in

Sop Ikan Pedas Warung Mak Beng, Cita Rasa Yang Tak Pernah Berubah Sejak 1941

Sumber Gambar: Google Maps @Wishnu Soehardjo

Pulau Bali sebagai destinasi wisata paling favorit di Indonesia yang tak perlu diragukan. Tak hanya warga lokal saja, para wisatawan asing pun tertarik untuk menjelajahi pulau Bali. Selain datang untuk menikmati keindahan alam dan menikmati deburan ombak, aktivitas lain yang wajib saat menyambangi pantai Sanur, Bali adalah menikmati salah satu kuliner terbaiknya. Sanur menyimpan sajian legendaris bagi para pecinta kuliner dan wisatawan.

Bagi para pecinta kuliner di Bali atau yang sering liburan di Bali pastinya tak asing lagi mendengar nama Warung Mak Beng Sanur, Bali. Atau mungkin sebagian Sahabat Wisato sudah pernah mencoba kuliner yang satu ini. Kuliner ini cukup unik, tak seperti kuliner lainnya di Bali yang biasa menyediakan sate lilit, ayam betutu, sate plecing, atau juga lawar.

Warung Legendaris

Sumber Gambar : Google Maps @Diar Firman

Jika Indonesia merdeka di tahun 1945, maka Warung Mak Beng lebih dulu lahir empat tahun sebelumnya. Warung Mak Beng didirikan oleh Ni Ketut Tjuki sekitar tahun 1941. Kemudian usaha kuliner ini diberi nama Warung Mak Beng. Usianya yang terbilang sangat cukup tua membuat warung ini ‘dicap’ sebagai salah satu warung legendaris di Bali yang sekarang sudah dikelola oleh generasi ketiga.

Walaupun menu yang disajikan terbilang menu yang sederhana, namun Warung Mak Beng tak pernah sepi dari pengunjung. Bahkan, tempatnya jauh dari kesan mewah, sederhana saja. Salah satu rahasia warung ini tetap bertahan dan menjadi idola para pecinta kuliner yaitu karena rasa autentik yang tak pernah berubah sejak pertama kali berdiri hingga sekarang. Kunci utamanya terletak pada rasanya.

Hanya Ada Satu Paket Menu Saja

Sumber Gambar: Instagram @ecineats

Terlihat warung ini sepertinya menyediakan belasan menu ikan, ternyata Warung Mak Beng hanya menjual satu jenis paket menu saja. Paket menu ini hanya terdiri dari satu porsi nasi putih, sepiring ikan laut goreng ditambah dengan sambal terasi ala Mak Beng, dan semangkuk sup kepala ikan laut. Namun, belakang ini ada penambahan varian sup baru yang disediakan, yaitu sup sayur.

Yang menjadi Warung Mak Beng unik dari warung lainnya yaitu ikan laut yang disajikan bisa berbeda-beda setiap harinya. Itu dikarenakan semua tergantung dari hasil tangkapan para nelayan. Beberapa jenis ikan laut yang paling sering dihidangkan dan diolah di Warung Mak Beng antara lain ikan kakap, tenggiri, atau cakalang. Tekstur dagingnya keras membuatnya tidak mudah hancur namun tetap terasa lembut saat dimakan. Bumbu yang digunakan juga yang masih segar, sehingga dapat menghilangkan bau amis dari daging ikan.

Sumber Gambar: Google Maps @Ivan C

Hal unik lainnya yang bakal ditemui di Warung Mak Beng adalah terletak pada sup ikannya. Sup ikan Mak Beng semakin terasa nikmat karena ditambah dengan ketimun dan belimbing wuluh. Apalagi jika disantap dengan sambal dan jeruk nipis. Potongan ikan yang disugguhkan adalah bagian tengah badan ikan, sehingga Sahabat Wisato akan mendapatkan daging ikan yang banyak.

Walaupun ikan goreng Mak Beng memiliki tekstur kulit yang kering, namun dagingnya tetap lembut dan terasa basah. Ini dikarenakan cara menggorengnya benar dan ikan yang digunakan masih segar. Bisa Sahabat Wisato bayangkan sensasi rasa yang Bersatu padu dalam satu kunyahan. Tekstur luar ikan laut gorengnya yang crispy, tapi dagingnya begitu lembut dan gurih, ditambah dengan pedasnya sambal bertemu dengan asam segarnya kuah sup ikan. Dijamin langsung bikin lidah bergoyang karena kelezatannya. Juara banget!

Lokasi dan Harga Menu Mak Beng

Sumber Gambar : Google Maps @Gatot Budi Santoso

Untuk harga seporsi dibandrol 55ribu saja Sahabat Wisato sudah mendapatkan satu piring nasi, ikan laut goreng dan juga sup kepala ikan laut. Harga yang terhitung sangat murah untuk menikmati kelezatan yang luar biasa ini. Untuk minumannya sendiri banyak pilihannya mulai dari harga 6ribu hingga 34ribu, terdiri dari es the, es jeruk, teh botol, soft drink, air mineral, temulawak, kopi hingga beer.

Jam buka Warung Mak Beng dari pukul 08.00 – 21.00 Wita, jadi Sahabat Wisato bisa mencobanya disaat makan siang ataupun makan malam. Waktu yang paling ramai biasanya pada pukul 13.00 – 15.00, jadi kami menyarankan Sahabat Wisato bisa berkunjung di jam 10.00.

Warung Mak Beng berlokasi di Jalan Hang Tuah Nomor 45, Sanur, Bali. Tepatnya disebelah utara hotel Grand Ina Bali Beah. Jika Sahabat Wisato berangkat dari Bandara Ngurah Rai, menuju warung Mak Beng Bali, akan menempuh waktu perjalanan sekitar 30 menit, jika Sahabat Wisato melalui jalan tol. Jika tidak memalui jalan tol, diperkirakan memerlukan waktu perjalanan sekitaran 45 menit.

Itulah beberapa informasi mengenai Warung Mak Beng. Buat Sahabat Wisato pecinta kuliner, jangan lewatkan makanan legendaris yang satu ini. Selamat mencoba!