OUR NETWORK

10 Oleh-oleh Khas Kutai Kartanegara

Sebagai kota tua, Kabupaten Kutai Kertanegara kaya akan wisata sejarah dan wisata budaya. Begitu juga dengan topologi wilayahnya yang bergelombang dan berbukit, membuat kabupaten yang beribukota di Tenggarong ini juga memiliki cukup banyak wisata alam termasuk di dalamnya 16 danau yang menyuguhkan panorama yang eksotis.

Menjelajahi objek wisata di Kutai Kertanegara rasanya masih belum lengkap jika tidak membawa pulang oleh-oleh dari kabupaten ini. Bagi Anda yang masih bingung atau masih buta tentang cinderamata dari kabupaten yang memiliki motto Bena Benua Etam ini, berikut 10 oleh-oleh khas Kutai Kertanegara.

Iwak Rabuk

Sumber: Instagram @hanhanny

Bentuknya yang menyerupai pupuk atau rabuk, membuat kuliner khas Kutai Kertanegara ini dinamai Ikan Rabuk. Kuliner ini sebenarnya merupakan abon ikan yang bahan dasarnya dari ikan haruan, yakni sejenis ikan gabus atau ikan kutuk yang hidup di air tawar. Abon ikan ini memiliki rasa gurih dan terasa lezat saat digunakan untuk lauk. Bahkan, Ikan Rabuk menjadi pelengkap wajib yang menemani masakan ‘Ketupat Kandangan’ yang juga menu khas Kutai Kertanegara.

Untuk membuat Iwak Rabuk, selain ikan haruan juga diperlukan beberapa bahan yang lain untuk bumbu, seperti santan, kemiri, bawang merah, bawang putih, daun serai, kunyit, laos, kencur, jahe, ketumbar, terasi dan garam. Bagi yang belum terbiasa membuatnya, mengolah ikan haruan menjadi iwak rabuk bisa dibilang tidak mudah. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena kuliner ini dapat dengan mudah ditemui di Tenggarong dan kota-kota kecil lainnya di Kutai Kertanegara dengan harga jual sekitar Rp.150.000/kg.

Amplang

Sumber: Instagram @amplang_cemilan_samarinda

Camilan sekaligus lauk ini sejenis kerupuk yang memiliki aroma dan cita rasa ikan yang khas dan menjadi oleh-oleh wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Kaltim termasuk ke Kutai Kertanegara.

Aroma dan cita rasa ikannya terasa kental karena Amplang dibuat dari daging ikan yang dihaluskan dan dicampur dengan tepung sagu. Tidak semua ikan dapat dipakai sebagai bahan Amplang dan hanya ikan-ikan tertentu seperti ikan gabus, tengiri dan belida. Jenis ikan terakhir inilah yang merupakan bahan Amplang terbaik karena tekstur dagingnya yang lembut serta rasanya yang enak dan gurih.

Saat ini Amplang tidak hanya dijual secara tradisional, melainkan sudah dikemas dalam wadah plastik dan aluminium foil serta dijual di supermarket-supermarket dan online shop. Rasanyapun juga semakin kaya dengan topping ayam bawang, baebecue, lada hitam serta rasa yang lain.

Gula Gait

Sumber: Instagram @ririswul

Sebelum beredar berbagai macam manisan atau permen dengan berbagai macam rasa seperti yang ada sekarang ini, dahulu nenek moyang kita yang ada di Kalimantan Timur utamanya di Kutai, telah mengenal permen yang mereka beri nama Gula Gait. Hingga kini permen tradisional tersebut masih dapat dijumpai di Kutai Kertanegara, meski pemasarannya relatif terbatas karena harus bersaing dengan permen jaman now.

Gula Gait bahan dasarnya dari gula aren dengan kualitas terbaik. Ukuran rata-rata, panjang 10 cm, lebar 5 cm dengan berat 15 gram/bungkus atau sekitar 50 bungkus untuk setiap kgnya. Saat ini Gula Gait sudah diproduksi dengan berbagai macam rasa, seperti rasa wijen, green tea, kacang serta yang lain. Namun yang masih menjadi favorit konsumen adalah Gula Gait dengan rasa original.

Jajak Cincin

Sumber: Instagram @decyarsyil

Jajak Cincin atau kue cincin merupakan salah satu kue khas Kutai Kertanegara yang banyak disukai masyarakat. Kue ini dibuat dari tepung beras, terigu, gula pasir, gula aren dan minyak goreng. Proses pembuatannya diawali dengan mencairkan gula aren pada wajan hingga mendidih dan memasukkan tepung beras sambil diaduk hingga merata.

Tahap berikutnya adalah memasukkan terigu yang fungsinya sebagai pengeras. Diamkan adonan selama 10 – 12 jam pada wadah tertutup. Selanjutnya, bentuk adonan secara manual lalu goreng dalam minyak panas hingga warnanya berubah merah kecoklat-coklatan.

Jajak Cincin biasanya dijual seharga Rp.1.250 perpotong. Menariknya, jajanan ini dapat bertahan selama 2 hari dan masih dapat dikonsumsi meskipun tidak disimpan dalam almari es.

Keminting

Sumber: Instagram @omahdjowo

Keminting juga merupakan salah satu kue khas yang dapat dengan mudah dijumpai di toko-toko dan supermarket-supermarket yang ada di Tenggarong. Kue ini terbuat dari tepung kanji, tepung terigu, sagu, gula pasir, gula merah dan santan kelapa.

Bentuk dari Keminting menyerupai kemiri yang kecil dan bulat dengan tekstur agak keras namun terasa renyah saat digigit. Rasa keminting yang manis terasa legit dan menggugah selera saat menempel di lidah.

Roti Pisang

Sumber: Instagram @ocha_chupid

Jajanan pasar khas Kutai Kertanegara ini bentuknya mirip dengan bingka, karena bahan dasarnya memang sama yaitu tepung terigu, telur, santan, gula dan garam. Perbedaannya, pada roti pisang ditambahkan irisan pisang untuk campuran adonannya. Tidak sembarang pisang dapat dipakai untuk membuat roti pisang, beberapa diantaranya adalah pisang talas dan pisang raja.

Perbedaan lainnya, jika bingka dibuat dengan cara dipanggang, maka roti pisang dibuat dengan memakai cetakan seperti halnya kue terang bulan. Ukuran ceetakan roti pisang pada umumnya berdiamter 10 cm dengan kedalaman 1 – 2 cm.

Nasi Bakepor

Sumber: Instagram @warongselera_acilinuns

Kuliner yang satu ini, dahulu konon hanya dihidangkan bagi keluarga kerajaan saja. Namun kini, Nasi Bakepor dapat dengan mudah dijumpai di banyak tempat di Kutai Kertanegara, dan dihidangkan dengan berbagai varian rasa serta harga yang bervariasi.

Bahan dasar dari kuliner ini berupa beras yang dicampur minyak sayur, rempah-rempah sebagai bumbu serta potongan ikan asin yang dimasak pada kuali besar. Nasi Bakepor biasanya dihidangkan dan disantap bersama daging masak bumi hangus, sayur gangan asam kukar dan sambal raja, yaitu sambal yang terdiri atas enam jenis sambal yang dijadikan satu.

Gence Haruan

Sumber: Instagram @rasasayange

Bahan dasar dari kuliner ini memanfaatkan ikan haruan (sejenis ikan gabus) yang melimpah di Kutai Kertanegara. Cara memasaknya cukup mudah, namun memiliki citarasa yang istimewa serta dengan bentuk sajian yang mengundang selera karena warna sambal yang merah yang menutupi ikan.

Untuk membuat Gence Haruan, ikan terlebih dahulu dibersihkan dan dilumuri garam sebelum dibakar. Selanjutnya, ikan haruan yang sudah masak disiram tum,isan bumbu rempah yang terdiri atas bawang putih, bawang merah, cabe merah, air asam, dan sejumlah bumbu rempah yang lain.

Miniatur Patung Lembuswana

Sumber: homeshop-samarinda

Lembuswana adalah binatang yang hanya ada dalam fiksi yang dijadikan sebagai lambang pada masa Kerajaan Kutai hingga Kesultanan Kutai Kertanegara. Saat inipun Lembuswana menjadi simbul dari Provinsi Kalimantan Timur.

Itu sebabnya, jika Anda berkunjung ke wilayah-wilayah yang ada di Kalimantan Timur utamanya di Kutai Kertanegara, jangan lupa untuk membawa pulang miniatur Patung Lembuswana yang hampir dipastikan selalu tersedia di toko-toko souvenir yang ada di Kota Tenggarong.

Ulap Doyo

Sumber: Instagram @kheymolekandella

Kain tenun Suku Dayak yang disebut Ulap Doyo ini terbuat dari serat daun Doyo yang tanamannya menyerupai pandan dengan serat yang kuat sehingga dapat ditenun untuk dijadikan kain. Tanaman Doyo banyak tumbuh di Tanjung Isuy. Itu sebabnya para pengrajin Ulap Doyo yang terkenal terampil adalah wanita-wanita dari Suku Dayak Benuaq yang bertempat tinggal di Tanjung Isuy.

Ulap Doyo dengan motif yang eksotis, kini tidak hanya dijual dalam bentuk kain, tapi sudah diolah menjadi berbagai jenis barang, seperti pakaian, hiasan dinding, kopiah, dompet serta yang lain.

Comments

Loading...