in

Danau Kapeta, Rumah Bagi Satwa Endemik Sulawesi Utara

Sumber Gambar Dari Instagram @ekelsamel

Diantara kalian ada yang sudah mengunjungi Danau Kapeta? Objek wisata yang terletak di Kampung Kapeta ini berada di kaki Gunung Kapeta. Mungkin, masih terdengar asing. Khususnya bagi kamu yang berasal dari luar pulau Sulawesi, Bahkan bagi wisatawan di luar Kabupaten Siau Tagulandang Biaro pun juga masih asing, kecuali bagi mereka yang suka mendaki.

Maklum saja, akses menuju Danau yang tidak terlalu luas ini memang sulit. Bahkan kamu harus memutar agar mendapatkan akses jalan yang bagus. Sedikit perjuangan memang. Tetapi, keindahan tempatnya tidak diragukan lagi. Suasana dan nuansanya pun bisa dikatakan juara. Cocok bagi kamu yang sedang galau dan membutuhkan tempat untuk menyendiri.

Tentang Danau Kapeta

SUmber: Instagram @stifphotography

Danau ini memang tidak besar seperti Ranu Kumbolo. Dasar airnya merupakan sebuah lumpur yang merupakan endapan dari tumbuhan sagu yang mengelilingi danau. Airnya juga berasal dari sumber mata air. Oleh karena itu tidak heran bila saat ini penduduk sekitar memanfaatkannya sebagai sebuah air minum.

Bagi kamu yang ingin berkeliling, disini sudah disediakan kapal yang terbuat dari bambu dan biasanya hanya bisa dinaiki maksimal 3 orang saja. Dilengkapi dengan dayung .

Cara Menuju Ke Lokasi

Sumber: sitaro.wordpress.com

Ada hal yang unik yang bisa kamu temukan disini. Dimana, tempat ini terletak di Kampung Kapeta. Hanya saja, bila kamu mencari jalan dari sini. Maka, hasilnya akan nihil. Sebenarnya, tidak terlalu nihil. Hanya saja, kamu harus melalui jalan tikus berupa perkebunan warga, melalui semak dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, kunjungilah Kampung Mburake yang mempunyai akses jalan lebih baik. Karena, kawasan ini dibuat untuk proyek PDAM. Jadi, akan terasa lebih ramah. 

Potensi Keindahan

Sumber: Youtube @PIOners Team

Salah satu alasan yang paling tepat mengapa kamu harus bersusah payah mengunjungi tempat ini adalah hadirnya satwa endemik yang hanya bisa kamu lihat di tempat ini saja, Keduanya adalah Tumpara dan Tarsius yang cukup unik dan menarik. Bahkan, para peneliti rela untuk datang ke tempat ini dan meneliti keberadaan dua hewan ini.

Selain itu, kamu juga bisa melihat tanaman Pala yang tumbuh subur dan begitu banyak. Tidak heran, bila warga sekitar ada yang memilih menjadi petani pala untuk bertahan hidup. Saat berkunjung siang hari, kamu bisa menemukan keasrian suasana di tempat ini.

Bagi kamu yang penasaran dengan yang namanya Tarsius dan Tampara. Maka, datanglah menjelang malam hari. Dikala senja telah tenggelam dan menggantinya dengan kegelapan malam. Jangan sampai kamu berisik dan dengarkan secara seksama.

Sumber: Twitter @Dominik derek

Biasanya akan diawali dengan suara jangkrik yang melengking. Disertai dengan cuitan yang juga menengking panjang. Biasanya, sang jantan akan bersuara terlebih dahulu. Mencoba menggoda sang betina. Tetapi, kalau mereka sudah punya keluarga, sang betina akan keluar bersama dengan anak-anak mereka. Bila tidak maka, dengarkanlah sahutan diantara keduanya.

Bagi kamu yang ingin melihat bagaimana bentuknya, maka bawalah senter dan juga lotion anti nyamuk. Maklum saja, kawasan ladang seperti ini, musuh terbesarmu adalah nyamuk-nyamuk nakal yang kadang kelaparan. Tidak hanya itu saja, kamu juga bisa melihat burung celepuk yang konon sudah 140 tahun tidak terlihat lagi. Tetapi, kamu bisa melihatnya dengan nama Otus Siaoensis.

Mengenal sedikit tentang Tarsius

Sumber: Instagram @jenikelusita

Nah, Tarsius adalah hewan endemik yang habitatnya hanya ada di wilayah Sulawesi. Hewan ini dilindungi, jadi kamu tidak boleh berburu atau pun mengganggunya. Sisi menarik dari hewan ini adalah caranya melompat dari satu pohon ke pohon yang lain yang begitu mempesona mata.

Lebih suka menghabiskan waktunya di atas pohon dan mencari mangsa dengan makan serangga.Ukurannya pun hanya kecil sekitar 10 – 15 cm. Itu hanya ukuran badannya saja ya. Untuk kakinya sendiri bisa dua kali lipat lebih panjang. Ekornya sendiri bisa mencapai 20 cm dan mampu diputar hingga 180 derajat.

Kesimpulan 

Danau Kapeta adalah salah satu danau yang menyimpan berjuta pesona. Memang kecil tetapi, menjadi rumah bagi satwa endemik langka. Jadi, siapkan tenaga dan juga dana yang cukup agar kamu bisa mendapatkan pengalaman, melihat seluruh satwa endemik langka tersebut.