Museum MACAN Jadi Museum Paling Instagramable se-Indonesia!

Dengan adanya social media, belakangan ini museum menjadi salah satu tempat yang paling banyak dituju untuk mengambil foto yang instagramable. Banyak masyarakat yang berbondong – bondong mencari museum yang paling tepat untuk dapat mengambil foto yang bagus. Apabila Anda salah satunya, Museum Macan adalah salah satu museum yang wajib dikunjungi. Memangnya ada apa di Museum Macan? Simak penjelasannya di artikel ini ya!

Sekilas Mengenai Museum Macan

Museum MACAN_2
Museum MACAN. (Sumber: Detik Travel)

Walaupun bernama macan, bukan berarti museum ini merupakan museum dengan berbagai jenis hewan macan didalamnya ya! MACAN sendiri merupakan singkatan dari The Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara  atau berarti Museum Seni Modern dan Kontemporer di Nusantara.

Letak dari Museum MACAN ini juga sangat strategis, yakni terletak di Kebon Jeruk, Jakarta, tepatnya di Wisma AKR, Jalan Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Untuk dapat menuju ke Museum MACAN pengunjung bisa membawa kendaraan pribadi, namun bisa juga dituju dengan kendaraan umum, seperti TransJakarta kemudian turun di halte Kebon Jeruk.

Dibuka pada tahun 2017, Museum MACAN merupakan museum pertama di Indonesia yang memiliki koleksi seni modern dan kontemporer Indonesia dan internasional.

Dengan luas lantai 7.107 meter persegi dengan area tampilan sekitar 4.000 meter persegi, museum MACAN termasuk dalam daftar 100 Tempat Terbaik Dunia 2018 yang dirilis oleh majalah Time.

Untuk mendukung koleksi seni modern dan kontemporer, bangunan dari museum pun dirancang khusus untuk dapat enampilkan karya seniman Indonesia dan dunia.

Suhu ruangan Museum MACAN pun selalu terkontrol dengan interior kontemporer yang mengedepankan keindahan sebuah karya seni. Museum MACAN juga merupakan institusi pertama yang berfokus kepada edukasi.

Museum MACAN menampilkan sekitar 90 karya seni dari 800 karya seni Indonesia dan kontemporer modern dari seluruh dunia. Untuk lukisan, di museum MACAN terdapat koleksi lukisan dari Great Criticism karya Wang Guangyi, Baguio Market karya Fernando C.

Amasolo, Peta Bali dengan Mata Angin karya Miguel Covarrubias, Wipe Out #1 karya FX Harsono, China China karya Zhu Wei, Lanskap Hindia dan Kantor Pos Jawa karya Raden Saleh, Swallow’s Nest karya Yayoi Kusama, Thought and Method karya Xu Bing.=

Selain lukisan, ada juga seni pertunjukan dan instalasi gaya kontemporer seperti Art Turns, World Turns, Exploring the Collection of the Museum Macan, Seven Stories, One Million Years, The Past Has Not Passed, Life Heart Rainbow, dan Dunia Dalam Berita.

Dibalik Pintu Museum MACAN

Museum MACAN_3
Musem MACAN. (Sumber: Native Indonesia)

Begitu memasuki pintu masuk museum MACAN, terdapat Infinity Mirrored Room karya Yayoi Kusama yang paling populer di media sosial. Infinity Mirrored Room merupakan karya seni dalam ruang kubus berlapis cermin, dengan cahaya LED warna-warni di ruangannya dilapisi cermin memberikan ilusi ruangan tak berujung.

Sebagai museum seni modern, terdapat beberapa karya yang berbeda dengan museum biasanya dalam lantai nuansa cokelat dan dinding putih yang membuat museum ini Instagramable.

Setelah berjalan di Museum MACAN, pengunjung dapat mendatangi sebuah kafe sederhana di area luar dekat pintu masuk untuk menyesap kopi. Dinding kafe yang full kaca dan menghadap ke jalan tol Jakarta – Tangerang membuatnya semakin estetik.

Bagi pengunjung yang ingin datang kesini, Museum MACAN buka sejak pukul 10 pagi dan tutup pada pukul 7 malam setiap hari, kecuali hari Senin.

Pengunjung dapat memesan tiket terlebih dahulu melalui situs Museum MACAN untuk menghindari dua kali antre, dengan harga tiket 50 ribu rupiah per orang. Untuk pengunjung yang membeli di tempat, pembayaran bisa tunai maupun debit.

Jika mengunjungi Museum MACAM, pengunjung tidak diperbolehkan untuk membawa masuk makanan dan minuman dari luar. Tapi apabila sudah terlanjur, makanan atau minuman tersebut bisa dititipkan dan diambil lagi setelah seharian berkeliling di museum MACAN.

Selain itu, walaupun pengunjung dapat mengambil foto sepuasnya untuk social media masing – masing, namun pengunjung hanya boleh menggunakan kamera hp saja, karena di museum MACAN tidak diperkenakan untuk menggunakan kamera digital seperti DSLR, mirrorless atau kamera saku digital, kamera analog seperti SLR, kamera 35mm, dan kamera instan maupun peralatan professional lainnya seperti tripod, tongkat selfie, dan sebagainya. Jadi pastikan hanya mengambil foto menggunakan kamera ponsel ya!

close

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.