OUR NETWORK

Istana Sisingamangaraja, Bukti Perjuangan Rakyat Sumatera Utara Melawan Penjajah

Ada sebuah pepatah yang menyebutkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Pepatah itu pun memang benar adanya, karena tanpa adanya pahlawan yang berjuang meraih kemerdekaan, tentunya Indonesia tidak akan bisa merdeka seperti saat ini. Dari sekian banyak pahlawan yang turut berjuang merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah, salah satunya adalah Raja Sisingamangaraja XII.

Sumber: Pusat Studi Geografi

Raja Sisingamangaraja XII terkenal sangat berani menentang pemerintah kolonia Belanda yang kala itu menduduki Indonesia. Dengan pengaruhnya, Raja Sisingamangaraja XII berhasil mendapat banyak dukungan dari masyarakat Sumatera Utara untuk berjuang melawan para penjajah. Selain meninggalkan cerita akan keberaniannya, Raja Sisingamangaraja XII juga meninggalkan sebuah istana yang menarik untuk dikunjungi.

Lokasi Istana Sisingamaraja

Sumber: Gedeleomedictraveler

Secara administratif Istana Sisingamangaraja berada di desa Simamora, dusun Lumbanraja, kecamatan Bakti Raja, kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Bagi yang datang dari ibu kota kabupaten Humbang Hasundutan, Dolok Sanggul, para pengunjung harus menempuh perjalanan darat sejauh 82 km atau dengan waktu tempuh perjalanan sejauh 2 jam 45 menit dalam keadaan lalu lintas normal. Jika datang dari ibu kota Sumatera Utara, Medan, maka para pengunjung harus menempuh perjalanan sejauh 290 km dengan waktu tempuh 6 jam.

Meskipun bukan asli warga Sumatera Utara, namun para pengunjung dipastikan tidak akan sulit untuk menemukan Istana Sisingamangaraja. Karena sudah banyak petunjuk arah yang akan mengantarkan para pengunjung menuju ke istana. Selain itu, Istana Sisingamangaraja juga sudah terdaftar pada aplikasi Google Maps.

Sejarah Singkat Raja Sisingamangaraja XII

Sumber: kaskus.co.id

Raja Sisingamangaraja XII adalah seorang raja yang sangat pemberani dan menolak tunduk pada pemerintah kolonial Belanda. Dengan semangatnya yang membara dan juga mendapat dukungan serta bantuan dari masyarakat Sumatera Utara, Raja

Sisingamangaraja XII berhasil melakukan perlawanan sengit dan membuat Belanda merasa kualahan. Merasa terancam, Belanda pun mengejar-ngejar Raja Sisingamangaraja beserta keluarganya, dan bahkan mereka sempat menghancurkan istana kerajaan yang berada di Bakkara pada tahun 1883.

Meskipun demikian, hal itu sama sekali tidak menyurutkan semangat Raja Sisingamangaraja XII untuk terus melakukan perlawanan pada Belanda. Sang raja bersama dengan pengikutnya bahkan telah berjanji akan terus berjuang hingga titik darah penghabisan untuk mengusir Belanda dari Tanah Air. Cerita heroik Raja Sisingamangaraja XII yang bergelar Patuan Bosar Ompu Pulau Batu itu pun berakhir pada 17 Juni 1907, setelah sang raja meninggal karena tertembak.

Istana Sisingamangaraja

Sumber: Instagram @victoriavacationofficial

Selain meninggalkan cerita heroik akan keberaniannya melawan penjajah, Raja Sisingamangaraja XII juga meninggalkan istana dan beberapa peninggalan bersejarah lainnya. Istana Sisingamangaraja sendiri adalah bangunan yang menjadi tempat tinggal raja yang memiliki luas sekitar 100 m x 100 m. Saking luasnya, di dalam istana juga terdapat tiga buah rumah, yang masing-masing disebut dengan Rumah Bolo, Sopo Bolon, dan Sopo Parsaktian. Menariknya, di dalam istana juga terdapat makan dari Raja Sisingamangaraja X dan Raja Sisingamangaraja XI.

Sumber: Instagram @satyawinnie

Menurut informasi, istana ini juga sempat dibakar oleh pasukan Tuanko Rao (Bonjol) pada tahun 1825 dan kemudian dibakar kembali oleh pasukan Belanda pada tahun 1878 yang lalu. Sehingga bentuk Istana Sisingamangaraja yang sekarang adalah hasil dari renovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia bersama masyarakat pada tahun 1978 yang lalu.

Sumber: Instagram@dona.sirait

Selain bisa belajar sejarah mengenai perjuangan Raja Sisingamangaraja, di komplek istana para pengunjung juga bisa menikmati keindahan alam dari Sumatera Utara. Karena tepat di sebelah istana terdapat perbukitan hijau yang bisa menyejukkan mata.

Fasilitas di Istana Sisingamangaraja

Sumber: Gedeleomedictraveler

Selayaknya istana pada umumnya, fasilitas di Istana Sisingamangaraja juga terbilang cukup lengkap. Para pengunjung tidak akan kesulitan untuk menemukan toilet atau pun tempat sampah. Sementara untuk menjaga keaslian dan kebersihan bangunan bersejarah, para pengunjung diminta untuk melepas alas kaki ketika akan memasuki Istana Sisingamangaraja.

Harga Tiket Masuk ke Istana Sisingamangaraja

Menurut informasi yang didapatkan, para pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar 5.000 rupiah untuk masuk ke Istana Sisingamangaraja. Jadi gak perlu mahal untuk bisa masuk ke istana. Bagaimana, tertarik untuk ke sana?

Comments

Loading...