OUR NETWORK

15 Kampung Adat yang Wajib Kamu Kunjungi di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya tidak hanya dari potensi alamnya saja, tetapi juga dari keberagaman suku, adat, budaya, dan bahasa. Keberagaman tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengelilingi Indonesia, bahkan keberagaman adat pun menarik untuk dikunjungi. Berikut ini 15 kampung adat di Indonesia yang wajib kamu kunjungi:

Kasepuhan Ciptagelar, Banten Kidul

Sumber Gambar : Instagram @mr.axtri

Kampung adat ini berada di Kaki Gunung Halimun yang sebagian berada di wilayah Kecamatan Cisolok, Sukabumi dan sebagian lainnya berada di wilayah Lebak, Banten. Kampung ini masih menjaga adat istiadat Sunda ditambah pemandangan alam yang mempesona dan pengunjung dapat menginap di rumah warga yang sangat ramah. Rumah panggung yang berjajar tertata rapi dengan hamparan sawah yang luas dan sungai yang jernih membuat pengunjung semakin betah, ditambah dengan makanan khas yang disebut sangu akeul atau nasi yang dimasak secara tradisional membuat semakin nikmat berkunjung ke kampung ini. Adat yang masih melekat di kampung ini di antaranya Rengkong yang digunakan oleh petani untuk membawa hasil panen padi ke lumbung padi (leuit). Proses pengolahan padi menjadi beras juga unik karena dijemur dengan digantung untuk mengeringkan sebelum digiling.

Kampung Naga

Sumber Gambar : Instagram @ceritadestinasi

Kampung Naga berada di sebuah lembah subur nan berbukit seluas sekitar 1,5 hektar tepatnya di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Untuk mencapai tempat tersebut, pengunjung harus menuruni 439 anak tangga. Kampung Naga berasal dari Bahasa Sunda yaitu “Nagawir” yang artinya kampung di bawah tebing, bukan karena ada naganya ya. Kampung adat ini wajib dikunjungi karena perpaduan pemandangan alam yang indah, suasana yang asri, dan adat yang masih melekat kuat.

Kampung Adat Praijing

Sumber Gambar : Instagram @travelbook.id

Kampung adat Praijing berada di Desa Tebara, Kecamatan Waikabukak, Sumba Barat, NTT tepat di atas Bukit Praijing. Tanda kampung ini adalah terdapat kerbau di gerbang masuk. Kampung ini memiliki bentuk rumah unik yang berjajar, rumah yang bermenara disebut Uma Mbatangu, sedangkan Uma Bokulu berarti rumah besar atau yang tidak bermenara. Di setiap rumah memiliki dua pintu yang dbedakan untuk laki-laki dan perempuan, beberapa bagian rumah juga memiliki desain yang dibedakan antara laki-laki dan perempuan, dan masih banyak adat lainnya yang wajib kamu kunjungi.

Kampung Adat Gollu

Sumber Gambar : Instagram @eni_jenikawati

Kampung adat ini berada di kaki bukit tepatnya Desa Kalimbukuni, Kecamatan Waikabukak, Sumba Barat, NTT. Kampung ini merupakan salah satu kampung adat tertua.  Berbeda dengan Kampung Praijing, tanda kampung ini adalah terdapat kuda di gerbang masuk. Kegiatan-kegiatan adat dan tradisional masih melekat kuat seperti menenun, menumbuk padi, cara menyimpan makanan, dan masih banyak lagi.

Kampung Adat Sijunjung

Sumber Gambar : Instagram @minangtourism

Kampung ini berada di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Untuk menuju kampung ini harus melewati jembatan Batang Sukam, dan patung perempuan adalah pertanda kamu memasuki kampung ini. Di sepanjang jalan, kamu akan disuguhi pemandangan Rumah Gadang yang berjajar rapi dan saling berhadap-hadapan. Kampung ini dihuni oleh enam suku yaitu Piliang, Chaniago, Melayu, Pana, Tobo, dan Melayu Tak Timbago.

Kampung Adat Todo

Sumber Gambar : Instagram @_josephtheo

Kampung yang berada di Flores ini memiliki rumah adat tertua di Manggarai yang disebut Rumah Adat Todo. Rumah ini atapnya berbentuk kerucut dengan pintu setinggi bahu orang dewasa. Jika akan masuk rumah harus menundukkan kepala, ini diartikan sebagai gambaran untuk menghormati pemilik rumah. Di rumah ini terdapat gendang yang membedakan dengan rumah adat lainnya, konon gendang ini terbuat dari kulit manusia.

Kampung Adat Toraja

Sumber Gambar : Instagram @toraja_beautifulland

Tongkonan atau rumah adat masyarakat Toraja adalah ciri khas kampung ini. Tongkonan bukanlah rumah pribadi, melainkan diwariskan turun temurun. Tongkonan berbentuk rumah panggung dengan kolong rumah untuk kandang kerbau, dan depan rumah terdapat alang atau lumbung padi. Kampung ini masih menjaga adat-adat dari nenek moyang.

Kampung Adat Baduy

Sumber Gambar : Instagram @wowbanten

Kampung Baduy berada di Banten yang hidup dalam tatanan masyarakat yang selaras dengan alam. Uniknya, di kampung ini tidak ada unsur besi pada bangunan rumahnya, hanya menggunakan kayu atau bambu. Masyarakat Suku Baduy disebut Urung Kanekes yang terikat dengan alam membuat daerah Baduy tetap lestari. Di kampung ini juga terdapat Jembatan Akar Baduy yang terdiri dari ikatan akar yang terkait kokoh dan bawahnya terdapat bambu juga.

Kampung Adat Wae Rebo

Sumber Gambar : Instagram @kemanakitaliburan

Kehidupan di kampung ini beriringan antara manusia, alam, dan roh leluhur. Hanya terdapat 7 rumah utama di kampung ini yang disebut Mbaru Niang. Kampung ini kerap dihiasi kabut tipis sepanjang hari membuatnya dijuluki sebagai salah satu desa tertinggi di Indonesia karena berada di ketinggian 1200 mdpl. Perayaan upacara adat dilaksanakan setiap Bulan November sebagai wujud syukur berkat hasil panen yang diperoleh.

Desa Adat Panglipuran

Sumber Gambar : https://www.instagram.com/p/BkmKhXRlwEi/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=gnkuecwcx605

Desa ini berasal dari singkatan kata pengeling dan pura yang berarti mengingat tempat suci (para leluhur). Setiap rumah disini seragam dan memiliki Angkul-angkul atau pintu gerbang. Di desa ini kamu juga bisa mengikuti kursus tari, belajar kebudayaan Bali, kehidupan sosial, ritual adat, dan masih banyak lainnya.

Kampung Adat Ratenggaro

Sumber Gambar : Instagram @pesonatraveler

Kampung Ratenggaro berasal dari kata Rate yang berarti kuburan dan Garo yang berarti batu, ya artinya kuburan batu karena disini banyak kuburan batu dan akan menikmati sensasi seperti hidup di zaman batu. Kuburan batu berada di pinggiran laut dengan pahatan dan ukiran pada kubur batu menambah kesan magis.

Kampung Adat Urug

Sumber Gambar : Instagram @yayukyutia

Konon awalnya kampung ini bernama kampung guru karena ditempati oleh Prabu Siliwangi, Kian Santang, dan Syarif Hidayatullah, kemudian dibalik menjadi urug. Kampung ini berada di Kecamatan Jasinga dengan adat Siliwangi yang masih melekat. Lumbung padi dan rumah adat masih dijaga sebagai kearifan lokal di kampung ini.

Kampung Adat Takpala

Sumber Gambar : Instagram @merlinmarini’s profile picture
merlinmarini

Kampung tertua di Alor ini masih memegang teguh adat dan peraturan nenek moyang dulu. Kampung ini dihuni oleh Suku Abui yang berarti orang gunung. Jika berkunjung ke kampung ini, kamu akan menikmati rumah yang unik dan peninggalan-peninggalan leluhur, dan bisa berfoto ria dengan properti khas Suku Abui.

Kampung Terapung Suku Bajo

Sumber Gambar : Instagram @awenks7

Sesuai dengan namanya, disebut kampung terapung karena rumah-rumah dibangun di atas laut yang dihuni oleh Suku Bajo. Untuk mengelilingi kampung ini harus menggunakan perahu yang dapat dilabuhkan di bawah rumah. Setiap rumah dihubungkan dengan jembatan kayu titian. Rumah disini terbuat dari kayu dengan atap seng atau daun rumbia dan lantai rumah menggunakan papan.

Desa Wisata Setulang

Desa ini berada di Kabupaten Malinau yang masih mempertahankan budaya adat Dayak Kenyah Oma Lung dengan melestarikan bahasa, hukum adat, dan dan budaya, serta mempertahankan kelestarian alam. Disini juga terdapat air terjun dan hutan desa yang disebut Tana’ Ulen.

 

Sumber Gambar :
instagram.com/p/BkPFoahj2sC/
instagram.com/p/BYV2SD0lZ5s/
instagram.com/p/BFLcCeMPlMV/
instagram.com/p/6r6TewGlwf/
instagram.com/p/BQmy2p9Bvfu/
instagram.com/p/BWOiOYNARD1/
instagram.com/p/BezO_hWBnK-/
instagram.com/p/BjA10LYgePV/
instagram.com/p/BinatuTFNX4/
instagram.com/p/BinatuTFNX4/
instagram.com/p/BM8aPgkjObF/
instagram.com/p/BRzJNNphsez/
instagram.com/p/BcUrBUih8jg/
instagram.com/p/BToHva0lttw/

Comments

Loading...