OUR NETWORK

Manjakan Mata Sambil Mengasah Iman di Masjid Al-Manan Riau

Selain Pekanbaru dan Duri, Dumai merupakan salah satu Kota Minyak terbesar di Provinsi Riau, sehingga meski hanya terdiri atas tujuh kecamatan dengan luas wilayah 1.772,38 km2, Kota Administratif yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Bengkalis ini perkembangannya sangat pesat, utamanya pada sektor industri.

Sumber: Instagram @sepdum

Pesatnya perkembangan sektor industri yang turut mendongkrak sektor ekonomi, tidak membuat masyarakat Dumai terlepas dari akar-akar religius. Hal tersebut salah satunya ditunjukkan dari keberadaan sebuah tempat beribadah bagi umat Islam yaitu Masjid Al-Manan yang berdiri megah dan menjadi ikon religi Kota Dumai.

Sumber: Instagram @salsabilla6364

Selain besar dan megah, Masjid Al-Manan juga memiliki desain arsitektur yang indah dan menarik, sehingga masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah serta dijadikan sebagai pusat kegiatan keagamaan bagi umat muslim, tapi juga ramai dikunjungi oleh wisatawan yang ingin melihat keindahan dari desain arsitektur bangunan masjid ini serta memanfaatkan beberapa spot untuk berfoto.

Terletak di Jalan Soekarno – Hatta, Masjid Al-Manan sudah berdiri sejak tahun 1987. Selanjutnya, masjid ini dibangun kembali oleh Pemerintah Kota Dumai pada tahun 2000 dan diresmikan pada tahun 2002. Nama Al-Manan diambil dari salah satu diantara 99 nama-nama  Allah yang memiliki arti Maha Pemberi Karunia.

Sumber: Instagram @elpeace26

Keindahan dari masjid ini sudah terlihat dari desain eksteriornya yang menonjolkan dua kubah bertingkat yang terdiri atas kubah utama yang memayungi bagian atap serta kubah kecil yang berada di bagian teras pintu masuk. Perpaduan antara kubah besar dan kubah kecil tersebut, banyak disebut mirip dengan bentuk masjid yang ada di Kelantan, Malaysia.

Selain kedua kubah tersebut, masih ada lagi dua kubah lainnya yang berdiri memayungi bagian kanan dan kiri bangunan sayap masjid serta empat menara yang menjulang tinggi, sehingga menambah keindahan dan kemegahan masjid.

Sumber: Instagram @Foto profil sepdum sepdum

Kesan sejuk dan damai dipancarkan oleh bangunan masjid ini melalui dominasi warna biru muda pada keseluruhan badan bangunan serta perpaduan warna biru, hijau dan warna emas pada bagian kubah dan menara. Sementara taman kecil yang menghiasi bagian depan, belakang dan samping masjid, selain mempercantik juga membuat asri suasana di sekelilingnya.

Menginjak bagian dalam Masjid Al-Manan, kesan bersahaja mewarnai bagian dinding yang terlihat polos dengan hanya sedikit detail ornamen. Dinding yang disapu warna hijau muda tersebut berhias pintu dan jendela bukaan yang memberi kesan minimalis.

Kesan minimalis juga dapat dijumpai pada bagian utama ruang masjid, dengan mimbar yang berbahan kayu berukir indah dan mighrab yang berhias lukisan kaligrafi. Keindahan dari lukisan kaligrafi tersebut tidak perlu disasngsikan, karena yang membuatnya adalah seniman kaligrafi yang mengerjakan Masjid Agung ‘An-Nur” yang ada di Pekanbaru, Riau.

Sumber: Instagram @ir_man_syah

Meski tampilan bagian dalam terkesan minimalis namun pesona yang disuguhkan terasa nyaman saat dipandang. Terlebih saat lantainya digelari karpet berwarna merah, kesan kontras antara warna dinding dengan warna kapet membuat mereka yang berada di dalam masjid serasa enggan untuk keluar.

Karena merupakan masjid terbesar dan termegah di Kota Dumai, Masjid Al-Manan selain digunakan sebagai sarana beribadah juga seringkali dimanfaatkan sebagai tempat untuk menggelar acara-acara besar yang bernafaskan keagamaan.

Salah satu acara besar yang belum lama ini digelar di Masjid Al-Manan adalah Launching Program “Maghrib Mengaji” yang dilaksanakan pada 06 Pebruari 2019 yang lalu. Pada acara tersebut, selain tokoh-tokoh masyarakat, hadir pula Wakil Walikota Dumai, Kepala Kantor Kemenag Dumai, Kepala OPD dan sejumlah pejabat dari beberapa instansi terkait.

Melalui program “Maghrib Mengaji” tersebut, Walikota Dumai dalam sambutan tertulisnya menyampaikan harapannya, agar seluruh lembaga TPQ di Dumai yang jumlahnya lebih dari 150 lembaga dapat ikut serta menyukseskan gerakan tersebut dengan menggerakkan para santrinya untuk mengaji bersama saat maghrib.

Sumber: Instagram @syahrul_zoro

Upaya untuk menciptakan masyarakat Dumai yang religius sebelumnya juga telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Dumai lewat program “Subuh Barokah” yang sudah berjalan sekitar satu tahun.

Dengan terciptanya masyarakat Dumai yang religius, maka keberadaan Masjid Al-Manan tidak hanya sebagai simbol maupun ikon yang mempercantik Kota Dumai, tapi juga menjadi wadah dari aktifitas religius masyarakat Dumai.

Comments

Loading...