OUR NETWORK

Keunikan Desa Wisata Kubu Gadang – Sumatera Barat

Sumber Gambar: gpswisataindonesia.info

Lebih dikenal sebagai kota pendidikan, kini kota Padang Panjang mulai menggeliat dengan menghadirkan berbagai destinasi wisata menarik. Salah satunya adalah Desa Wisata Kubu Gadang.

Objek wisata yang satu ini akan memberikan experience yang berkesan dan berbeda dari yang lain kepada semua pengunjung yang datang. Bagaimana tidak, selain disuguhi panorama alam yang memikat dan masih asri, spot foto instagramable yang se-abreg, banyak sekali kegiatan seru yang bisa anda lakukan disini dan tidak bisa didapatkan ditempatlain. Inilah yang menjadi unggulan Desa Wisata Kubu Gadang. Bahkan desa wisata ini kerap kali didatangi oleh turis mancanegara. Lantas seperti apa keunikan dari desa wisata ini? Berikut wisato.id berikan ulasan selengkapnya.

Mengenal Desa Wisata Kubu Gadang

Sumber Gambar: Instagram@minangsedunia

Desa Wisata Kubu Gadang berada di Jalan haji Miskin, Ekor Lubuk, Padang Panjang Timur, Sumatera Barat. Desa wisata ini telah hadir sejak tahun 2015 silam.

Saat datang ke tempat ini anda akan disambut oleh hamparan sawah dan tiga gunung yang mengelilingi Padang Panjang. Ketiga gunung tersebut adalah Singgalang, Tandikek dan Merapi. Selain itu Bukit Tul yang sangat menjulang tinggi ikut membuat landskap Desa Wisata Kubu Gadang kian indah.

Sumber Gambar: @rockside_cloth_art

Sama seperti desa wisata lainnya, berada di tempat ini akan mengajak anda seolah benar-benar kembali ke alam. So, bagi anda yang mumet dengan aktivitas ramai diperkotaan, maka bisa menghilangkan keletihan tersebut dengan berpetualang di desa wisata ini.

Apakah pernah mendengar pasar digital? Bagi masyarakat Yogyakarta tentunya sudah tidak asing dengan jenis pasar ini. Nah, pada tanggal 28 Oktober Kementrian Pariwisata secara resmi meluncurkan pasar digital di Desa Wisata Rumah Kubu Gadang. Pasar digital diharapkan dapat mendorong roda perkenomian daerah Padang Panjang menjadi lebih baik. Selain itu supaya wisata nasional di Indonesia semakin bertambah banyak dan hadir di berbagai daerah.

Terselenggaanya pasar digital ini juga berkat bantuan dari komunitas-komunitas yang aktif berkegiatan di Padang Panjang seperti Generasi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Ruang Baca Rimba Bulan, Pesona Indonesia (Genpi), Forum Pegiat Literasi (FPL) dan lain-lain.

Berbeda dengan jenis pasar pada umumnya, alat pembayaran yang digunakan di pasar ini bukan mata uang rupiah melainkan koin yang terbuat dari kayu. Anda yang ingin membeli sesuatu di pasar ini, wajib menukarkan uang ke loket yang telah disediakan. Hitungannya 1 koin kayu sama dengan 1000 rupiah. Koin kayunya seperti foto di bawah ini.

Sumber Gambar: instagram @suci.aksara

Tidak hanya itu lapak dan para pedagang disana pun hadir dengan tampilan berbeda. Pokoknya banyak hal yang menyimpang dari pasar yang sering anda temui jika berkunjung ke pasar ini. Namun disinilah letak keunikannya, dan bisa menjadi spot menarik untuk di foto.

Pasar digital hanya hadir setiap hari minggu. Di pasar ini anda akan menemukan beragam kuliner tradisional yang semakin jarang ditemukan alias langka. Kuliner tersebut di antaranya seperti nasi ka baka, kacimuih, godok, bakwan lanyah, sarang pinjangek pinukuik, dendeng pisang, kalamai oyak, gabindan kacang tojin, lompong sagu, tumang dan masih banyak lagi.

Sumber Gambar: Instagram @wawanmj_

Oh, ya, ada tiga paket yang disediakan di Desa Wisata Kubu Gadang yaitu paket kuliner, atraksi, dan edukasi. Tidak perlu memilih salah satu anda bisa mengambil ketiganya sekaligus, loh.

Jika anda ingin menyantap kuliner seperti di atas maka bisa mengambil paket kuliner. Sebagai saran, jangan lupa untuk mencoba Nasi Ka Baka. Nasi ini dibungkus dengan daun pisang lengkap dengan lauknya. Uniknya, nih, nasi ini tidak diberi santan sama seperti makanan khas Minang lainnya. Hadir pula sambal pelengkap yang benar-benar nikmat dan menggoda.

Sumber Gambar: Instagram @harrysulistio

Eits, makannya tidak sendirian atau berkubu-kubu, loh, karena disini ada tradisi makan bersama bernama badaik dimana kita akan makan di tengah sawah. Wah, seru sekali bukan? Anda wajib coba bila berada di Pasar Digital. Nah, kebersamaan inilah yang ditunggu-tunggu saat bertandang ke Desa Wisata Kubu Gadang.

Sumber Gambar: instagram @padangpanjangbanget

Jika mengambil paket edukasi, maka anda bisa belajar masak-masakan tradisional yang ada disana bersama ahlinya. Walaupun beberapa bahan mungkin susah ditemui di daerah lain, namun ada juga sajian yang bahannya mudah ditemukan dan resepnya bisa anda copy di otak terus dipraktekkan lagi di rumah, hihi. Selain itu ada pula kegiatan membajak sawah, dan lain-lain

Bagaimana dengan paket atraksi? Ini juga yang menjadi unggulan Desa Wisata Kubu Gadang. Di paket ini anda bisa menyaksikan pagelaran Silek Lanyah, Randai, dan Tari Tradisional Khas Minang.

Silek lanyah adalah pagelaran silat ditengah sawah. Seperti ini, nih,

Sumber Gambar: instagram @desawisatakubugadang
Sumber Gambar: instagram @jejakrayya

Selain itu ada juga permainan tradisional  seperti Bola Lanyah, Pacu Upiah, Kek Angko, Pidato adat, Talempong Pacik, Congkak dan masih banyak lagi.

Nah, untuk mengakses lokasi ini dari Bandara Internasional Minangkabau anda harus menempuh jarak sekitar 61 KM dan memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Setelah keluar dari bandara, arahkan ke ke jalan Raya Padang- Bukittinggi. Perjalanan ini menempuh jarak sekitar 53 KM. Lalu arahkan kendaraan anda ke Jalan Raya Solok – Padang. Setelahnya tinggal masuk ke Jalan Haji Miskin dan anda pasti menemukan desa wisata ini.

Apakah bisa memakai angkutan umum? Sayangnya, masih sangat jarang angkutan umum ke Desa Wisata Kubu Gadang. Jadi sebaiknya bawalah kendaraan pribadi saja. bagaimana dengan anda yang ingin kesana namun datang dari luar pulau? Solusinya anda bisa merental mobil atau motor. Lebih nyaman, bukan?

Penginapan Di Desa Wisata Kubu Gadang

Sumber Gambar: Instagram @jejakrayya

Bagaimana jika ingin mengenap? Tenang, disini sudah disediakan homestay yang bisa anda sewa. Setidaknya ada 17 rumah warga yang bisa anda jadikan tempat bermalam.

Loh, kok, rumah warga? Jadi berbaur sama warga disana begitu? Yup, begitulah konsepan homestay di desa wisata ini. Jangan khawatir akan tidak nyaman karena warga disana ramah-ramah, loh. Selain itu anda akan merasa seperti saudara mereka sendiri. Semalam saja disana anda akan mengetahui banyak hal tentang desa ini bahkan kota Padang Panjang.

Kondisi rumahnya pun terbilang cukup bersih, dengan air yang melimpah. Terdapat masing-masing 3 buah kamar, dimana setiap kamarnya bisa diisi oleh 2 orang. Selain itu kamar tersebut juga berhadapan langsung dengan hamparan sawah. Terbayang, bukan, bagaimana indahnya pagi anda saat membuka jendela dan melihat matahari terbit dari sana? Tarifnya cukup bervariasi namun sekitar Rp 300-900 ribu.

Nah, itulah keunikan Desa Wisata Kubu Gadang. Akhir kata, semoga bermanfaat bagi anda dan sampai bertemu lagi pada pembahasan menarik berikutnya.

Salam.

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…