in

Goa Temuluang, Goa Termahal di Kalimantan

Source Image: borneowisatakalimantan.blogspot.com

Untuk kamu yang mengaku sebagai pecinta alam dan sang petualang, coba sesekali menjelajahi setiap sudut Kalimantan, pulau yang terkenal akan ribuan hektar hujan tropisnya. Tidak hanya melulu soal hutan, karena di Kalimantan kamu juga akan menemukan banyak pemandangan alam yang menawan, entah itu soal pantai, danau, air terjun, atau mungkin goa. Banyak goa-goa cantik di Kalimantan, terutama di lereng Pegunungan Meratus yang masuk ke dalam Provinsi Kalimantan Selatan. Tidak hanya menyimpan keindahan stalagtit dan stalagmit, di sana kamu juga akan menemukan banyak jejak sejarah di masa lalu.

Untuk kamu yang berkunjung ke Kotabaru, jangan lupa untuk menyempatkan diri mampir di Goa Temuluang, yang disebut-sebut sebagai goa termahal di Kalimantan. Ya, goa tersebut menyimpan kekayaan alam yang bernilai hingga miliaran rupiah.

Lokasi Goa Temuluang

Sumber: borneowisatakalimantan.blogspot.com

Goa yang satu ini masuk ke dalam kawasan Desa Bangkalaan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Apabila datang dari Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan, kamu masih harus menempuh jarak sejauh 350 km untuk bisa sampai di Goa Temuluang. Sementara dari pusat Kotabaru, jaraknya sekitar 150 km menuju ke sebelah utara.

Akses menuju ke Desa Bangkalaan Dayak sudah cukup memadai, yang mana jalanan sudah teraspal cukup lebar, sehingga sangat memungkinkanmu untuk menuju ke desa tersebut dengan menggunakan kendaraan bermotor, terutama roda dua. Dari Desa Bangkalaan Dayak, tidak ada lagi transportasi yang bisa digunakan menuju ke Goa Temuluang, sehingga kamu pun harus trekking hingga sampai ke lokasi.

Kondisi Goa Temuluang

Sumber: Instagram @kotasaijaan

Mulut Goa Temuluang cukup kecil dan tertutup semak belukar yang cukup lebat. Namun, apabila masuk ke dalamnya, kamu akan menemukan ruangan goa yang cukup luas. Menurut penuturan warga setempat, Goa Temuluang memiliki panjang sekitar 4 km, yang mana 3 km di antaranya merupakan sungai bawah tanah. Kondisi di dalam Goa Temuluang juga sangat gelap, karena tidak ada sela-sela goa yang bisa dimasuki oleh sinar matahari.

Sumber Sarang Walet

Sumber: travel.detik.com

Goa Temuluang menjadi lokasi favorit tempat tinggal burung walet, di mana sarangnya memiliki nilai jual yang sangat mahal. Dalam setahun, sarang burung walet di Goa Temuluang bisa dipanen sebanyak tiga kali dan setiap kali panen bisa menghasilkan 350 hingga 500 kg sarang walet. Apabila dikonversi ke rupiah, setiap kali panen akan menghasilkan 1,2 miliar rupiah dan 3,6 miliar rupiah dalam satu tahun. Oleh sebab itu, Goa Temuluang disebut sebagai goa termahal di Kalimantan.

Namun, melimpahnya sarang burung walet di Goa Temuluang membuat goa yang satu ini sering menjadi perebutan, bahkan sampai memakan korban jiwa. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan kembali terulang, Goa Temuluang selalu dijaga oleh beberapa warga Desa Bangkalaan Dayak. Para penjaga Goa Temuluang biasanya akan meninggali pondokan yang ada di tengah dan di depan mulut goa. Mereka akan menggunakan perahu ketinting bermesin tempel sebagai alat transportasi untuk mengarungi sungai di dalam Goa Temuluang, termasuk untuk memasok bahan makanan di pondokan. Ketika musim panen tiba, petugas kepolisian bersenjata lengkap tak jarang harus diturunkan untuk berjaga-jaga.

Tidak Bisa Sembarangan Masuk ke Goa Temuluang

Sumber: Instagram @kotasaijaan

Melihat tingginya nilai Goa Temuluang, tidak sembarang orang bisa memasukinya. Bagi mereka yang ingin berkunjung ke Goa Temuluang, harus terlebih dahulu meminta izin ke ketua adat setempat, dan tidak diizinkan untuk memasukinya apabila tidak mendapat izin. Apabila mendapat izin, kamu juga tidak bisa sembarangan ikut menyusuri sungai bawah tanah di goa tersebut, kamu hanya bisa melakukannya apabila bertepatan dengan jadwal pengantaran logistik untuk para penjaga goa di pondok.

Fasilitas Goa Temuluang

Goa Temuluang sebenarnya bukan sebuah tempat wisata, namun kamu masih bisa berkunjung dengan catatan telah mendapat izin dari ketua adat setempat dan tidak bertepatan dengan musim panen sarang burung walet. Untuk memasuki goa kamu tidak perlu membayar tiket masuk apa pun, alias gratis. Hanya saja di sana kamu tidak akan menemukan fasilitas apa pun, kecuali menggunakan fasilitas miliki warga setempat.

Bagaimana, apakah kamu tertarik?