OUR NETWORK

10 Oleh-oleh Khas Barito Selatan

Kabupaten yang beribukota di Buntok ini tidak hanya memiliki sejumlah objek wisata yang memukau, tapi juga mempunyai sejumlah produk unggulan yang khas dan sulit dijumpai di tempat lain. Berikut sepuluh oleh-oleh khas Barito Selatan yang wajib dibeli jika Anda berkesempatan menginjakkan kaki di kabupaten yang memiliki motto “Dahani dahanai tuntung tulus” ini.

Keripik Lambiding

Sumber: rkb.id

Keripik Lambiding juga dikenal dengan nama keripik kelakai karena bahan dasarnya terbuat dari tanaman kelakai yang berkhasiat meredahkan diare dan menambah darah. Keripik yang merupakan camilan khas Suku Dayak ini dibuat dengan memadukan daun kelakai, tepuk beras, tepung tapioka dan telur. Sedang bumbunya terdiri atas bawang putih, ketumbar, kemiri dan garam.

Dahulu keripik Lambiding dibuat oleh masyarakat suku Dayak untuk dijadikan sebagai lauk. Saat ini keripik lambiding dikemas dalam kemasan yang praktis dan mewah serta dijual di toko-toko dan super market-super market. Bahkan sejumlah online shop juga menawarkan camilan khas Suku Dayak ini.

Wadi

Sumber: borneonews.co.id

Makanan khas Suku Dayak yang satu ini bahan dasarnya bisa menggunakan daging babi hutan atau celeng serta ikan yang memiliki daging dan lemak seperti ikan jelawat dan ikan patin. Cara membuatnya adalah dengan melakukan fermentasi terhadap daging atau ikan dengan menggunakan samu atau beras ketan yang disangrai dan ditumbuk kasar serta dicampur dengan garam.

Prosesnya, daging/ikan terlebih dahulu dibersihkan dengan air dan ditiriskan hingga kering. Bubuhi daging/ikan dengan garam dan diamkan selama 1 X 24 jam. Selanjutnya cuci bersih dan campur dengan samu. Setelah tercampur rata dengan samu, masukkan daging/ikan ke dalam wadah yang tertutup rapat dan diberi alas daun nangka agar tidak busuk selama proses fermentasi.

Setelah dilakukan proses fermentasi selama 3 – 5 hari untuk ikan dan 1 minggu untuk daging babi, wadi siap untuk diolah, baik dengan cara digoreng atau dimasak dengan bumbu kuning.

Ikan Lais Asin dan Asap

Sumber: Instagram @sambal.nonafanny

Ikan yang kaya protein ini memiliki bentuk yang pipih, panjang dan tidak bersisik. Ukurannya bervariasi, mulai dari yang sebesar jari kelingking sampai dengan yang sebesar lengan. Menariknya, mulai mdari yang kecil hingga yang besar, semuanya enak untuk diolah dan dijadikan lauk.

Di Barito Selatan, ikan Lais dapat ditemui dalam berbagai jenis olahan, mulai dari yang diolah langsung dan dijadikan masakan sampai dengan yang diawetkan. Bagi Anda yang ingin membawa pulang Ikan Lais dapat membelinya mdalam bentuk ikan lais kecil yang telah digoreng tipis menyerupai kerupuk atau dalam bentuk Ikan lais Asin dan Ikan lais Asap.

Stik Ikan Benangin

Sumber: srudiannoor.blogspot.com

Selain Ikan Lais, jenis ikan yang tidak mengenal musim dan memiliki harga jual yang murah adalah Ikan Benangin. Itu sebabnya di Barito Selatan utamanya di Kota Buntok, produk olahan yang terbuat dari Ikan Benangin banyak dijumpai.

Ikan Benangin yang bentuknya mirip dengan Ikan Seluang namun ukurannya lebih besar dengan daging yang lebih lembut ini selain diolah dalam bentuk masakan juga diolah dalam bentuk yang telah diawetkan, seperti dijadikan keripik Benangin, Benangin Crispy, Benangin Tepung dan satu lagi camilan dari Ikan Benangin yang cukup populer adalah Stik Ikan Benangin.

Mandau

Sumber: bukalapak.com

Mengingat penduduk Barito Selatan sebagian besar adalah Suku Dayak, menjadi kurang lengkap rasanya jika berkunjung ke Barito Selatan tanpa membawa pulang benda-benda yang menjadi ciri khas Suku Dayak, salah satu diantaranya adalah senjata khas Dayak yang disebut Mandau.

Senjata tajam yang menyerupai parang ini memiliki berbagai bentuk dan ukuran, namun rata-rata berukuran sekitar 50 – 60 cm, berbahan besi atau stainless. Sarung Mandau atau kumpang diukir sedemikian rupa sehingga terlihat indah dan menarik untuk dijadikan hiasan dinding.

Tas Manik-Manik Motif Dayak

Sumber: tribunnews.com

Sudah sejak lama tas manik-manik bermotif khas Dayak ini menjadi oleh-olah khas Barito Selatan, bahkan dijadikan oleh-olah khas kabupaten lainnya yang penduduknya mayoritas Suku Dayak. Tidak heran jika handycraft ini dapat dengan mudah ditemui di toko-toko saouvenir yang ada di Kota Buntok.

Tas manik-manik motif Dayak ini memiliki beragam bentuk, ukuran dan beragam fungsi. Ada yang berbentuk dompet, sarung HP, tas tangan, tas belanja, serta yang lain. Harganyapun juga bervariasi, mulai dari Rp.10.000 hingga ratusan ribu rupiah.

Sepatu Lukis Dayak

Sumber: tokopedia.com

Sama halnya dengan tas manik-manik motif Dayak, sepatu lukis dayak juga sudah sejak lama dijadikan souvenir kabupaten-kabupaten yang penduduknya mayoritas Suku Dayak termasuk Kabupaten Barito Selatan, karena itu cukup mudah untuk mendapatkan sepatu ini di toko-toko souvenir yang ada di Kota Buntok.

Sepatu lukis Dayak sebenarnya sama dengan sepatu pada umumnya, hanya saja pada bagian badan sepatu dihiasi dengan lukisan bermotif Dayak. Sepatu ini dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Peci Rotan

Sumber: lifestyle.okezone.com

Hutan di Barito Selatan yang kaya akan produk rotan, memberi inspirasi bagi penduduk setempat untuk membuat handycraft dalam bentuk peci yang terbuat dari rotan. Peci rotan ini tidak hanya nyaman dan terasa dingin saat digunakan, tapi juga dengan detail yang rumit dan bercitarasa seni sehingga terkesan modis saat digunakan.

Mengingat bahan baku yang digunakan adalah rotan yang terbaik dan pembuatannya dilakukan dengan tangan serta membutuhkan kreatifitas yang tinggi, maka harga jual dari peci rotan inipun lebih mahal dibanding peci buatan pabrik. Di toko-toko souvenir yang ada di Buntok, peci rotan dijual mulai dari harga Rp.50.000 hingga ratusan ribu rupiah.

Madu Hutan

Sumber: tokopedia.com

Memiliki kawasan hutan yang sangat luas, membuat produk-produk yang dihasilkan dari hutan menjadi salah satu komoditas Barito Selatan, salah satu diantaranya adalah madu yang dihasilkan oleh lebah-lebah yang ada di hutan.

Madu hutan yang dijual di Kota Buntok hampir bisa dipastikan keasliannya dan dengan harga jual yang relatif murah. Meski demikian, Anda harus berhati-hati dan harus teliti agar tidak tertipu oleh pedagang yang menjual madu aspal (asli tapi palsu). Madu hutan yang asli tidak dikerumuni semut, jika diletakkan di atas koran tidak mengembang, saat dikocok tidak mengeluarkan busa yang banyak dan batang korek api yang dicelupkan ke dalam madu masih tetap menyala saat dikorekkan.

Buah Karatongan

Sumber: travelingyuk.com

Sepintas lalu buah karatungen mirip dengan buah durian. Hanya saja ukuran buah ini lebih kecil, aromanya tidak menyengat, kulitnya selalu hijau, durinya besar-besar, bijinya lebih besar dibanding daging buahnya dan saat masak di pohon buah tersebut akan jatuh dan merekah dengan sendirinya.

Karena buah Karatongan merupakan jenis buah yang hanya tumbuh di Kalimantan, maka jangan lupa untuk membeli buah ini sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke Barito Selatan.

Comments

Loading...