in

Masjid Quba, Saksi Perjalanan Islam di Pulau Buton

Sumber Gambar: Google Maps @Iwan Rahady

Salah satu sejarah yang tidak akan terlupakan mengenai jejak Islam di Tanah Buton adalah kehadiran dari Masjid Quba. Sampai saat ini masih berdiri tegak. Dimana, dulunya menjadi tempat peribadatan khusus Sultan dan keluarganya.

Sebagai salah satu Masjid tertua di Indonesia sepertinya, kamu harus datang dan merasakan sendiri bagaimana kemegahannya. Jika ditaksir sampai saat ini usianya kurang lebih 195 tahun. Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Buton ke 29.

Menurut cerita rakyat yang berkembang. Sebelum dibangun, keraton terjadi kebakaran besar. Kemudian, seluruh keluarga Sultan mengungsi sekaligus membuka Kampung Baru dan didirikanlah Masjid ini.

Menariknya, tempat ibadah ini berbeda dengan yang ada di Jawa. Dimana, ciri khasnya selalu ada bedug sebagai pertanda sebelum datangnya adzan. Karena, meniru seluruh konsep di Madinah maka, bedug tersebut dihilangkan.

Selain itu untuk adzan juga harus naik tangga terlebih dulu ka atas. Dengan begini, hampir seluruh wilayah bisa mendengar seruan tersebut. Hanya saja saat ini sudah diubah karena teknologi pengeras suara dijalankan.

Arsitektur Masjid Quba yang Menawan

Sumber Gambar: Google Maps @Meliodas

Keindahan tempat ini bisa dilihat dari arsitekturnya yang menawan. Bangunan ini memiliki luas kurang lebih 14 x 15 meter persegi. Didominasi warna putih dan saat dari kejauhan mirip sekali dengan sebuah rumah.

Hal tersebut bisa terjadi karena, bangunan ini tidak memiliki atap seperti masjid pada biasanya yang melengkung. Tetapi seperti atap biasa saja sehingga mirip dengan bangunan rumah. Untuk pintu dan jendela mempunyai 12 buah.

Sumber Gambar: Google Maps @Iwan Rahady

Sebagai penopangnya, ada empat kayu didalamnya. Dari seluruh struktur ini tidak heran bukan kalau tempat ibadah ini tidak seperti bentuk masjid pada umumnya. Disekeliling makam wisatawan bisa melihat sekaligus berziarah ke makam Sultan Buton.

Bukan hanya Sultan saja, seluruh keluarga keturunannya juga dimakamkan disana. Menariknya lagi untuk perangkat Masjid yang terdiri 7 orang juga berasal dari keturunan Sultan, jadi tidak akan pernah putus.

Dalam sejarahnya, pendirian Masjid Quba ini memang diperuntukan bagi mereka ingin beriktikaf atau menyendiri dan berpasrah kepada Allah. Khususnya di Bulan Ramadhan bisa dilihat cukup banyak jamaah akan melakukan iktikaf.

Berbagai Kegiatan di Masjid Quba

Tempat ibadah ini masih berdiri kokoh dan jadi salah satu wisata Religi di Buton. Jika, ingin berkunjung disarankan datang pada saat bulan Ramadhan saja. Karena, ada banyak kegiatan disana. Ada peringatan Malam Lailatul Qadar, dimana dilakukan secara meriah. Seluruh jamaah akan datang dengan membawa berbagai jamuan nikmat. Hampir seluruh makanan khas Buton tersedia disini.

Sumber Gambar: Google Maps @Iwan Rahady

Kamu bisa juga mencicipinya dan merasakan bagaimana ramainya peringatan malam lailatul qadar. Selain itu, banyak orang lebih lama tinggal di dalam Masjid untuk membaca Al-Quran atau berdzikir. Suasana buka bersama juga sangat megah dan meriah. Beberapa orang memasak bersama lalu disajikan saat tiba bedug. Suasana kehangatan ini sangat terasa sekali. Cobalah datang dijamin sulit meninggalkan mereka.

Menuju Masjid Quba

Menuju ke tempat ibadah ini memang tidak mudah. Karena, Kamu menempuh perjalanan panjang dan cukup lama. Bila dari Pulau Jawa bisa menggunakan kapal yang diberangkatkan dari Surabaya.

Waktu tempuhnya kurang lebih 65 jam. Tergantung dari kondisi laut seperti apa. Bila sedang buruk maka perjalanan akan ditunda atau melebih waktu tersebut. Jadi perhatikan benar sebelum menuju ke tempat ini. Pastikan semua informasi mengenai penyeberangan didapatkan dengan jelas.

Masjid Quba menjadi saksi sejarah panjang agama Islam di Tanah Buton. Dimana, saat ini kondisinya sudah direnovasi sedemikan rupa dan tidak lagi berbentuk Rumah. Daya tampungmya meningkat menjadi 100 jamaah. Jadi, kapan kamu mau berkunjung ke tempat ini?