in

Gunung Baluran Sensasi Mendaki yang Tidak Semua Orang Tahu

Source Image instagram @ekspedisi_pergiuntukpulang

Nama Gunung Baluran sudah tidak asing lagi di telinga wisatawan. Penampakannya bisa dilihat dari Savana Bekol. Ketinggiannya sendiri tidak terlalu tinggi hanya 1247 Mdpl. Sayangnya, para pendaki umum tidak diizinkan sampai ke atas.

Jika ada rombongan ingin mencoba naik ke atas, harus disertai dengan surat izin dari instansi atau kampus terkait resmi dengan tujuan khusus untuk penelitian saja. Selain maksud dan tujuan tersebut para pendaki dilarang menuju ke sana.

Untuk memulai perjalanan menuju ke atas, setiap pendaki bisa masuk melalui Pintu Wonorejo. Kemudian, mengurus perizinannya secara lengkap. Jangan lupa sebelum datang, Anda harus mempersiapkan semua persyaratannya dulu.

Satu saja syarat kurang lengkap, bisa dipastikan tidak akan diberikan izin. Harus diakui, mendaki ke atas puncak dan menikmati panoramanya tidak mudah. Tidak heran belum banyak wisatawan bisa melihat keindahannya dari titik teratas.

Alasan Mengapa Gunung Baluran Tidak Boleh di Daki

Ada beberapa alasan mengapa pesona Puncak Baluran ini tidak boleh sembarangan di datangi wisatawan. Perlu diingat bahwa, letaknya berada di Taman Nasional. Dimana, ada banyak Flora dan Fauna langka terdapat di dalamnya.

Saat mendaki ke atas, melewati hutan di sana kesempatan bertemu dengan satwa tersebut semakin besar. Bila terlalu banyak manusia, bisa saja akan mengganggu ekosistem yang sudah terbentuk disana.

Selain itu, banyaknya tumbuhan tinggi membuat kesempatan untuk tersesat akan sangat tinggi. Hati-hati pula terhadap satwa liar yang datang tanpa permisi. Kondisi berbahaya inilah yang membuat pendaki umum dilarang untuk menuju ke atas.

Menuju ke titik pendakiannya kurang lebih 12 km dari pintu masuk menuju ke arah pesanggarahan atau kelor. Dari sini, Anda bisa pergi ke puncak dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam sampai 5 jam lamanya.

Walaupun tidak terlalu tinggi, namun jalur menuju ke atas harus diakui sangat sulit. Sepanjang perjalanan akan didominasi dengan berbagai jurang. Lebih disarankan untuk berjalan pelan dan hati-hati.

Inilah alasan selanjutnya, mengapa tidak semua pendaki diperbolehkan. Jalurnya tidak mudah, dibutuhkan kekuatan serta stamina yang prima. Perlu diketahui bahwa, Jurang ini biasanya terisi oleh air.

Hal tersebut terjadi, pada musim penghujan. Keindahannya benar-benar bisa terlihat luar biasa. Jurang tersebut biasanya di aliri oleh air dari sungai kancip. Letaknya kurang lebih berada di 150 mdpl.

Panorama Gunung Baluran yang Mempesona

Tidak bisa dipungkiri, pesona Baluran memang berbeda dengan pendakian lainnya. Dimana, Anda dapat menikmati kicauan burung langka dan beberapa diantaranya merupakan jenis endemik. Bila beruntung, bisa melihatnya secara langsung.

Inilah keindahan jalur pendakian menuju ke Puncak Baluran yang sulit untuk dilupakan. Tidak hanya fauna saja melainkan flora langka juga bisa ditemui. Semuanya sangat Indah dan sulit sekali berkata-kata.

Mohon diperhatikan, jangan sampai memetiknya atau merusak ekosistem tersebut. Gunung ini mempunyai beberapa puncak yaitu, Aleng, Kacip, dan Klosot. Salah satu yang harus dikunjungi adalah Lembah Kacip.

Di sana ada sebuah sungai, dimana Anda bisa menemukan udang yang sangat khas, hanya ada disana saja. Sepanjang perjalanan, pendaki akan ditemani dengan Pohon Mimosa. Dimana, Bunganya sangat cantik hanya saja hati-hati karena tangkainya berduri.

Kawah dari gunung ini sendiri sudah mati jadi, aman untuk mendekati sisanya. Selain itui panorama sekitar yang dipenuhi oleh padang savana serta keindahan pantai dapat sedikit terlihat dari sini.

Saat mendaki atau turun, usahkan jangan terlalu siang. Lebih baik mulailah perjalanan tersebut pada pagi hari setidaknya, pukul 5 pagi sudah mulai berjalan. Kemudian, turunlah sekitar pukul 2 siang paling lambat.

Dengan begini, waktu perjalanan pulang tidak akan terlalu malam. Usahakan selama naik ke atas tetap ditemani oleh salah satu petugas. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Bagaimana sudah siap mendaki ke Gunung Baluran?