OUR NETWORK

Keraton Kadirah, Saksi Bisu Berdirinya Kota Pontianak

Keraton Kadirah, Saksi Bisu Berdirinya Kota Pontianak
Source Image: pontianak.tribunnews.com

Indonesia memang memiliki banyak cerita sejarah, kalo kita membicarakan tentang cerita sejarah yang ada di Indonesia memang tidak akan ada habisanya. Karena Indonesia memiliki banyak cerita sejarah, maka terdapat banyak keraton yang bermunculan di Indonesia. Beberapa keraton yang masih ada hingga sekarang pun dijadikan sebagai wisata sejarah, hal ini agar masyarakat Indonesia bisa terus belajar tentang sejarah yang ada di Indonesia dan tidak melupakan sejarah yang ada di Indonesia sejak zaman dahulu.

Kali ini kita akan membahas salah satu wisata sejarah yang ada di Pontianak, yaitu Keraton Kadirah. Keraton Kadirah memiliki banyak hal unik yang sangat menarik untuk dibahas. Daripada kamu semakin penasaran, yuk kita bahas beberapa hal menarik dan fakta menarik tentang Keraton Kadirah.

Mengenal Sejarah Keraton Kadirah

Sumber: gotravelly.com

Keraton Kadirah adalah salah satu bangunan yang menjadi saksi bisu berdirinya Kota Pontianak pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Keraton ini berada di kelurahan Dalam Bugis, Kec. Pontianak Timur, Kota Pontianak, Prov Kalimantan Barat. Sejarah mengatakan bahwa pada tahun 1771 telah berdiri dua bangunan berupa masjid Jami dan Istana Kadriah.

Keraton Kadirah ini memiliki usia lebih dari 300 tahun. Keraton ini memiliki kompleks bangunan yang megah dan berdiri di tepi sungai. Keraton ini memiliki ukuran kurang lebih 20 x 50 meter. Istana ini memiliki 3 tingkat bangunan, hal ini yang membuat Keraton Kadirah menjadi sebuah istana yang terbesar di Kalimantan Barat.

Sumber : website misterpanglayo.com
Sumber : misterpanglayo.com

Dulunya Sulatn Abdurrahman bertahta hingga tahun 1808, kemudian selanjutnnya digantikan Sultan Kasim Alkadrie hingga 1819. Karena ditawan oleh Jepang pada saat masa penjajahan, maka pada tahun 1944 Sultan Kasim Alkadrie yang menjabat kemudian digantikan oleh Sultan Thah Alkadrie pada tahun 1945. Saat jepang dikalahkan Sultan Hamid II Alkadrie (sultan yang menciptakan lambang garuda) kemudian dinobatkan menjadi salah satu Sultan Pontianak pada tahun 1950 yang menjadi saksi berdirinya Kota Pontianak.

Akses Menuju keraton Kadirah

Sumber: pontianak.tribunnews.com

Letak dari Keraton Kadirah ini berada di pusat kota, maka para wisatawan yang akan berkunjung ke Keraton Kadirah merasa sangat dimudahkan. Akses yang akan dilalui untuk menuju ke keraton ini dapat kamu tempuh melalui jalur darat maupun jalur sungai. Jika kamu menggunakan jalur darat, maka kamu bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Jika kamu menggunakan jalur sungai, maka kamu dapat menggunakan perahu atau speedboat dari Pelabuhan SengHie.

Bagian Dalam Keraton Kadirah

Di dalam Keraton Kadirah terdapat banyak benda peninggalan sejarah seperti kursi singgahsana, keris pusaka, tempayan, tombak penobatan, cermin seribu dan pedang. Di dalam keraton ini juga masih terdapat Alqur’an dan masih banyak lagi peninggalan sejarah lainnya. Alqur’an yang terdapat di keraton ini usianya lebih dari 2 abad dan merupakan alqur’an yang ditulis langsung oleh Sultan Abdurrahman.

Sumber : website detik.com
Sumber : detik.com

Di keraton ini juga terdapat cermin seribu pemberian orang Perancis pada tahun 1823, cermin ini disebut cermin seribu karena pantulan dari cermin ini bisa memantulkan bayangan hingga ribuan kali. Adat istiadat juga masih dijalankan di Keraton Kadirah, adat istiadat tersebut diantaranya adalah acara perkawinan, tepong tawar, gunting rambut bayi dan tradisi lainnya. Kamu harus tahu ternyata orang di luar keraton ini tidak boleh melakukan pernikahan di Keraton Kadirah.

Tradisi Tepung Tawar juga masih dilakukan di Keraton kadirah, tradisi tepung Tawar merupakan sebuah acara pembersihan keris pusaka oleh para ahli waris Kesultanan Pontianak di Keraton Kadirah.

Lambang Yang Ada Di Keraton Kadirah

Di depan Keraton Kadirah terdapat meriam stimbol, meriam ini merupakan meriam yang menentukan letak istana keraton. Keraton Kadirah juga memiliki lambang lancang kuning, lancang kuning merupakan sebuah alat transportasi laut tradisional dari Kasultanan Pontianak. Pada bagian depan keraton juga terdapat lonceng yang akan dibunyikan ketika keraton dalam keadaan darurat.

Sumber: travsharing.com

Jika kamu belum pernah berkunjung ke Keraton Kadirah berarti kamu juga dianggap belum pernah mengunjungi Kota Pontianak. Suasana yang dihadirkan di Keraton Kadirah ini sangat kental dengan sejarah, kamu juga bisa belajar banyak hal ketika kamu berkunjung ke Keraton Kadirah.

Jika kamu sudah berkunjung ke keraton ini, maka jangan lupa nikmati keindahannya dan abadikan momennya.

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…