OUR NETWORK

Lobang Jepang, Saksi Bagaimana Kejamnya Jepang

Sumber Gambar: travel.dream.co.id

 

Indonesia adalah negeri yang kaya akan sejarah. Mulai dari munculnya kerajaan-kerajaan yang konon katanya pernah berjaya. Hingga, masa penjajahan Belanda dan Jepang yang menyisakan ribuan cerita menarik untuk diangkat kembali ke permukaan.

Salah satu yang bisa kita nikmati dari sejarah masa lalu adalah peninggalan bangunan yang sampai saat ini masih kokoh berdiri. Sebut saja, lobang Jepang yang berada di kawasan Sumatera Barat.

Tempat yang konon katanya menyeramkan ini. Menjadi menarik untuk dinikmati, tidak hanya kisahnya yang tragis dan mengharukan. Melainkan, bangunannya yang muncul decak kagum karena, sampai saat ini masih tegar berdiri dengan usianya yang sudah mencapai puluhan tahun.

Sekilas Mengenai Lobang Jepang

Sumber Gambar: liputan6.com

Objek wisata ini dibuat oleh Letjen Moritake Tanabe, Panglima divisi ke 25 Angkatan Darat Balatentara Jepang. Waktu pengerjaan konstrusinya kurang lebih selama 3 bulan, dimulai pada maret 1944 hingga selesai pada Juni 1944. Sedangkan total pengerjaannya sendiri memakan waktu 3 tahun. Kedalaman tempat ini mencapai 49 meter. Katanya, goa yang di bangun ini mampu menahan letusan bom seberat 500 kg.

Menariknya lagi, saat proses pengerjaan tidak ada satu pun orang sumatera atau bukit tinggi yang dipekerjakan. Tentara jepang menggunakan tenaga dari jawa, kalimantan, Sulawesi. Dimana, mereka tidak bisa berkomunikasi satu sama lain.

Maklum saja, dahulu mereka masih menggunakan bahasa daerah bukan bahasa Indonesia. Karena, proyek ini benar-benar sangat rahasia, sehingga, penduduk di kawasan sumatera tidak boleh ada yang tahu seorang pun.

Alamat Dan Rute Lokasi

Objek wisata ini terletak di Taman Panorama, Jalan Panorama, Bukit Cangang kayu ramang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukit tinggi, Sumatera Barat 26138. Bila anda berasal dari luar Pulau Sumatera. Jalan penghubung menuju ke objek wisata ini adalah Kota Padang. Anda bisa naik pesawat dan turun di bandara Minangkabau. Dari sini, perjalanan menuju ke lokasi masih 2 jam 3 menit melalui jalan Linta Barat Sumatera.

Setelah sampai di depan mulut lobang, anda harus siap-siap menuruni jalan kurang lebih 132 anak tangga. Cukup melelahkan bukan, tetapi akan terbayarkan dengan kisah sejarah yang menarik untuk disimak.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket yang harus dibayar pertama adalah memasuki kawasan taman panorama sebesar 15 ribu rupiah untuk dewasa. Untuk anak-anak akan dikenakan biaya 12 ribu rupiah. Bagi wisatawan asing akan ditarik biaya sebesar 15 ribu rupiah. Disarankan menggunakan guide agar anda bisa tahu cerita sejarah dari objek wisata ini. Menggunakan jasa guide, anda akan dikenakan biaya sebesar 60 ribu sampai 70 ribu rupiah.

Struktur Bangunan Lobang Jepang

Sumber Gambar: Wikipedia

Objek wisata ini merupakan salah satu lubang terpanjang di Asia yang panjangnya lebih dari 6 sampai 8 kilometer. Menghubungkan daerah Ngarai Sianok, Jam Gadang,  Samping Istana Bung Hatta, Benteng Fort De Kock, hingga wilayah kebun binatang Bukittinggi.

Kawasan ini di temukan pada tahun 1950 dengan kedalaman 64 meter dan betuknya masih kotak. Oleh pemerintah setemoat direnovasi dan di buka kembali pada 1984. Renovasi yang dilakukan memang membuat pengunjung nyama hanya saja, merubah bentuk asli dari objek wisata ini sendiri.

Sumber Gambar: winnymarlina.com

Lobang ini hanya di buka untuk umum sejauh 1,5 km dan butuh waktu kurang lebih 20 menit lamanya. Disini, anda akan disuguhkan dengan 21 bagian yang memiliki fungsi, Ruangan pertama adalah ruang amunisi, tempat untuk menyimpan amunisi. Kemudian, ruang penjara. Tempat para tahanan disiksa tanpa di beri makan dan minum sama sekali. Selanjutnya adalah ruang dapur.

Ruangan ini bisa dibilang yang paling mengerikan. Di atasnya terdapat lubang kecil untuk mengintai. Sementara, di bawahnya terdapat lubang pula untuk membuang jenazah. Sampai saat ini masih ada dua misteri yang belum terpecahkan. Pertama, dimana jepang membuang sisa galian tanah untuk membuat lobang ini. Kemudian, berapa jumlah rakyat yang mati akibat kerja romusha ini. Di sini, anda akan melihat beberapa cerukan yang teryata berfungsi untuk menahan suara agar tidak bergema.

Masa penjajahan, adalah masa yang paling tidak menyenangkan. Kerja paksa yang selalu ada di setiap masanya membuat kita bersyukur hidup di zaman yang sudah merdeka. Banyak yang sudah mengunjungi lobang jepang, kamu kapan?

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…