in

Review Gua Maria Santok Dengan Patung Pantak Sebagai Ciri Khasnya

Sumber Gambar: parokisambas.blogspot.com

Gua Maria Santok menjadi destinasi wisata religi yang sangat unik. Tempat wisata ini menjadi gabungan dari wisata religi dan sekaligus budaya suku Dayak. Atas dari gabungan dari kedua hal tersebut menjadi salah satu keunikan di dalam sebuah destinasi wisata religi untuk umat nasrani. Selain itu masih ada keistimewaan lain yang tersimpan dalam Gua Maria Santok ini.

Lokasi Gua Maria Santok

Hal yang menarik dari destinasi wisata religi ini yaitu tentang alamat lengkapnya. Beberapa sumber yang telah memberikan ulasan tentang Gua Maria Santok, hanya menunjukkan lokasi secara global dan tidak spesifik. Padahal destinasi wisata ini menjadi destinasi wisata religi paling penting bagi umat nasrani.

Sebenarnya lokasi dari Gua Maria Santok berada di Kalimantan Barat dan merupakan area perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. Alamat spesifik dari Gua Maria Santok yaitu Jl Gunung Santok, dsn Sasak, ds Santaban, kec Sajingan Besar, Kab Sambas. Jarak antara lokasi dari Gua Maria Santok dengan Pontianak sebesar ±65 km. Waktu yang diperlukan pun dapat mencapai ±2 jam perjalanan.

Sumber Gambar: bombasticborneo.com

Sedangkan untuk akses jalan menuju ke lokasi Gua Maria Santok sangat memadai. Jalan setapak telah dilengkapi dengan beton. Lalu pada mulut gua terdapat tangga supaya lebih mudah untuk menuruni dan menaiki gua.

Makna Dari Santok

Kata Santok mempunyai berbagi macam arti kiasan. Pertama merupakan kiasan dari kata Santa itu sendiri. Santa mempunyai arti sebagai orang yang suci. Hal ini merujuk pada Tuhan Yesus dan para tokoh pastur, pendeta serta biarawati yang mengabadikan hidup untuk Tuhan.

Namun kata Santok pada Gua Maria Santok tidak merujuk pada kata Santa, melainkan Tasantak. Kata tersebut berasal dari bahasa Dayak yang mempunyai arti tersandung.

Dahulu kala, sebelum menjadi destinasi wisata religi Gua Maria Santok daerah tersebut hanya berupa hutan. Suatu hari, ada rombongan yang sedang melakukan perburuan di hutan itu. Salah satu rombongan ada yang terjatuh karena tersandung batu. Lalu hutan itu pun dikenal dengan nama Santok.

Pembangunan Gua Maria Santok

Jauh sebelum dijadikan sebagai destinasi wisata religi gua Maria, gua hanya berupa gua alam yang terletak di suatu hutan. Awal mula dari keberadaan Gua Maria Santok dimulai pada tahun 1991. Pada waktu itu, Pastor Firminus Andjiou dan Bapak Uskup Hieronimus Bumbun sedang berkeliling melihat gua yang didampingi oleh kepala desa Sasak, yaitu bp Amran dan bp Hendrik Putera.

Tujuan Pastor Firminus Andjiou dan Bapak Uskup Hieronimus Bumbun melakukan survei gua, yaitu dengan berniat untuk mendirikan sebuah tempat ibadah dan sekaligus tempat ziarah. Mereka memilih Gua alam santok tersebut untuk dijadikan sebagai lokasi gua Maria.

Lalu pada 1993, sebelum dibangun suatu gua Maria dilakukan pemberkatan terlebih dahulu. Proses pemberkatannya dipersiapkan oleh Pastor Firminus. Untuk pemberkatannya dilakukan oleh Bapak Uskup Hieronimus Bumbun. Moment pemberkatannya dihadiri banyak orang, bukan hanya jemaat kampung Sasak, namun juga para jemaat dari kampung lain. Bahkan ada pula jemaat yang berasal dari kota Sambas.

Pada 2 November 2006, area gua alam santok dan sekitarnya diserahkan kepada Kapusin dengan perantara Pastor Firminus Andjiou. Setelah tanah resmi diserahkan, lalu proses pembangunan Gua Maria Santok dimulai. Tanggal 26 Juni 2010, area Gua Maria Santok diserahkan secara resmi dan disertai dengan Surat Penyerahan tanah serta sertifikat sebagai tempat wisata ziarah / religi.

Suasana Alam Gua Maria Santok

Gua yang menjadi lokasi dari Gua Maria Santok tergolong ke dalam gua bawah tanah. Dari samping bagian atas gua seolah hanya berupa tanah. Sedangkan dari depan, gua nampak seperti sebuah lorong yang memiliki akses bawah tanah.

Suasana alam di Gua Maria Santok sangat asri dan natural. Kondisi cuaca sangat menyejukan dan dapat membuat suasana hati menjadi tenang. Udara di dalam area Gua sangat bersih dengan adanya ratusan pohon yang masih kokoh dan tumbuh dengan rindang.

Sedangkan untuk suasana di dalam gua sangat menenangkan hati, jiwa dan pikiran. Seolah Bunda Maria dan Tuhan Jesus menjaga tempat itu. Di dalam gua terdapat aliran air yang mengalir secara alami.

Selain digunakan sebagai tempat ibadah, gua Alam santok juga masih dijadikan sebagai habitat utama untuk kawanan walet. Keberadaan dating hewan sama sekali bukan sebagai hama dan tidak mengganggu pengunjung yang sedang beribadah.

Patung Pantak Di Gua Maria Santok

Sumber Gambar: parokisambas.blogspot.com

Keberadaan dari patung pantak di sebuah Gua Maria sangat menyita perhatian. Apalagi hal ini menjadi suatu pemandangan yang sangat langka. Dimana sebuah tempat ibadah goa Maria dipadukan dengan unsur etnik. Hal ini mungkin telah menjadi biasa jika sebuah Katedral / Gereja yang memiliki unsur etnis, namun tidak untuk Gua Maria.

Patung pantak Gua Maria Santok terletak tepat di mulut gua. Ada 2 buah patung pantak sekaligus yang diletakan di sisi kanan dan kiri. Tinggi patung pantak sekitar ±3 meter. Patung pantak tersebut dilengkapi dengan atribut etnis Dayak lengkap dengan tombak dan perisai.

Bagi suku Dayak, patung pantak memiliki makna yang sangat mendalam. Bagi etnis Dayak, patung pantak sangat dipercaya akan mendatangkan keuntungan dan berkat. Sedangkan untuk fungsi dari patung pantak di Gua Maria Santok seolah sebagai penjaga tempat wisata religi itu sendiri.

Daya Tarik Utama Gua Maria Santok

Sumber Gambar: parokisambas.blogspot.com

Pada bagian atas mulut gua, terdapat spot utama yang merupakan identitas dari destinasi wisata religi ini. Spot itu berupa sign dari Gua Maria Santok. Meskipun sangat sederhana, namun mampu menjadi spot yang unik dan menarik.

Dari berbagai macam fakta dan keunikan dari Gua Maria Santok, daya tarik utama yaitu Bunda Maria dan Tuhan Yesus itu sendiri. Patung Bunda Maria terletak di bagian ujung gua dan di belakang altar. Patung itu mempunyai tinggi ±2 meter. Patung Bunda Maria diletakan di atas bongkahan batu besar dengan ukiran yang sangat artistik.

Tepat di atas patung Bunda Maria, terdapat salib dengan ukuran ±1 meter. Do atas salib terdapat sebuah patung hati kudus Tuhan Yesus. Sedangkan untuk patung yesus yang disalip diletakan di luar gua. Tinggi patung itu sekitar ±1,5 meter.

Sementara itu untuk tempat ibadah terlihat sangat sederhana. Namun justru membuat kesan dari Gua Maria Santok jauh lebih natural. Area tempat duduk memiliki kaki yang berupa batu dengan bentuk balok sebayak 2 buah untuk 1 bangku. Lalu bangku diberi papan supaya dapat dijadikan sebagai tempat duduk.

Di samping itu semua, Gua Maria Santok menjadi tempat ibadah favorit. Bahkan pada hari – hari penting umat Khatolik pasti selalu menyempatkan diri beribadah di gua tersebut. Jemaat yang menghadiri perjamuan dan kebangkitan cukup banyak. Tanpa memandang lokasi dari gua Maria ini sangat terpencil dan harus menelusuri hutan terlebih dahulu.