Menengok Keindahan Benteng Gunung Biram di Kota Seribu Benteng

Sejak zaman dahulu, Sabang telah terkenal sebagai Pelabuhan perdagangan internasional di Nusantara. Di zaman pendudukan Jepang, Sabang juga berubah menjadi markas Angkatan Laut Nippon. Alhasil, padu padan dua fungsi ini menjadikan Sabang sebagai wisata dengan sejarah menarik. Yuk, simak apa saja pesona Benteng Gunung Biram yang ada di Sabang ini.

Inilah Daya Tarik Benteng Gunung Biram

Berupa kota kecil dengan keindahan eksotis, Sabang dikenal dengan strukturnya yang berbukit. Nama ini pun diambil dari Bahasa Aceh sendiri yang berarti hak. Hal ini lantaran dulunya tanah Sabang sering dijadikan pembukaan lahan oleh para pendatang. Asimilasi kemudian terjadi dimana akhirnya Sabang menjadi kota dengan banyak budaya dan peninggalan sejarah.

Memiliki 5 pulau besar dan kecil, Sabang memiliki jumlah penduduk cukup banyak. Masyarakatnya terbagi di Pulau Weh, Pulau Rubiah, hingga Pulau Rondo. Selain berbatasan dengan 3 negara yakni India, Malaysia, dan Thailand, Sabang juga menjadi titik Nol Kilometer Indonesia.

- Advertisement - From Korea With Love Concert

Dari 72 Desa yang tersebar di Sabang, semuanya memiliki keunikan masing-masing. Hanya saja jika kamu mencari persamaan, maka Sabang memiliki satu hal. Dikenal dengan nama Kota Seribu Benteng, maka tak ayal jika kamu bisa menemukan banyak benteng di daerah ini. Lalu, apa hal menarik lainnya dari wisata benteng di Sabang, salah satunya adalah Benteng Gunung Biram?

  1. Pilar Terakhir dalam Perang Belanda

Pertama, kondisi dari cagar budaya ini adalah berupa pilar terakhirnya pertahanan dalam Perang Belanda. Tidak heran, sekarang ini kondisi dari benteng ini cukup memprihatinkan, Selain karena memang termakan usia, benteng yang ada di Kecamatan Lembah Seulawah ini juga menyimpan sisa-sisa peperangan.

  1. Terdapat Makam Teuku Syik Tu Gunong Biram

Banyak pejuang yang gugur dalam melawan penjajah di Nangroe Aceh Darussalam. Salah satu yang berjasa adalah Teuku Syik Tu Gunong Biram. Tidak hanya pejuang, beliau juga merupakan ulama besar di masanya. Bersama dengan Teuku Cik di Tiro dan Tuanku Hasyim Banta Muda, beliau mengobarkan semangat dalam melawan penjajah di Bumi Nusantara.

Maka tidak heran, lokasi yang ada di Desa Lam Tamot ini banyak dikunjungi peziarah. Salah satunya adalah karena ingin berkunjung ke makam Teuku Syik Tu Gunong Biram yang mana ada disana. Tidak hanya sebagai pertahanan warga dari Belanda, benteng ini juga digunakan untuk peribadatan para ulama di atas.

  1. Desain Arsitektur Murni Local Genius

Situs yang dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh ini memang bernilai sejarah tinggi. Maka tidak heran, keberadaannya pun dicari banyak wisatawan dan dijaga dengan baik. Diharapkan, benteng dengan desain arsitektur murni local genius ini dapat berusia hingga berabad-abad lamanya.

Tentunya, hal ini tidak akan bisa jika tidak dibantu dengan wisatawan. Sebagai turis, maka kamu harus senantiasa menjaga keindahan dan keutuhan dari tempat yang didatangi. Nah, Benteng Gunung Biram ini pun menjadi tempat yang harus dijaga dan dilestarikan nilai sejarah serta daya tariknya.

  1. Peninggalan Portugis, Belanda, dan Jepang

Tercatat, benteng-benteng ini merupakan peninggalan sejarah dari para Kolonial. Sebagai ‘Kota Seribu Benteng’, maka wajar jika Benteng Gunung Biram hanyalah salah satu dari sekian banyak benteng yang da di Sabang. Kebanyakan dari mereka ada yang mewariskannya di zaman Portugis, Belanda, dan ada juga yang dari masa Jepang.

Tidak lengkap rasanya jika ke Sabang tapi juga tidak mengunjungi wisata lainnya. Dikenal dengan kekayaan laut yang luar biasa, kamu bisa berwisata bahari di lokasi ini. Ada banyak terumbu karang, ikan, dan spesies menarik lainnya yang bisa kamu temukan di perairan Sabang. Tentunya, Sabang International Regatta juga bisa menjadi atraksi lengkap wisata baharimu disana.

Demikian ulasan menarik mengenai apa saja pesona Benteng Gunung Biram yang ada di Sabang. Jadi, tidak perlu khawatir jika kamu ingin belajar sejarah di kota ini. Dijamin, benteng-benteng ini tidak hanya memberi keindahan arsitektur, tapi juga keindahan rasa dan vibes khas era penjajahan. Bisa menjadi pembelajaran tentang sejarah di negara kita ini. Semoga ulasannya bermanfaat dan bisa jadi referensimu dalam berwisata ya.

Must Read

Related Articles

close

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.