in

Palak Kaba, Wisata Horor yang Sering Menjadi Tujuan Wisata

Wisata tidak hanya soal keindahan alam saja. Seperti halnya, menu makanan ekstrim yang masih nikmat untuk disantap. Begitu pula dengan wisata horor yang tampak menyenangkan. Walaupun, ada ketakutan di dalam hati. Namun, itulah bagian dari keseruan wisata ini. 

Di Sekadau ada sebuah rumah bernama Palak Kaba. Dimana, kamu akan disuguhkan dengan banyak tengkorak yang siap menakutimu, bagi kamu yang merasa takut. Tetapi bagi kamu yang berani, tempat ini adalah bungkusan sejarah yang siap untuk di santap.

Mengenal Palak Kaba

Disini, kamu bisa lihat kurang lebih 14 tengkorak yang merupakan peninggalan kebudayaan Ngayu, yang sudah ada sejak zaman nenek moyang masyarakat Dayak. Tidak semua orang boleh masuk ke dalam lho. Kamu harus melalui ritual terlebih dahulu. Istilahnya adalah meminta izin kepada leluhur untuk masuk.

Bila niat kamu memang baik, biasanya tidak perlu waktu yang lama. Hanya saja, kalau kamu diselimuti niat yang jahat. Bisa jadi, ritual sedikit lama atau bahkan langsung ditolak.

Di tempat ini, kamu akan melihat pepohonan yang menjulang tinggi. Ada Pohon Bambu dan juga Pohon Durian yang mengesankan. Kalau bisa diukur, tempat ini mempunyai ukuran 8×14 meter dengan kondisi yang terbuka. Sementara, di bagian dalamnya kamu bisa melihat ruangan dengan ukuran 2×3 meter.

Dari ruangan inilah kamu bisa melihat bagaimana banyak tengkorak itu digantung. Sebelum dipindah di rumah ini, tengkorak ini ditempatkan di atas parak. Sampai saat ini, kita masih belum tahu berapa usia tengkorak yang ada disini. Semuanya masih menjadi misteri.

Ritual memberi izin

Sumber Gambar:.pontianak.tribunenews.com

Ritual yang dilakukan pun sedikit rumit, karena kamu harus menyiapkan satu ekor ayam, telur, nipah, beras, rokok, daun sirih, nasi dan juga besi. Ritual ini bukan hanya bagi kamu yang ingin melihatnya atau bermaksud menyampaikan hajat.

Kamu yang ingin foto-foto juga wajib menyampaikan ritual yang sama. Menurut juru kunci Palak Kaba, dahulu pernah ada seorang yang mengambil foto tanpa izin atau ritual. Hasilnya, semua fotonya tidak ada atau hanya blok hitam. Diulangi lagi dan hasilnya pun tetap sama.

Cara Menuju ke Palak Kaba

Palak Kaba Terletak di Desa Landau Kodah, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Menuju ke objek wisata ini kamu bisa memulai dari Bandara Supadio Pontianak. Banyak maskapai yang sudah menyediakan penerbangan menuju ke tempat ini dengan harga 500 ribuan. Menempuh waktu kurang lebih 3 jam lamanya.

Setelah sampai disini, kamu bisa memilih dua alternatif. Menggunakan kendaraan pribadi dengan waktu kurang lebih 6 jam 25 menit. Dengan jarak tempuhnya mencapai 255 kilometer. Melalui Jl. Ahmad Yani, dengan kondisi jalanan yang sudah cukup bagus.

Alternatif kedua adalah kembali menggunakan pesawat menuju ke Bandara Sekadau yaitu Tebelian Airport. Dari Pontianak menuju ke bandara ini hanya membutuhkan waktu 1 jam 10 menit saja. Harga yang harus kamu bayar akan bertambah 300 ribu hingga 400 ribuan.

Dari bandara ini kamu akan menempuh waktu 3 jam 10 menit menempuh waktu 113 kilometer. jadi, mana yang akan kamu pilih?

Kegunaan Palak Kaba

Sumber Gambar: pontianak.tribunenews.com

Sampai saat ini, masyarakat masih percaya dengan kekuatan roh nenek moyang mereka. Tidak heran bila Palak Kaba digunakan sebagai salah satu molang hajat. Atau tempat untuk memohon sesuatu. Biasanya soal hajat atau juga kesembuhan dari berbagai macam penyakit.

Biasanya mereka disuruh untuk menginap satu hari satu malam dan menyampaikan apa yang akan menjadi hajat mereka. Banyak yang mempercayai karena, banyak pula yang berhasil dan hajatnya terkabul.

Sayangnya, Palak Kaba sendiri kondisinya memang memprihatinkan. Dahulu pernah dicuri oleh dua orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk saja, berhasil ditangkap. Semoga kedepan Palak Kaba bisa lebih diperhatikan lagi dan dijadikan sebagai sebuah budaya yang tidak akan hilang atau lekang oleh waktu.

Kesimpulan

Palak Kaba adalah sebuah tradisi yang ada di Sekadau. Cobalah datang bukan untuk mengimani atau mempercayai. Melainkan, untuk melestarikan kebudayaan turun-temurun agar tidak hilang. Rasakan aroma mistis yang akan langsung hadir ketika kamu menginjakkan kaki disini.