OUR NETWORK

10 Tempat Wisata yang Populer di Tebing Tinggi

Sebagai kota tua yang dahulu menjadi wilayah Kerajaan Padang, Tebing Tinggi memiliki sejumlah objek wisata sejarah yang hingga kini masih terpelihara dengan baik. Objek wisata alamnya pun juga tersebar di setiap sudut wilayahnya, meski sebagian ada yang belum dikelola dengan maksimal.  Diantara sekian banyak objek wisata yang ada, berikut 10 tempat wisata yang populer di Tebing Tinggi.

Kolam Renang Lubuk Indah

Sumber: Instgaram @mutiarahikmahkasih

Berlokasi di JL. Gatot Subroto, kelurahan Lubuk Baru, Kecamatan Padang Hulu, objek wisata ini sudah beroperasi sejak tahun 2011, sehingga cukup populer di kalangan masyarakat Tebing Tinggi.

Selain 2 kolam renang, pihak pengelola juga menyediakan kolam pemancingan serta spot-spot foto yang instagramable, sehingga cukup menarik pengunjung dari kalangan muda yang gemar berselfie ria. Fasilitas lainnya yang disediakan bagi pengunjung adalah area parkir yang luas, kamar ganti, kantin, ruang keluarga dan sejumlah fasilitas yang lain.

Water Park Gundaling

Sumber: Google

Memiliki kolam dengan berbagai ukuran dan kedalaman yang berbeda-beda, membuat Water Park Gundaling menarik untuk dikunjungi bersama keluarga. Apalagi serangkaian wahana menarik dan berbagai fasilitas juga sudah disiapkan di sini, seperti waterboom, seluncuran, arena permainan anak, panggung hiburan serta fasilitas yang lain.

Water Park Gundaling selalu ramai didatangi pengunjung, selain karena harga tiket masuknya yang relatif murah, juga karena lokasinya yang mudah dijangkau, yakni di Jalan Negara Soekarno Hatta Lingkungan 3, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Padang Hilir.

Taman Kota Tebing Tinggi

Sumber: Google

Terhampar di JL. Diponegoro, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebing Tinggi, taman kota yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau ini menjadi tempat rekreasi murah bagi warga Tebing Tinggi.

Penataan taman yang cantik dilengkapi jogging track, air mancur, lampu-lampu hias, bangku taman dan dengan udara yang bebas dari polusi membuat pengunjung akan merasa betah untuk berlama-lama di lokasi. Cocok untuk bersantai setelah Menginap Asyik Selama 3 Hari 2 Malam di Padang. Terlebih di sekitar Taman Kota juga banyak para pedagang, membuat  tempat ini juga menjadi objek wisata kuliner dan wisata belanja.

Istana Negeri Padang

Sumber: Google

Dibangun pada tahun 1800an oleh Raja Tengku H. Muhammad Nurdin, istana yang berbentuk rumah panggung ini masih berdiri kokoh meski sudah berumur lebih dari 2 abad. Renovasi memang pernah dilakukan, namun hanya sebagian kecil saja yang diperbaiki, sehingga bentuk bangunan masih sama seperti saat pertama kali dibangun.

Istana yang berada di JL. KF Tendean ini hingga kini masih belum dibuka untuk umum karena masih adanya sengketa kepemilikan hak waris. Namun, kedepan jika sengketa sudah terselesaikan, menurut rencana akan dipamerkan sejumlah koleksi milik istana seperti foto raja-raja beserta keluarga kerajaan, pedang dan benda-benda pusaka milik raja, kursi dan pakaian raja hingga peralatan makan dan minum yang digunakan keluarga kerajaan pada masa lampau.

Museum Kota Tebing Tinggi

Sumber: Google

Objek wisata edukasi yang berada di JL. Kotamadya ini selain berfungsi sebagai sarana pembelajaran bagi para pelajar juga untuk melestarikan peninggalan bersejarah yang ada di Kota Tebing Tinggi.

Berbagai macam koleksi benda bersejarah yang tersimpan di sini diantaranya adalah foto-foto bangunan dan situs bersejarah dari masa ke masa serta benda-benda bersejarah seperti peralatan perang pada zaman VOC dan zaman Jepang, radio kuna, timbangan, beragam kerajinan tangan tempo dulu dan masih banyak lagi yang lain.

Makam Tuan Syech Baringin

Sumber: Google

Nama Tuan Syech Baringin cukup akrab di telinga masyarakat Kota Tebing Tinggi, karena ulama Thariqat kharismatik ini dahulu memimpin masyarakat Tebing Tinggi untuk melakukan perlawanan terhadap Jepang. Dia juga dikenal dengan kesaktiannya dan dalam satu kisah diriwayatkan, konon saat Tentara Jepang hendak menangkapnya, tiba-tiba Kampung Kebun Kelapa yang menjadi tempat tinggalnya berubah menjadi danau.

Semasa hidupnya Tuan Syech Baringin juga memiliki banyak santri. Karena ajaran yang dia sampaikan, hingga kini para pengikut thariqatnya masih menggunakan almanak yang dia tinggalkan untuk menentukan jatuhnya bulan Ramadhan sehingga terkadang tidak sama dengan ketetapan pemerintah.

Wisata religi berupa makam dari Tuan Syech Baringin terdapat di JL. Syech Baringin, Kelurahan Sei Sigiling. Makam tersebut bersebelahan dengan sebuah mushollah yang kondisinya terawat dengan baik. Tidak jauh dari makam terdapat rumah Syech Baringin berbentuk rumah gadang yang sudah dimakan usia.

Masjid Air Hangat

Sumber: Google

Sepintas lalu, Masjid Al-Hikmah yang berada di Simpang Tiga, JL. Pahlawan Lingkungan II, Kelurahan Pasar Gambir, Kota Tebing Tinggi ini tidak berbeda jauh dengan bangunan masjid pada umumnya. Namun, begitu mengambil wudhu, siapapun yang belum pernah berkunjung ke masjid ini akan terkejut, karena air untuk wudhu bersuhu hangat.

Keunikan dari masjid yang dibangun tahun 1960an ini disebabkan karena sumber air yang digunakan berasal dari sumber air panas di dalam perut bumi yang dibangun Belanda pada tahun 1928. Air yang mengalir dari sumber air panas tersebut tidak hanya disalurkan ke masjid tapi juga ke rumah warga yang ada di sekitarnya. Menariknya, air hangat yang keluar dari perut bumi tersebut tidak berbau belerang dan jernih seperti halnya air sumur pada umumnya.

Lapangan Sri Mersing

Sumber: Google

Tidak ada hal yang istimewah dari lapangan yang satu ini kecuali adanya bangunan anjungan di salah satu sisinya. Tapi coba datang pada malam Kamis dan malam Minggu, maka suasana yang berbeda akan Anda jumpai, yakni ramainya anak-anak muda yang memadati area lapangan dengan berbagai aktifitas masing-masing.

Entah kenapa anak-anak muda tersebut memilih malam kamis dan malam minggu untuk datang ke Lapangan Sri Mersing, tapi yang jelas, fenomena yang telah menjadi budaya tersebut menciptakan keunikan tersendiri.

Budaya Becak

Sumber: Google

Melihat puluhan becak memenuhi jalan raya, tentu merupakan pemandangan yang menarik, apalagi jika setiap becak dinaiki 8 – 10 orang. Pemandangan itulah yang dapat disaksikan di Kota Tebing Tinggi pada malam menjelang lebaran.

Budaya jalan-jalan keliling kota dengan naik becak bersama rombongan sejumlah 8 – 10 orang tersebut menjadi semakin seru, karena antara penumpang di satu becak dengan becak yang lain diperbolehkan untuk saling melempar air atau menyemprotkan air dengan menggunakan pistol air mainan.

Tugu Peringatan 13 Desember 45

Sumber: Google

Tugu yang berada di Tanah Lapang Merdeka, JL. Dr. Sutomo, Tebingtinggi ini dibangun untuk mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur demi merebut dan mempertahankan negeri ini.

Relief yang terdapat pada tugu ini berbentuk bingkai perisai yang diapit padi dan kapas dengan latar belakang perbukitan, dan dibawah simbol terdapat sebuah tulisan “Esa Hilang Dua Terbilang”, yang kini menjadi motto dari Kota Tebing Tinggi.

Comments

Loading...