in

Menengok Peninggalan Sejarah di Situs Candi Agung Amuntai

Sumber Gambar: Google Maps @Hari Setiyono

Indonesia selain dikenal dengan negara sejuta wisata baik wisata alam dan bahari ternyata juga menyimpan banyak sekali destinasi wisata budaya serta sejarah. Peninggalan benda – benda dari jaman purbakala hingga masa penjajahan ternyata masih banyak tersimpan di negara kita. Hal ini pastinya akan semakin membuat wisatawan berbondong – bondong mengunjungi tempat tersebut.

Wisata sejarah memiliki banyak nilai historis di dalamnya yang akan membuat setiap orang yang berkunjung merasakan sensasi kembali ke masa lampau untuk mengenang sekaligus mengulik kembali kisah perjuangan pahlawan di era penjajahan. Selain untuk mengenang, berkunjung ke wisata sejarah juga dapat meningkatkan rasa nasionalisme di dalam diri kita sehingga kita dapat menghargai perjuangan para pendahulu.

Kali ini wisato.id akan membawa kalian untuk berkunjung ke sebuah situs peninggalan sejarah di masa lampau yang bertempat di Kalimantan Selatan.

Candi Agung

Sumber Gambar: Google Maps @Maulida Husna Ghani

Situs candi ini bernama Candi Agung yang terletak di Kalimantan Selatan tepatnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki luas wilayah sekitar 915 km2. Menurut sejarah, kabupaten ini dikenal sebagai pusat kerajaan Negara Dipa dan dahulu kabupaten ini bernama kabupaten Amuntai (1 Mei 1952) lalu berganti nama menjadi Hulu Sungai Utara sejak 14 Januari 1953 hingga saat ini. Kabupaten Hulu Sungai Utara ini memiliki jarak sekitara 168 km dari ibukota Kalimantan Selatan yaitu Banjarmasin.

Situs Candi Agung ini merupakan situs candi hindu yang merupakan peninggalan dari kerajaan Negara Dipa dan diperkirakan dibangun abad XIV Masehi oleh Mpu Jatmika sehingga diperkirakan bahwa umur candi ini sudah sekitar 742 tahun. Namun, walaupun candi ini sudah berumur sangat tua bangunannya masih sangat kokoh karena di dominasi oleh batu dan kayu. Kondisi di dalam situs ini masih sangat terjaga dan suasana nya sejuk karena banyak pepohonan rindang.

Di dalam situs ini pengunjung dapat berkunjung ke Museum Candi Agung untuk menambah wawasan karena di dalam museum ini terdapat beberapa benda peninggalan kerajaan selain itu juga ada tembikar dengan huruf cina yang ditemukan oleh arkeolog.

Sumber Gambar: Google Maps @Abdul Malik

Selain museum, ada juga telaga yang dinamakan Telaga Darah. Telaga ini dinamakan dengan Telaga Darah karena pada zaman dahulu tepat di lokasi ini dijadikan tempat pembunuhan. Sehingga kesan mistis masih menyelimuti lokasi ini hingga sekarang.

Sumber Gambar: Instagram @yulio_ongis_nade

Tak hanya telaga, di kawasan candi ini juga terdapat tempat Pemandian Putri Junjung Buih. Menurut legenda, Putri Junjung Buih adalah seorang putri yang berasal dari etnis pribumi Kalimantan dan merupakan istri dari Pangeran Suryanata.

Selanjutnya, pengunjung dapat langsung berkunjung ke tujuan utama di situs ini yakni Candi Agung. Di lokasi ini pengunjung hanya dapat melihat sisa – sisa candi seperti bongkahan batu saja. Tepat di lokasi ini biasanya ada pengunjung yang melakukan ritual tertentu misalnya mengitari situs candi sebanyak 5 sampai 7 kali dengan maksud meminta atau memiliki hajat tertentu. Hal ini kembali lagi ke kepercayaan masing – masing ya travellers!

Sumber Gambar: Instagram @yulio_ongis_nade

Tepat di depan wilayah situs candi terdapat tempat Pertapaan Pangeran Suryanata. Pangeran Suryanata merupakan seorang putera Raja Majapahit yang bertahta di kerajaan Banjar. Tak jauh berbeda dengan situs Candi Agung, di lokasi Pertapaan Pangeran Suryanata ini juga sering dijadikan tempat untuk ritual.

Sumber Gambar: Google Maps @Sidartog Helm

Spot terakhir yang dapat pengunjung datangi yakni Sumur Tiang Sembilan. Masih sama dengan Pertapaan Pangeran Suryanata, Pemandian Putri Junjung Buih dan Situs Candi Agung yang dijadikan sebagai tempat ritual maka Sumur Tiang Sembilan ini juga digunakan untuk hal yang sama. Biasanya para pengunjung melakukan ritual Mandi Bedudus.

Ritual mandi bedudus merupakan ritual yang biasa digunakan untuk menyucikan diri seorang calon pengantin, sebagai pengobatan, dan juga saat seorang wanita telah memasuki umur kehamilan 7 bulan.

TIPS Menuju ke Situs Candi Agung

Jika pengunjung memilih untuk menggunakan jalur udara maka dapat mengarahkan tujuan dari bandar udara asal menuju ke Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin. Lokasi situs candi agak jauh dari bandara tersebut kira – kira membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam dengan perjalanan darat.

Untuk harga tiket masuk yakni sebesar Rp 3.000 – Rp 4.000. Situs Candi Agung buka mulai pukul 10 pagi hingga 5 sore. Pengelola situs juga terlihat sangat memperhatikan fasilitas terbukti dari tersedianya halaman parkir yang luas, kamar mandi umum, hingga warung makan.

Bagaimana travellers? Situs Candi Agung nampaknya sangat menarik untuk dikunjungi ya!

Selamat Berlibur!