OUR NETWORK

Puncak Cemara Sawahlunto, Suguhkan Keindahan Landskap Kota Tua dari Atas Ketinggian

Sumber: Youtube @CBTech Indonesia

Kota Sawahlunto yang menjadi bagian dari Propinsi Sumatera Barat merupakan salah satu Kota Tua terbaik di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1888. Dahulu, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan kota ini dengan maksud untuk mempermudah eksplorasi batubara, karena di kedalaman bumi Sawahlunto terkandung lebih dari 200 juta ton batubara.

Penambangan batubara di Sawahlunto berlangsung sejak tahun 1892, sebelum akhirnya ditutup oleh pemerintah pada bulan Pebruari 2017 karena dinilai tidak ekonomis mengingat peralatan tambang yang sudah tua dan ketinggalan teknologi.

Sumber: Instagram @mrn_indahwati

Kota ini berada di daerah dataran tinggi yang menjadi bagian dari Bukit Barisan, sehingga tidak heran jika topografi wilayahnyapun naik turun dan berbukit-bukit. Karena berbukit-bukit, sebagian wilayahnya berada di atas ketinggian dan membentuk kawasan puncak. Sebagaimana umumnya kawasan puncak, pemandangan yang terhampar di sekeliling membuat mata serasa dimanjakan. Suguhan itulah yang diberikan Puncak Cemara kepada wisatawan yang berkunjung ke sini.

Sumber: Instagram @mrn_indahwati

Potensi wisata yang dimiliki Kota Sawahlunto ini sebenarnya belum begitu lama digarap secara serius, karena baru ditetapkan sebagai destinasi wisata sejak 15 Pebruari 2015. Namun karena kesungguhan pemerintah dalam mengelola, membuat perkembangan Puncak Cemara sebagai objek wisata begitu signifikan. Sehingga penambahan dan peningkatan fasilitas dan infrastrukturpun dilakukan setiap tahun melalui anggaran APBD.

Hasilnya, jumlah wisatawan yang datang berkunjung ke tempat ini dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dengan jumlah pengunjung rata-rata di atas 50.000 orang setiap bulannya dan Puncak Cemarapun menjadi ikon wisata Kota Sawahlunto.

Menikmati Keindahan Kota Tua dari Atas Ketinggian

Berkunjung ke Puncak Cemara bukan hal yang sulit, karena jaraknya hanya sekitar 1,6 km dari pusat kota Sawahlunto yang dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor sekitar 5 menit. Menariknya, di sepanjang jalan menuju ke lokasi terdapat plang-plang bertuliskan 99 nama Allah atau yang disebut Asmaul Husnah. Sehingga bagi kaum muslim, saat menuju ke puncak bisa sambil berdzikir dengan membaca plang-plang di sepanjang jalan.

Sesampai di lokasi, pengunjung bisa langsung memarkir kendaraannya di tempat yang telah disediakan dan tidak perlu membuka dompet karena parkir di tempat ini gratis. Di area parkir inilah terdapat view point untuk menikmati indahnya landskap Sawahlunto dari atas ketinggian.

Sumber: Instagram @rafikasarifika

Landscape tersebut begitu menawan lewat perpaduan bukit-bukit yang naik turun memagari Kota Sawahlunto dengan bangunan-bangunan tuanya yang megah yang menjadi saksi kejayaan penambangan batubara pada masa penjajahan Belanda masa lampau.

Keindahan dalam bentuk yang lain dapat disaksikan pada malam hari, lewat perpaduan gemerlap lampu-lampu yang menghiasi kota dengan kerlip bintang-bintang dilangit, sehingga menciptakan suasana yang romantis.

Sumber: Instagram @kliklux

Pemandangan pada malam hari dapat disaksikan oleh pengunjung karena tempat wisata ini dibuka sejak pukul 09.00 – 21.00. Bahkan pada hari libur atau pada saat ada momen-momen khusus, Puncak Cemara baru ditutup pada larut malam.

Sumber: Instagram @arimbistylist_makeupart_real

Tentunya kunjungan tidak hanya berhenti sampai area parkir, namun berlanjut melintasi pintu gerbang wisata dengan membayar tiket seharga Rp.4.000 untuk anak-anak dan Rp.6.000 untuk dewasa.

Dengan membayar tiket masuk yang cukup murah tersebut, pengunjung sudah dapat menikmati berbagai fasilitas untuk menambah kenyamanan saat menikmati keindahan dari atas ketinggian.

Sumber: Instagram @benny_0812

Beberapa fasilitas tersebut diantaranya adalah gazebo-gazebo yang atapnya seringkali dipakai untuk bermain kera-kera ekor panjang (macaca fascicularis), teropong untuk melihat berbagai view menarik yang ada di bawah, menara pandang, kids corner berupa wahana permainan anak-anak, outbond area, Monumen Kesetiaan berupa ornamen yang bisa dipakai untuk saling mengikat janji setia, sejumlah spot foto yang instagenic seperti ayunan tinggi, gantole, balon udara dan beberapa spot foto lainnya, kamar mandi dan toilet, mushollah dan sejumlah fasilitas yang lain.

Sumber: Instagram @naysofiyana

Berbagai fasilitas yang ada tersebut masih akan terus ditambah dan ditingkatkan, karena Pemerintah Kota Sawahlunto sudah berkomitmen untuk menjadikan Puncak Cemara sebagai ikon wisata Sawahlunto. Selain itu, area yang ada di kawasan puncak ini masih cukup luas untuk ditempati fasilitas dan wahana-wahana baru.

Sumber: Instagram @naysofiyana

Dengan segala kelebihan yang dimiliki tersebut, menjadikan Puncak Cemara menarik untuk dikunjungi, baik sendiri, dengan pasangan, teman-teman atau bersama keluarga.

 

Sumber Featured Image: Detik.com

Comments

Loading...