Mengunjungi Desa Boentuka, Desa Sejuk dan Asri di NTT

Jika cuap cuap soal Nusa Tenggara Timur, provinsi ini merupakan surganya keindahan Indonesia. Yup, Keindahan potensi pariwisatanya begitu memukau. Tidak hanya tersohor akan habitat komodonya saja yang masih sangat asri dan alami, di NTT masih banyak tempat lainnya yang memiliki karakteristik demikian, loh. Salah satunya di Desa Boentuka.

Desa boentuka merupakan desa yang ada di Kecamatan Batuputih, tepatnya Kabupaten Timur Tengah Selatan. Jarak menuju desa ini terbilang cukup bagus karena sudah beraspal. Jarak tempuhnya sekitar 30 km dari pusat kabupaten.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan mengajak anda untuk menengok desa tersebut. Penasaran kan apa saja yang unik dari desa ini? Berikut ulasan selengkapnya.

Sejuk dan Asri

Ya, seperti yang sudah disinggung di atas Desa Boentuka adalah sebuah pedesaan yang masih sangat sejuk dan asri. Jika anda mengunjungi desa ini akan disajikan keindahan alam yang begitu mempesona. Hamparan tanaman hijau yang mendominasi pedesaan ini begitu memajakan mata, dan akan semakin membuat suasana liburan terasa menyenangkan dan nyaman.

Sumber Gambar: Instagram @imaklg

Udara di pedesaan Boentuka pun juga masih sangat sejuk dan terbebas dari polusi. Suara kebisingan bahkan begitu minim, sehingga bagi anda yang memang ingin melepas penat dan stress, jalan jalan ke Desa Boentuka adalah alternatif yang tepat.

Kerajinan Tangannya dipasarkan Secara Internasional

Sumber Gambar: Printerest

Masyarakat Desa Boentuka juga begitu kreatif, loh, sahabat wisato.id. Kerajinan lokal mereka sangat beraneka ragam dan yang paling membanggakan adalah ada yang lolos dan sampai bisa dipasarkan ke luar negeri! Salah satunya yaitu anyaman Taka.

Wah, apa itu nyaman Taka? Taka merupakan sebutan masyarakat disana berupa wadah atau tempat untuk menyimpan beras dan biasanya dibawa saat acara kumpul keluarga atau diselenggarakannya sebuah pesta. Sampai sekarang wadah ini masih terus dipergunakan.

Produk ini kebanyakan adalah buah karya dari Ibu-Ibu PKK yang ada di desa tersebut. Produk ini pun kini sudah dipasarkan ke Jerman dan Amerika. Harga yang dibanderol adalah 100 ribu rupiah saja. Dari hasil tersebut sudah bisa menghidupkan serta memberdayakan para kelompok pengrajin yang membuatnya.

Anyaman ini terbuat dari daun pohon lontor. Motifnya sangat menarik, sehingga sangat cocok dijadikan sebagai oleh-oleh. Selain Taka, kerajinan tangan lainnya yang ditekuni oleh masyarakat disana adalah tenun ikat. Anda akan dengan mudah menemukan banyaknya masyarakat yang menjual berbagai motif cantik dari tenun ikat jika mengunjungi desa ini. Sama seperti Taka, tenun ikat pun berhasil tembus sampai ke luar negeri, yakni tepatnya ke Italia dan Roma. Wah, keren, ya?

Eits, bagaimana dengan penjualannya disana?

Terbilang cukup bagus, karena motif yang menarik dan unik serta kualitas yang jempolan dan tentu saja kerajinan tangannya jarang ada yang membuatnya disana, masyarakat luar negeri pun banyak yang membelinya

Sering diadakan Event

Sumber Gambar: Printerest

Di Desa Boentuka juga sering diadakan banyak event. Ada event baru, juga ada event rutinan. Salah satu event yang cukup edukatif di desa ini adalah Festival Pancasila. Dimana tujuan dari festival ini untuk membangkitkan kembali atau lebih menggairahkan  lagi semangat generasi muda Indonesia terkait berbagai isu yang bisa menyebabkan perpecahan Bangka. Selain itu untuk meningkatkan pula terkait pemahaman bersama akan wawasan kebangsaan yang mengindikasikan nilai-nilai pancasila.

Event hiburan juga sering, seperti diselenggarakannya festival adat yang ada disana. Apabila anda ingin datang ke desa ini saat moment tersebut, sebaiknya rajin-rajinlah untuk kepo dengan stalking di akun-akun social media yang berhubungan dengan Desa Boentuka, ya. Hihi.

Mata Pencaharian

Mata pencaharian penduduk di Desa Boentuka adalah sebagai petani. Sisa lainnya sebagai peternak. Ternak yang paling dominan adalah kambing, sapi, dan babi.

Oh, ya, cara masyarakat Boentuka dalam bercocok tanam dapat dibilang tidak konsisten sebab mereka selalu berpindah tempat setiap satu atau dua tahun. Dalam IPA  anda pasti mengenal istilah ini dengan sebutan lahan berpindah. Ya, mereka berpindah pada lahan petani atau lahan negara yang masih kosong. Alasan masyarakat disana melakukan hal tersebut yakni karena merupakan cara bertani yang paling murah sebab tidak diperlukan pupuk untuk bercocok tanam.

Tanaman pokok yang paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat desa ini adalah  jagung, jadi jangan heran jika anda mampir ke desa ini para pedagang kuliner jagung sangat banyak. Jagung disana pun memiliki rasa khas tersendiri. Jika tidak percaya, anda bisa mencobanya. Ya hitung-hitung lebih mengakrabkan diri juga dengan masyarakat disana. Seru bukan sambil makan jagung, anda bisa mengobrol untuk mencari tahu lebih banyak apa saja yang menarik terkait desa ini.

Nah, itulah ulasan singkat terkait Desa Boentuka. Menarik, bukan? Jika memiliki waktu liburan yang cukup lama dan ingin lebih banyak tahu terkait uniknya setiap desa di daerah Kabupaten Timur Tengah Selatan, jangan lupa untuk memasukkan desa ini dalam kunjungan anda ya.

Salam.

close

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.