli lobster di tempat penangkaran yang ada di pulau tersebut.

Sumber: Instagram @oleholehistemewa

Ikan-ikan dan lobster tersebut bisa diolah sendiri atau meminta bantuan penduduk setempat untuk mengolahnya sebelum disantap. Dengan menu khas Nias yang membuat ikan bakar berasa gurih dan asam, bakal membikin lidah serasa dimanjakan.

Satu lagi aktifitas seru yang tidak boleh dilewarkan saat berkunjung ke Pulau Asu adalah berselancar. Dengan ombak sepanjang hingga 200 meter dan dengan ketinggian 4 – 7 meter, membuat surfing di kawasan pantai Pulau Asu menjadi berbeda dan sangat mengasyikkan.

Sumber: Instagram @mariangela.gallo.supertramp

Dengan suguhan keindahan alam yang memabukkan ditambah berbagai macam aktifitas seru yang tersaji, membuat kunjungan ke Pulau Asu akan terasa sangat singkat jika hanya dilakukan seharian. Sempatkan untuk menginap di pulau ini, dan nikmati pesona alam pada malam hari.

Untuk menginap di Pulau Asu, tersedia kompleks cottage yang setiap kompleksnya berisi 5 – 6 unit rumah panggung. Harga sewa tempat penginapan tersebut bervariasi, tergantung dari fasilitas dan kepandaian wisatawan dalam menawar karena cottage tersebut dikelola oleh penduduk setempat dan tidak ada patokan harga yang pasti. Biasanya harga yang ditawarkan mulai dari Rp 200.000 hingga jutaan rupiah permalam.

 

Sumber Features Image: superadventure.co.id

Comments

Loading...