OUR NETWORK

Candi Bahal, Sisa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Utara

Tempat yang Pas untuk Belajar Sejarah Masa Silam

Bagi pecinta wisata sejarah, tentu tidak akan melewatkan kunjungannya ke Candi Bahal saat melakukan trip ke Sumatera Utara, karena candi ini adalah peninggalan Kerajaan Sriwijaya satu-satunya yang ada di Sumatera Utara.

Sumber: Instagram @vijhefajar20

Disebut Candi Bahal atau Biaro Bahal karena lokasinya di Desa Bahal, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara. Candi ini juga disebut Candi Portibi dan yang dalam bahasa Batak kata Portibi memiliki arti bumi atau dunia yang berasal dari serapan bahasa Sansekerta ‘pertiwi’ yang memiliki makna ‘Dewi Bumi’.

Sekilas tentang Candi Bahal

Masih belum diketahui secara pasti, tahun berapa candi ini didirikan, namun yang pasti Candi Bahal telah berumur ribuan tahun. Pendiri candi inipun juga masih menjadi tanda tanya, ada yang menyebut dibangun oleh Raja Hindu Shiva dari Tamil, India Selatan, ada juga yang berpendapat bahwa pendirinya adalah Raja dari Kerajaan Pannai yang merupakan bagian dari Kerajaan Sriwijaya.

Sumber: Instagram @dhonyzr

Kompleks Candi Bahal yang lokasinya di tepi Sungai Batang Pane konon sebenarnya terdiri atas 26 kompleks candi. Hanya saja yang telah diketemukan dan saat ini dapat dilihat adalah tiga kompleks candi yang jarak masing-masing sekitar 500 meter.

Sumber: Instagram @marasakti_

Kompleks candi tersebut dikeliling oleh tembok dari batu bata dengan ketebalan 1 meter dan setinggi 1 meter. Sementara pada bagian pintu gerbang yang berada di sebelah timur, kedua sisinya dikelilingi dinding setinggi 60 cm. Pada bagian tengah masing-masing kompleks candi, berdiri candi utama yang pintu masuknya menghadap ke arah gerbang.

Candi Bahal diduga merupakan candi Hindu atau candi Buddha Tantrayana yang fungsinya sebagai biara. Dugaan candi Hindu mengacu pada bagian atap candi yang serupa dengan Candi Mahligai di Muara Takus, Riau. Sedangkan dugaan candi Buddha Tantrayana mengacu pada arca-arca batu yang ada di lokasi kompleks candi, seperti arca Ganesha, arca Kepala Makara, arca raksasa dan sebagainya.

Menjelajah  Candi Bahal

Untuk menjelajahi kompleks Candi Bahal maka harus menyusuri area yang melingkupi kompleks Candi Bahal I, II dan III yang luas keseluruhannya sekitar 7.500 meter2. Dimasing-masing kompleks itulah tersuguh jejak sejarah masa lampau lewat bentuk arsitektur bangunan candi, arca, stupa dan ornamen-ornamen yang menghiasi candi. Berikut deskripsi dari masing-masing kompleks candi.

Candi Bahal I

Terhampar di lahan seluas 3.000 meter2 Candi Bahal I dikelilingi pagar dari batu bata merah dengan ketebalan 1 meter setinggi 60 cm. Di tengahnya berdiri candi utama yang menghadap ke arah gerbang. Diantara pintu gerbang dan bangunan candi utama terdapat panggung atau fondasi batur berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 7 x 7 meter.

Bangunan utama berbentuk tatakan atau susunan alas yang terdiri dari kaki setinggi 75 cm, tubuh dan atap candi. Sementara tatakan candi yang memiliki luas 7 meter2 memiliki ketinggian sekitar 180 cm. Diantara kaki candi dan tatakan, terbentuk selasar yang mengelilingi kaki candi.

Candi yang menghadap ke arah Timur ini dihiasi dengan sejumlah pahatan berbentuk manusia dengan beragam posisi. Meski pahatan tersebut banyak yang rusak, namun masih dapat dilihat bahwa bentuk manusia tersebut dalam posisi sedang menari. Terdapat pula pahatan berbentuk raksasa duduk pada sisi Timur candi.

sumber: https://sultanpalembang.com

Pada tubuh candi terdapat bangunan bujur sangkar seluas 5 meter2. Untuk mencapai ruang dalam candi, pada bagian permukaan kaki candi terdapat anak tangga setinggi 60 cm. Di dalam tubuh candi dapat ditemui sebuah ruang kosong seluas 3 meter2 yang dikelilingi dinding setebal 1 meter.

Candi Bahal II

Jarak Candi Bahal II dengan Candi Bahal I sekitar 300 meter. Kedua kompleks candi ini sama-sama dikelilingi pagar bata, hanya saja ukuran bangunan utama Candi Bahal II lebih kecil dengan dinding halaman membentuk lantai dan menjorok ke arah luar halaman sekitar 4 meter. Di sisi kanan kiri lantai diapit oleh dinding setinggi 70 cm hingga ke batas tangga di sisi Timur.

Candi Bahal II memiliki bangunan utama yang tersusun atas tatakan berbentuk bujur sangkar seluas 6 meter2, kaki candi setinggi 75 cm, tubuh dan atap candi. Pada bagian dasar tangga bangunan utama dihiasi dengan arca sepasang kepala makara dengan posisi mulut terbuka.

sumber: https://sultanpalembang.com

Pada bagian dalam bangunan utama tgerdapat pintu masuk dengan lebar 120 x 250 cm dan memiliki ruang kosong seluas 3 meter2. Atap Candi Bahal II membentuk limas dengan bagian puncak berbentuk segi empat.

Candi Bahal III

Kompleks Candi Bahal III lokasinya agak terpisah dari kedua kompleks candi yang lain dan untuk mencapainya harus melewati jalan setapak di area perumahan penduduk dan pematang. Candi Bahal III memiliki banyak kemiripan dengan kedua candi yang lain, mulai dari bahan pembuatnya yaitu batu bata merah, ketebalan dan ketinggian pagar yang mengelilingi, bentuk dan ukuran candi utama sampai dengan arah dari pintu candi.

sumber: https://www.harian9.com

Jika ada yang membedakan adalah dinding tatakannya yang berhias pahatan bermotif menyerupai bunga. Sedang bagian atapnya sama persis dengan Bahal II yang berbentuk limas dengan bagian puncak berbentuk empat persegi.

Demikian deskripsi singkat dari ketiga kompleks Candi Bahal yang menarik untuk dikunjungi sekaligus dipelajari karena memiliki benang merah dengan kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

Comments

Loading...