OUR NETWORK

Destinasi Wisata Tradisional Minangkabau Museum Rumah Adat Baanjuang

Museum rumah adat merupakan sebuah tempat untuk melestarikan budaya Minangkabau. Dalam museum terdapat berbagai macam budaya adat Minangkabau serta berbagai macam alat tradisional dan kontemporer. Wisata di museum tersebut dapat mengenal budaya Minangkabau lebih jauh dan dalam.

Lokasi Museum Rumah Adat Baanjuang

Sumber: Instagram @aindrabudiar

Museum ini terletak di Jl Cindua Mato No 1, Benteng Pasar Atas, Bukittingi, Sumatera Barat. Lokasi tersebut juga merupakan lokasi dari TMSBK (Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan). Jadi museum rumah adat baanjuang terdapat dalam kawasan TMSBK.

Karena masih dalam satu kawasan dengan TMSBK, maka museum tersebut sepatutnya untuk dikunjungi. Apalagi TMSBK merupakan salah satu destinasi wisata kebun binatang favorit dan sangat legendaeis di Bukittingi.

Lokasi tersebut juga sangat strategis dan berada di pusat kota Bukittinggi. Akses jalan juga sangat mudah dan didukung dengan alat transportasi umum BRT. Selain itu lokasi dari destinasi wisata ini juga berada dekat di jalur trans Sumatera HWY.

Untuk setler BRT yang dapat digunakan sebagai destinasi BRT adalah Halte SDN 14 ATTS. Halte tersebut berada di Jl pemuda. Perjalanan selanjutnya dapat ditempuh dengan jalan kaki. Waktu yang diperlukan pun juga tidak lama, hanya sekitar ±10 menit.

Harga Tiket Masuk Museum Rumah Adat Baanjuang

Untuk mengunjungi destinasi wisata ini tergolong cukup rumit. Sebab harus memasuki kawasan wisata TMSBK terlebih dahulu. Serta biaya kontribusi yang harus dikeluarkan juga berlipat. Namun biaya tersebut tergolong cukup murah, jadi tidak akan menguras kantong.

Untuk tarif kontribusi masuk TMSBK sebesar 15.000 IDR per orang. Tarif tersebut berlaku untuk dewasa. Sedangkan untuk tarif kontribusi anak – anak hanya 10.000 IDR per orang.

Jika hendak mengunjungi museum rumah adat baanjuang ini harus mengeluarkan biaya kontribusi tambahan sebesar 2.000 IDR per orang. Jadi total biaya kontribusi yang harus dikeluarkan oleh pengunjung sebesar ±20.000 IDR per orang.

Sumber: Instagram @syatrisukses

Lalu untuk proses pembayaran setiap transaksi, terutama untuk tiket masuk perlu diperhatikan. Destinasi wisata ini sama sekali tidak menerima transaksi menggunakan berbagai brand kartu debit. Hanya menggunakan kartu BRIZZI BRI. Begitu juga dengan transaksi tunainya juga secara perlahan tidak diberlakukan lagi. Setiap pengunjung pun diharuskan untuk mempunyai kartu BRIZZI. Jika belum, dapat melakukan registrasi kartu di tempat.

Sejarah Pembangunan Museum Rumah Adat Baanjuang

Pembangunan Museum Rumah Adat Baanjuang ini dilakukan pada masa kolonial Belanda, tepatnya pada 1 Juli 1935. Pendiri museum bukan warga lokal, melainkan warga Belanda yang bernama Mondelar Countrolleur.

Sumber: Instagram @juliyanto

Pada awal berdirinya museum ini bernama Museum Bundo Kanduang. Lalu berdasarkan ketentuan pemerintah daerah yaitu Perda Kota Bukittinggi No 5 tahun 2005, museum pun berganti nama menjadi Museum Rumah Adat Baanjuang.

Museum Rumah Adat Baanjuang mempunyai luas bangunan sebesar 2798 meter persegi. Desain bangunan museum menggunakan rumah adat gadang dengan anjuang pada sisi kanan dan kiri. Museum ini didominasi dengan kayu dan bambu, baik pada dinding, lantai serta atap.

Daftar Koleksi Museum Rumah Adat Baanjuang

Berikut ini adalah daftar koleksi yang terdapat di Museum Rumah Sdat Baanjuang :

  • Binatang yang diawetkan

Di dalam museum terdapat berbagai jenis binatang yang telah diawetkan. Sebagian besar dari binatang tersebut merupakan hasil sisa – sisa fosil kebun binatang TMSBK.

Sumber: Skyscreper City

Hal yang menarik dari koleksi binatang di museum merupakan binatang yang mempunyai kekurangan fisik. Namun kekurangan tersebut menjadi suatu keunikan tersendiri sebab karakter fisik binatang sangat lain dengan karakter fisik binatang pada umumnya. Misalnya seekor kambing yang bermuka dua, harimau berkepala 2, kerbau yang mempunyai 2 buah kepala, kerbau yang mempunyai kaki 8 dan lain – lain.

Belum diketahui secara pasti apakah kondisi dari koleksi binatang merupakan murni / asli ataupun hanya sekedar rekayasa manusia. Di balik hal tersebut, koleksi binatang yang unik dan langka telah menjadi koleksi museum Favorit.

  • Miniatur arsitektur tradisional suku Minangkabau

Suku Minangkabau mempunyai keberagaman budaya terutama pada arsitektur / bangunan. Nama dari rumah adat tradisional suku ini adalah Rumah Gadang. Namun dalam arsitektur suku Minangkabau, ada berbagai macam jenis Rumah Gadang.

Sumber: Instagram @GPS Wisata Indonesia

Semua jenis dari rumah Gadang Minangkabau dapat dilihat secara langsung Museum Rumah Adat Baanjuang ini dalam bentuk miniatur. Jenis dari koleksi Rumah Gadang yang ada meliputi Surau, Lapau, Balairung, Rumah Gadang untuk bangsawan, Rumah Gadang rakyat biasa dan lain – lain.

  • Berbagai macam peralatan rumah tangga

Hanya di museum ini dapat menyaksikan secara langsung bentuk peralatan tradisional yang digunakan oleh suku Minangkabau. Beberapa peralatan, diantaranya merupakan peralatan yang hampir sama sekali tidak dipergunakan oleh suku Minangkabau itu sendiri. Karena sebagian besar lebih memilih menggunakan peralatan rumah tangga modern.

Sumber: Barito Maning

Sebagian besar koleksi peralatan rumah tangga adalah alat – alat memasak. Koleksi tersebut antara lain pisau, berbagai macam alat pembuatan makanan, peralatan makan, keramik dan lain – lain.

Masing – masing koleksi dihiasi dengan berbagai macam ukiran yang sangat khas dengan karakter budaya Minangkabau. Lalu sebagian koleksi didominasi dengan material kuningan.

  • Pakaian adat Minangkabau

Untuk koleksi pakaian adat Minangkabau ini cukup istimewa. Sebab bukan hanya sekedar koleksi namun, pengunjung diberi kebebasan penuh untuk mencoba koleksi pakaian adat Minangkabau yang ada.

Jenis pakaian adanya pun juga sangat kompleks, mulai dari pakaian adat yang resmi / pernikahan hingga pakaian casual / sehari – hari. Bukan hanya sekedar koleksi pakaian adat, tetapi berbagai macam aksesoris seperti peci, perhiasan, hingga aksesoris pendukung lainnya.

Sumber: keepo.me

Harga sewa baju tradisional juga sangat murah dan hanya 20.000 IDR. Selain itu juga disediakan beberapa fotographer yang akan mengabaikan moment pengunjung ketika menggunakan pakaian tradisional Minangkabau tersebut.

  • Peralatan berburu, bertani hingga senjata perang

Di Museum Rumah Adat Baanjuang ini menyediakan berbagai macam peralatan yang umumnya digunakan oleh laki – laki. Peralatan tersebut berupa peralatan berburu, peralatan perang, serta peralatan bercocok taman.

Sumber: Barito Maning

Dari koleksi tersebut, jenis peralatan perang merupakan senjata yang digunakan oleh suku Minangkabau untuk melawan kolonial Belanda. Jadi dapat disimpulkan secara langsung perbandingan senjata lokal yang sangat tradisional dan apa adanya dengan kondisi senjata kolonial yang jauh lebih modern pada masa itu.

Selain itu juga dapat membayangkan gambaran kehidupan masa lalu yang penuh dengan kesederhanaan. Mulai dari cara berburu, cara bercocok taman dan lain – lain.

  • Koleksi kesenian

Untuk koleksi kesenian ini adalah koleksi alat – alat seni yang terdapat pada seni tradisional Minangkabau. Seperti alat – alat musik tradisional, aksesoris tari daerah hingga aksesoris dalam seni bela diri.

  • Naskah kuno

    Sumber: Eviindrawanto

Museum Rumah Adat Baanjuang juga menyimpan berbagai macam jenis naskah – naskah kuno. Kondisi naskah kuno tersebut sangat asli. Hal tersebut dapat dilihat dari jenis kertas yang digunakan untuk menulis. Koleksi naskah kuno yang ada meliputi alquran, buku – buku kuno yang diketik dengan mesin ketik dan lain sebagainya.

Comments

Loading...