in

Berwisata Sejarah Purba di Goa Malawang Tasikmalaya

Source Image: alam.uniknya.com

Indonesia adalah bagian dari sejarah dunia, bahkan ada yang berseloroh bahwa Tanah Air adalah atlantis yang menghilang. Boleh-boleh saja mereka berpendapat seperti itu, karena memang pada kenyataannya Indonesia menyimpan begitu banyak sejarah dunia. Jejak-jejak kehidupan manusia purba juga banyak ditemukan di Indonesia. Menurut catatan, setidaknya ada 8 jenis manusia purba yang ditemukan di bumi Nusantara. Oleh sebab itu, akan sangat disayangkan apabila kamu sebagai warga negara Indonesia sama sekali tak pernah melihat sejarah masa lalu yang tertinggal di Tanah Air.

Ngomong-ngomong soal sejarah, di Tasikmalaya juga ada lokasi yang menyimpan sejarah purba. Lokasi itu bernama Goa Malawang, yang lokasi persisnya berada di Kampung Wangunwati, Desa Sukawangun, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Berkunjung ke Goa Malawang akan membuatmu menjadi salah satu saksi atas sejarah besar di masa lalu.

Akses Menuju ke Goa Malawang

Dengan lokasi yang telah disebutkan sebelumnya, berarti Goa Malawang berjarak sekitar 45 km dari pusat kota Tasikmalaya dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan darat menuju ke arah selatan. Berjarak sekitar 152 km dari ibu kota Jawa Barat, Bandung. Perjalanan menuju ke Goa Malawang akan dipenuhi dengan kelokan dan tanjakan serta turunan, karena memang lokasi goa yang satu ini berada di tengah-tengah perkebunan milik warga. Akan tetapi kondisi jalan yang sudah teraspal dan cukup lebar memungkinkan para pengunjung untuk menyambangi Goa Malawang dengan mengendarai kendaraan bermotor, baik itu roda dua atau pun roda empat. Perjalananmu menuju ke lokasi juga dijamin tidak akan membosankan, karena akan ditemani dengan pemandangan pegunungan khas Jawa Barat. Setelah sampai di lokasi parkir, para pengunjung harus berjalan kaki beberapa meter untuk bisa sampai di mulut goa.

Kondisi Goa Malawang

Sumber: alam.uniknya.com

Goa Malawang sebenarnya adalah sebuah kompleks goa yang berada di tengah-tengah perkebunan karet, yang terdiri dari sekumpulan goa dan juga ceruk. Kompleks goa ini juga memiliki beberapa nama, selain dikenal dengan Goa Malawang, penduduk sekitar juga ada yang menamainya dengan Goa Batu Masigit, Keraton, Oyod, dan Gorin. Goa Malawang tidak memiliki stalagmit dan stalagtit yang indah layaknya goa pada umumnya. Hal ini disebabkan karena tak banyak tetesan air yang merembes dari atas goa, padahal tetesan air adalah salah satu syarat terbentuknya stalagtit dan stalagmit di dalam goa.

Penemuan Benda Purba

Sumber: solopos.com

Dari beberapa nama yang disematkan pada goa ini, yang paling menarik adalah penamaan Goa Gorin. Bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya Tasikmalaya, Gorin adalah semacam tempayan air yang terbuat dari gerabah. Dinamakan Goa Gorin karena pada suatu ketika, tepatnya pada tahun 1993, Kepala Sekolah SKB Tasik bernama Taryana menemukan gorin di salah satu sudut goa. Bukan hanya satu, ia dikisahkan menemukan 13 buah pecahan gerabah kuno di dalam Goa Malawang.

Setelah itu, beberapa penelitian pun dilakukan di Goa Malawang, salah satunya dilakukan oleh Balai Arkeologi Bandung. Hasil dari penelitian itu mereka menemukan beberapa benda purba seperti fragmen gerabah, keramik, perkutor dari batu, kapak batu, dan juga tulang belulang binatang.

Kurang Terawat

Sumber: baca.co.id

Meskipun menyimpan sejarah di masa lalu, namun sangat disayangkan kondisi Goa Malawang tak terawat dengan baik. Goa bersejarah itu pun banyak diselimuti oleh tumbuhan liar, beberapa sampah juga terlihat berserakan di sudut-sudut goa. Oleh sebab itu, dibutuhkan peran langsung dari masyarakat sekitar dan juga pemerintah, terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk menjaga Goa Malawang, agar bisa tetap lestari dan menjadi bagian dari sejarah Indonesia.

Sumber: Instagram@deryabdulazis

Selain kurang terawat, fasilitas di Goa Malawang juga terbilang sangat minim. Para pengunjung pun tidak akan menemukan para penjual minuman dan juga makanan ringan, yang bisa mengganjal perut saat lapar datang menyelinap. Oleh sebab itu, para pengunjung diharapkan mempersiapkan perbekalan dari rumah atau membelinya di tengah-tengah perjalanan sebelum sampai di Goa Malawang.

Meskipun demikian, dengan sejarahnya di masa lalu Goa Malawang tetap layak untuk dikunjungi, terutama bagi kamu pecinta dunia arkeologi. Selamat menikmati liburan, jangan lupa untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan dan jangan melakukan vandalisme di situs-situs bersejarah.